- PT Bursa Efek Indonesia merilis data terbaru mengenai 48 emiten dengan konsentrasi kepemilikan saham tinggi pada 14 Juli 2026.
- Daftar tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan jumlah emiten sebelumnya yang hanya tercatat sebanyak 10 perusahaan pada April 2026.
- Data ini berfungsi sebagai panduan pemodal untuk memetakan emiten dengan likuiditas saham beredar yang terpusat pada pihak tertentu saja.
Suara.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis pembaruan data komprehensif mengenai daftar emiten yang masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).
Langkah keterbukaan informasi ini didasarkan pada hasil evaluasi mendalam terhadap struktur kepemilikan saham publik per 30 Juni 2026 dan diumumkan secara resmi pada Selasa, 14 Juli 2026.
Keberadaan daftar ini sekaligus menjadi panduan bagi para pemodal untuk memetakan emiten dengan likuiditas saham beredar (free float) yang cenderung terpusat pada pihak tertentu.
Data teranyar menunjukkan terjadinya lonjakan jumlah emiten yang sangat signifikan di dalam daftar radar HSC. Sebagai perbandingan, pada pengumuman periodik per 3 April 2026, otoritas bursa tercatat hanya memasukkan 10 emiten ke dalam kategori ini. Namun, per Juli 2026, jumlah tersebut membengkak hingga mencapai 48 saham.
Di tengah gelombang penambahan tersebut, bursa juga mencatat adanya mutasi keluar. Emiten pengelola hiburan malam, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), resmi dikeluarkan dari daftar HSC. Keputusan pencoretan ini efektif berlaku sejak 29 Juni 2026 dan telah dipublikasikan kepada khalayak pada 2 Juli 2026.
Berdasarkan publikasi resmi bursa, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menempati kasta tertinggi dalam daftar saham berkonsentrasi paling pekat dengan porsi kepemilikan menyentuh angka 99,99 persen. Tepat di bawahnya, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengekor dengan rasio 99,96 persen.
Posisi selanjutnya dihuni oleh PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang mencatatkan angka kembar sebesar 99,95 persen, disusul oleh PT Golden Flower Tbk (POLU) di level 99,94 persen.
Selain dihuni oleh emiten lapis kedua, daftar saham HSC kali ini secara mengejutkan juga diisi oleh deretan emiten berkapitalisasi pasar jumbo (big capitalization).
Beberapa nama besar yang masuk dalam radar ini antara lain raksasa energi terbarukan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), perusahaan konglomerasi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), hingga entitas perbankan kakap seperti PT Bank Permata Tbk (BNLI) dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN).
48 Daftar Saham HSC
Untuk mempermudah pemetaan dan menjaga keterbacaan data secara taktis, berikut adalah pengelompokkan rincian 48 emiten yang berada di dalam daftar pengawasan HSC berdasarkan tingkat kepekatan persentase kepemilikannya:
Cluster Konsentrasi Super Pekat (99,00% – 99,99%)
MPRO (PT Maha Properti Indonesia Tbk): 99,99%
DCII (PT DCI Indonesia Tbk): 99,96%
BBSI (PT Krom Bank Indonesia Tbk): 99,95%
PGUN (PT Pradiksi Gunatama Tbk): 99,95%
POLU (PT Golden Flower Tbk): 99,94%
SOHO (PT Soho Global Health Tbk): 99,93%
BNLI (PT Bank Permata Tbk): 99,92%
YUPI (PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk): 99,91%
ROCK (PT Rockfields Properti Indonesia Tbk): 99,85%
PRAY (PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk): 99,84%
BTPN (PT Bank SMBC Indonesia Tbk): 99,78%
FAPA (PT FAP Agri Tbk): 99,77%
IFSH (PT Ifishdeco Tbk): 99,77%
SMAR (PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk): 99,58%
MLPT (PT Multipolar Technology Tbk): 99,42%
CMNT (PT Cemindo Gemilang Tbk): 99,41%
GEMS (PT Golden Energy Mines Tbk): 99,24%
LIFE (PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk): 99,21%
BNII (PT Bank Maybank Indonesia Tbk): 99,14%
Cluster Konsentrasi Tinggi (95,00% – 98,90%)
ELPI (PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk): 98,90%
MCOL (PT Prima Andalan Mandiri Tbk): 98,62%
BYAN (PT Bayan Resources Tbk): 98,50%
KING (PT Hoffmen Cleanindo Tbk): 98,40%
SOTS (PT Satria Mega Kencana Tbk): 98,35%
DNET (PT Indoritel Makmur Internasional Tbk): 98,06%
RISE (PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk): 98,03%
AGII (PT Samator Indo Gas Tbk): 97,75%
ALII (PT Ancara Logistics Indonesia Tbk): 97,62%
DGWG (PT Delta Giri Wacana Tbk): 97,35%
BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk): 97,31%
SRAJ (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk): 97,21%
MKPI (PT Metropolitan Kentjana Tbk): 97,02%
SILO (PT Siloam International Hospitals Tbk): 96,70%
HATM (PT Habco Trans Maritima Tbk): 96,09%
MGLV (PT Panca Anugrah Wisesa Tbk): 95,94%
WBSA (PT BSA Logistics Indonesia Tbk): 95,82%
DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk): 95,76%
MEGA (PT Bank Mega Tbk): 95,68%
MORA (PT Ekamas Mora Republik Tbk): 95,65%
RLCO (PT Abadi Lestari Indonesia Tbk): 95,34%
KONI (PT Perdana Bangun Pusaka Tbk): 95,08%
FITT (PT Hotel Fitra International Tbk): 95,00%
Cluster Konsentrasi Moderat Berdasarkan Parameter Bursa (Di Bawah 95,00%)
STTP (PT Siantar Top Tbk): 94,95%
SATU (PT Kota Satu Properti Tbk): 94,27%
TCPI (PT Transcoal Pacific Tbk): 94,10%
BELI (PT Global Digital Niaga Tbk): 93,83%
MGRO (PT Mahkota Group Tbk): 93,76%
FILM (PT MD Entertainment Tbk): 92,98%
DISCLAIMER: Artikel ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi publik dan fungsi pers yang berimbang mengenai struktur data keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia. Rincian daftar emiten, kode saham, serta persentase kepemilikan yang dipaparkan di atas merujuk pada data resmi per tanggal pengumuman dan tidak ditujukan sebagai bentuk rekomendasi transaksi, analisis kelayakan investasi, ataupun ajakan untuk membeli/menjual saham tertentu. Segala risiko yang timbul akibat keputusan finansial mandiri pembaca berada di luar tanggung jawab redaksi.