Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

M Nurhadi

Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • S&P Global Ratings mempertahankan prospek stabil utang Indonesia, sehingga memberikan sentimen positif bagi pergerakan pasar modal domestik.
  • BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target IHSG di level 7.200 karena menilai valuasi pasar saham saat ini terlalu pesimistis.
  • Keputusan rating tersebut menjaga stabilitas IHSG di level psikologis 6.000 meskipun investor asing masih bersikap hati-hati berinvestasi.

Suara.com - Langkah lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang tetap mempertahankan prospek (outlook) stabil terhadap rating utang Indonesia dinilai efektif memberikan sentimen positif bagi pasar modal domestik.

Keputusan ini berhasil mengendurkan tekanan premi risiko yang belakangan ini menjadi beban bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Merespons angin segar dari sektor makro tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merilis riset terbaru yang tetap optimis mempertahankan target akhir jangka panjang IHSG berada di level 7.200.

Target optimis tersebut mencerminkan proyeksi rasio harga terhadap laba (Price to Earnings/PE) sebesar 10 kali, dengan estimasi pertumbuhan laba per saham (Earnings Per Share/EPS) sebesar 8 persen untuk periode mendatang.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan bersama Wilastita Muthia Sofi, memaparkan bahwa posisi valuasi bursa domestik saat ini yang berada pada PE 9,1 kali mencerminkan sikap pasar yang terlampau kekhawatiran.

"Kami memandang valuasi pasar saham saat ini terlalu pesimistis. Angka tersebut seolah-olah mengindikasikan adanya risiko penurunan peringkat kedaulatan yang lebih dalam atau prospek pertumbuhan laba korporasi yang negatif ke depan," urai tim analis dalam laporan risetnya, Selasa (14/7/2026).

Kombinasi data ini memperkuat tesis bahwa perbandingan potensi keuntungan terhadap risiko (risk-reward profile) yang ditawarkan oleh bursa saham Indonesia secara fundamental masih berada dalam kategori yang menarik bagi pemodal.

Penilaian serupa dikemukakan oleh Founder Republik Investor, Hendra Wardana. Menurutnya, kepastian rating utang Indonesia yang kokoh di level BBB dengan prospek stabil menjadi pendorong utama yang membawa indeks kembali menembus dan bertahan di level psikologis 6.000.

"Langkah S&P memberikan sinyal eksplisit kepada komunitas global bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional dinilai kokoh. Hal ini tecermin dari kemampuan pembuat kebijakan dalam menjaga stabilitas fiskal, kesehatan sektor perbankan, hingga prospek pertumbuhan jangka menengah," papar Hendra.

baca juga

Bagi pelaku pasar, kepastian tidak adanya penurunan peringkat ini meredakan kekhawatiran yang sempat membayangi bursa akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi makro global.

Kendati demikian, Hendra mencatat penguatan yang terjadi belum sepenuhnya didorong oleh aksi beli agresif dari pemodal internasional.

Sebagian investor asing terpantau masih memilih strategi wait and see dan bersikap hati-hati dalam mengalokasikan portofolio mereka.

Pada sesi penutupan perdagangan pasar spot, IHSG bertambah tipis 1,68 poin atau naik 0,03 persen dan parkir di level 6.039. Aktivitas perdagangan harian berlangsung dinamis dengan mencatatkan volume transaksi hingga 27,9 miliar lembar saham serta nilai perputaran modal mencapai Rp16,4 triliun.

Peta pergerakan saham memperlihatkan dominasi tren positif:

Saham Menguat: 439 emiten
Saham Melemah: 217 emiten
Saham Stagnan: 309 emiten

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:40 WIB

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Terkini

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

Bekaci | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Bogor | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Cara Memilih Body Serum untuk Mencerahkan Kulit, Lengkap dengan Rekomendasi Murahnya

Cara Memilih Body Serum untuk Mencerahkan Kulit, Lengkap dengan Rekomendasi Murahnya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 11:48 WIB

Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya

Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya

Surakarta | Minggu, 13 September 2026 | 11:47 WIB

5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini

5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini

Bekaci | Minggu, 13 September 2026 | 11:45 WIB

5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro

5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro

Jakarta | Minggu, 13 September 2026 | 11:44 WIB

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

×