- Kementerian Investasi dan BKPM mencatat realisasi investasi nasional tahun 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, melampaui target pemerintah sebesar 101,3 persen.
- Capaian investasi nasional berhasil menyerap 2,71 juta tenaga kerja domestik, yang menunjukkan pertumbuhan 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Distribusi investasi tahun 2025 tercatat lebih merata dengan 51,3 persen modal tersalurkan ke luar Pulau Jawa melalui sektor hilirisasi.
Suara.com - Kinerja sektor penanaman modal nasional menunjukkan tren positif sepanjang tahun lalu. Kementerian Investasi dan Hilirisasi sekaligus Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan bahwa akumulasi realisasi investasi pada tahun 2025 berhasil menyentuh angka Rp1.931,2 triliun.
Angka pencapaian tersebut sukses melampaui ekspektasi, karena setara dengan 101,3 persen dari target awal yang dicanangkan pemerintah yakni sebesar Rp1.905,6 triliun. Secara tahunan (year-on-year), performa investasi ini menunjukkan lonjakan pertumbuhan sebesar 12,7 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memaparkan bahwa aliran modal yang masuk tidak hanya berdampak pada angka makroekonomi, tetapi juga secara langsung membuka lapangan pekerjaan.
Sepanjang periode tersebut, proyek-proyek penanaman modal berhasil menyerap hingga 2,71 juta tenaga kerja dalam negeri, sebuah peningkatan sekitar 10,4 persen jika dikomparasikan dengan periode tahun sebelumnya.
Dalam agenda Rapat Kerja bersama jajaran Komisi XII DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026), Rosan merinci bahwa struktur permodalan tahun lalu didominasi oleh kekuatan modal dari dalam negeri.
"Lebih dari separuh investasi berasal dari dalam negeri atau PMDN sebesar 53,4 persen atau senilai Rp1.030,3 triliun. PMA (penanaman modal asing) berkontribusi 46,6 persen atau sebesar Rp900,9 triliun," ujar Rosan.
Selain capaian nilai investasi, tren positif lainnya terlihat pada distribusi aliran modal yang tidak lagi Jawasentris. Data BKPM memperlihatkan bahwa sebesar 51,3 persen dari keseluruhan total investasi, atau setara dengan dana sebesar Rp991,2 triliun, telah tersalurkan ke berbagai provinsi di luar Pulau Jawa.
"Ini terlihat bahwa investasi yang kian merata di Indonesia," katanya.
Keberhasilan dalam mendistribusikan pusat pertumbuhan ekonomi ini tidak lepas dari dorongan kuat pada sektor hilirisasi industri. Tercatat, sektor ini membukukan realisasi investasi mencapai Rp584,1 triliun, yang mencerminkan lonjakan impresif sebesar 43,3 persen dan menopang 30,2 persen dari keseluruhan nilai investasi nasional.
Untuk porsi terbesar atau sekitar 71,1 persen dari total proyek hilirisasi yang sedang berjalan saat ini berlokasi di luar Pulau Jawa..
"Wujud nyata upaya menciptakan nilai tambah di dalam negeri sekaligus mendorong pemerataan," pungkasnya.