Komut BCA Dorong Investasi Emas Digital, Tekankan Pentingnya Diversifikasi Aset

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Rabu, 15 Juli 2026 | 15:11 WIB
Komut BCA Dorong Investasi Emas Digital, Tekankan Pentingnya Diversifikasi Aset
Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja, membagikan pandangannya mengenai strategi investasi yang relevan di era digital. [Youtube OJK]
baca 10 detik
  • Jahja Setiaatmadja pilih emas digital karena lebih fleksibel dan likuid.
  • Diversifikasi aset dinilai penting untuk memitigasi risiko investasi.
  • Bos BCA dorong investasi modern, bukan menumpuk aset dalam satu tempat.

Suara.com - Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja, membagikan pandangannya mengenai strategi investasi yang relevan di era digital. Menurutnya, emas digital kini menjadi pilihan yang lebih praktis dan fleksibel dibandingkan menyimpan emas batangan dalam jumlah besar.

Pandangan tersebut disampaikan Jahja dalam acara Risk and Governance Summit yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta. Dalam perbincangan bersama jurnalis senior Andy F. Noya, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat berinvestasi, termasuk pada instrumen emas.

Jahja mengungkapkan dirinya lebih banyak menempatkan investasi emas melalui layanan emas digital dibandingkan emas fisik. Salah satu platform yang digunakannya adalah layanan Tring milik Pegadaian.

"Kalau batang emas itu sudah old fashion. Sekarang ini adalah virtual gold. Salah satu yang saya pakai itu Tring punya Pegadaian," ujar Jahja, dikutip dari kanal YouTube OJK.
Menurutnya, keunggulan utama emas digital terletak pada kemudahan transaksi. Investor dapat membeli maupun menjual aset kapan saja tanpa harus menghadapi persoalan penyimpanan maupun keamanan seperti pada emas batangan.

"Yang jumlah besar saya biasanya virtual, karena kalau virtual anytime bisa dijual dan beli," katanya.

Meski demikian, Jahja mengaku tetap memiliki sebagian kecil emas batangan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio investasinya.

Dalam kesempatan tersebut, pembahasan sempat menyinggung soal temuan emas batangan seberat 74 kilogram yang menjadi sorotan publik. Menanggapi candaan Andy F. Noya mengenai penyimpanan emas dalam jumlah besar, Jahja menjawab dengan nada ringan.

"Enggak salah sih, kurang pintar aja Pak," ujarnya sambil tersenyum.

Di balik candaan tersebut, Jahja justru menekankan prinsip dasar pengelolaan kekayaan, yakni tidak menempatkan seluruh aset pada satu bentuk investasi atau satu lokasi penyimpanan.

baca juga

Ia mengungkapkan tidak menyimpan aset dalam brankas besar di rumah. Sebaliknya, asetnya tersebar di berbagai instrumen investasi dan lembaga keuangan sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko.

"Sebagai orang investasi itu harus macam-macam, bisa di sekuritas, reksa dana, atau asuransi. Jadi kita harus pecah di suatu bank. Risiko itu harus kita pilah-pilah dan disebar," jelasnya.

Investasi Harus Diimbangi Manajemen Risiko
Jahja juga mengingatkan bahwa tidak ada instrumen investasi yang sepenuhnya bebas risiko. Karena itu, investor perlu memahami karakteristik setiap aset dan menerapkan manajemen risiko yang baik.

Menurutnya, tujuan investasi bukan menghindari risiko, melainkan mengelola risiko agar tetap berada dalam batas yang dapat dikendalikan.

"Hidup ini menghadapi risiko, tetapi yang terukur dan dimitigasi. Mengelakkan risiko itu tidak ada, itu bukan bisnis. Menghadapi risiko, tetapi harus memitigasi," tutup Jahja.

Pandangan Jahja sejalan dengan tren digitalisasi sektor keuangan yang semakin berkembang di Indonesia. Kehadiran layanan emas digital memberikan alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi dengan modal yang lebih terjangkau, transaksi yang fleksibel, serta penyimpanan yang lebih efisien, sekaligus mendorong penerapan prinsip diversifikasi sebagai fondasi pengelolaan aset jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya

FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:01 WIB

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:35 WIB

Akui Rumah Sentul Miliknya, Jampidsus Febrie Masih Rahasiakan Sosok Pemilik 74 Kg Emas

Akui Rumah Sentul Miliknya, Jampidsus Febrie Masih Rahasiakan Sosok Pemilik 74 Kg Emas

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:44 WIB

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:07 WIB

Terkini

Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar

Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Apa Saja Mimpi yang Tidak Boleh Diceritakan Menurut Islam? Ini Penjelasan Ulama

Apa Saja Mimpi yang Tidak Boleh Diceritakan Menurut Islam? Ini Penjelasan Ulama

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya

Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana

Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:24 WIB

Petronas Masuk Madura, Bahlil Kerek Target Lifting Minyak di RAPBN 2027

Petronas Masuk Madura, Bahlil Kerek Target Lifting Minyak di RAPBN 2027

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Asap Berkurang, SF Hariyanto Sebut Penanganan Karhutla di Riau Terkendali

Asap Berkurang, SF Hariyanto Sebut Penanganan Karhutla di Riau Terkendali

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia

Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Jangan Sembarangan Menginjak Kecoak! Bakterinya Bisa Menyebar di Lantai

Jangan Sembarangan Menginjak Kecoak! Bakterinya Bisa Menyebar di Lantai

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:15 WIB

×