Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Achmad Fauzi

Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB
Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham
Ilustrasi Trading Saham. [Dok IPOT].
baca 10 detik
  • PT Indo Premier Sekuritas meluncurkan teknologi kecerdasan buatan sebagai mesin pengambil keputusan investasi bagi investor ritel di Indonesia.
  • Teknologi ini mengolah data pasar berskala besar secara real-time untuk menghasilkan analisis pergerakan saham yang lebih objektif dan presisi.
  • Inovasi tersebut bertujuan memberikan akses analitik setara investor institusi kepada masyarakat luas guna mendukung kualitas keputusan investasi keuangan.

Suara.com - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di industri investasi Indonesia dinilai mulai memasuki babak baru. Jika selama ini AI lebih banyak hadir sebagai chatbot atau pembuat ringkasan informasi, kini teknologi tersebut mulai dimanfaatkan untuk menganalisis pergerakan saham hingga aliran dana investor asing (foreign flow) secara real time.

Berbeda dengan penggunaan AI pada umumnya, teknologi ini dirancang sebagai mesin pengambilan keputusan investasi (decision intelligence), bukan sekadar pelengkap antarmuka digital.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan nilai utama AI tidak terletak pada kemampuannya menjawab pertanyaan, melainkan mengolah data dalam jumlah sangat besar untuk menghasilkan analisis yang lebih akurat.

"AI yang sesungguhnya bukan sekadar mampu menjawab pertanyaan atau merangkum informasi. Nilai terbesar AI terletak pada kemampuannya mengolah data dalam skala yang jauh melampaui kapasitas manusia untuk menghasilkan insight yang lebih terukur dan mendukung keputusan investasi yang lebih presisi. Bagi IPOT, AI bukan sekadar fitur digital, melainkan fondasi baru dalam cara investor memahami pasar, mengevaluasi risiko, dan mengambil keputusan investasi," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The
Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The

Menurutnya, selama ini teknologi analitik berbasis AI, Big Data, hingga infrastruktur komputasi canggih lebih banyak dinikmati investor institusi besar seperti hedge fund dan perusahaan keuangan global. Sementara investor ritel masih mengandalkan grafik harga, broker summary, rumor komunitas, atau intuisi dalam mengambil keputusan investasi.

Melalui konsep AI-based Trading for the Mass Market, IPOT ingin menghadirkan teknologi tersebut agar bisa diakses lebih luas oleh investor ritel di Indonesia.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah kemampuan AI memproses jutaan data pasar secara simultan, mulai dari perubahan harga saham secara tick-by-tick, antrean order book, aktivitas broker, aliran dana asing (foreign flow), laporan keuangan emiten, hingga indikator teknikal.

Seluruh data tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi machine learning, pattern recognition, analisis deret waktu (time-series analysis), serta AI inferencing untuk menghasilkan analisis yang objektif.

IPOT juga memperkenalkan dua mesin analitik utama, yakni AI Analytics yang mengevaluasi indikator fundamental dan teknikal perusahaan, serta AI Trade Flow yang menganalisis distribusi volume transaksi, pola akumulasi, hingga aktivitas broker untuk mengungkap kualitas pergerakan harga saham.

baca juga

Selain itu, tersedia pula fitur AI Notification, AI Financial, dan AI Real-Time Indicators yang dirancang membantu investor memperoleh informasi pasar secara cepat dan relevan.

Moleonoto mengatakan, kehadiran teknologi tersebut bertujuan membuka akses investor ritel terhadap kemampuan analitik yang selama ini hanya dimiliki investor institusi.

IPOT menegaskan bahwa kecerdasan buatan bukan hanya soal kemampuan membuat chatbot atau menghasilkan ringkasan informasi, tetapi tentang bagaimana AI mampu mengubah Big Data menjadi dasar pengambilan keputusan investasi yang lebih cepat, objektif, dan terukur.

Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat teknologi tersebut dengan infrastruktur yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade. Dengan dana kelolaan (asset under custody) sekitar Rp312 triliun, IPOT memanfaatkan volume data transaksi yang besar untuk meningkatkan akurasi AI dalam mengenali pola pergerakan pasar.

Menutup peluncuran inovasi tersebut, Moleonoto menegaskan bahwa masa depan investasi akan ditentukan oleh kemampuan AI dalam mengubah data menjadi keputusan finansial yang berkualitas.

"Melalui investasi berkelanjutan pada AI Big Data, sistem keamanan berlapis, serta riset institusi, IPOT berkomitmen membawa investor ke era baru yang lebih objektif dan presisi. Komitmen ini menegaskan bahwa AI sejati bukan sekadar membuat informasi lebih mudah dibaca, tetapi membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih baik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:31 WIB

Terkini

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:18 WIB

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:37 WIB

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

×