- S&P Global Ratings mempertahankan prospek stabil utang Indonesia, sehingga memberikan sentimen positif bagi pergerakan pasar modal domestik.
- BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target IHSG di level 7.200 karena menilai valuasi pasar saham saat ini terlalu pesimistis.
- Keputusan rating tersebut menjaga stabilitas IHSG di level psikologis 6.000 meskipun investor asing masih bersikap hati-hati berinvestasi.
Untuk jajaran indeks sektoral, mayoritas bergerak ke zona hijau, di antaranya sektor energi, bahan baku, industri, properti, teknologi, transportasi, infrastruktur, serta konsumer baik siklikal maupun non-siklikal. Sebaliknya, hanya sektor keuangan yang menjadi penahan laju indeks karena terjerembab di zona merah.
Dari deretan pergerakan emiten, saham Insight Investment Management memimpin kelompok top gainers setelah melonjak 34,02 persen ke posisi Rp130.
Diikuti oleh PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang melejit 25 persen ke level Rp260, serta PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang juga melesat 25 persen ke harga Rp340.
Di sisi lain, jajaran top losers ditempati oleh PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang merosot 14,90 persen ke Rp1.085, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang terkoreksi 14,85 persen menjadi Rp2.810, serta PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang melemah 13,89 persen ke posisi Rp93 per lembar saham.