Masa Depan Bandara Kertajati di Tangan AHY

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:56 WIB
Masa Depan Bandara Kertajati di Tangan AHY
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Pemerintah akan memindahkan sebagian operasional PTDI dari Bandung ke BIJB Kertajati guna mengatasi keterbatasan lahan fasilitas produksi.
  • Kertajati akan berfungsi sebagai pusat perakitan, perawatan, dan uji terbang pesawat untuk meningkatkan efisiensi serta kesiapan alutsista.
  • Bandung tetap dipertahankan sebagai pusat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia bagi industri penerbangan nasional.

Suara.com - Pemerintah menyiapkan pemindahan sebagian aktivitas PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dari Bandung ke kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, secara bertahap.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan relokasi dilakukan bukan untuk memindahkan seluruh aktivitas PTDI dari Bandung.

Menurutnya, Bandung tetap akan menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi, sedangkan Kertajati difokuskan sebagai pusat operasional industri.

"Tidak kemudian kita meninggalkan Bandung begitu saja karena Bandung harus tetap menjadi hub, sentra inovasi, brain-nya. Tetap bisa fokus pada urusan desain, riset, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia," kata AHY di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Potret Bandara Kertajati, Jawa Barat. (Dok. Bandara Kertajati)
Potret Bandara Kertajati, Jawa Barat. (Dok. Bandara Kertajati)

Sementara itu, Kertajati akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan operasional PTDI, mulai dari perakitan akhir (final assembly), maintenance, repair and overhaul (MRO), manufaktur, hingga fasilitas uji terbang (flight test).

"Sedangkan Kertajati kita kembangkan menjadi hub yang fokus pada operasionalnya, lebih pada final assembly, MRO, manufacturing, dan juga flight test. Ini dibutuhkan kebutuhan lahan dan akses logistik yang tersedia sebetulnya sudah semakin mumpuni karena lokasinya," ujarnya.

AHY menjelaskan pengembangan dilakukan karena fasilitas PTDI di Bandung mulai menghadapi keterbatasan ruang untuk mendukung ekspansi industri penerbangan nasional.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan relokasi ke Kertajati akan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama dimulai dengan memindahkan kegiatan uji terbang pesawat.

"Pertama kali akan kita manfaatkan adalah untuk semua flight test kami akan pindahkan ke Kertajati," kata Gita.

baca juga

Menurut dia, langkah tersebut akan segera dilakukan untuk mendukung peningkatan kesiapan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

"Tadi kami akan mulai bekerja mulai Agustus. Karena perintah dari Kemhan itu flight readiness TNI harus bisa naik pada tanggal 5 Oktober," katanya.

Setelah fasilitas uji terbang berjalan, PTDI akan melanjutkan pembangunan pusat maintenance, repair and overhaul (MRO). Selanjutnya, perusahaan akan memindahkan lini produksi pesawat secara bertahap ke Kertajati.

"Yang kedua tentunya MRO. Setelah ini fase yang kedua adalah kami akan membangun fasilitas MRO. Kemudian N219 produksi, itu adalah fase ketiga. Fase ketiga kita memindahkan lini-lini produksi ini ke Kertajati dan tentunya yang paling mungkin yang pertama kali dipindahkan adalah N219," tutur Gita.

Ia menjelaskan PTDI membutuhkan lahan sekitar 150 hingga 200 hektare di Kertajati. Kawasan tersebut nantinya akan menampung empat lini bisnis utama perusahaan, yakni manufaktur pesawat, MRO, aerostructure, dan pengembangan pesawat tanpa awak (drone).

"Keseluruhan fasilitas kami adalah 150 sampai 200 hektare. Itu terdiri dari manufacturing pesawat, MRO, aerostructure, dan kami mengarahkan PTDI ke depan membuat drone di situ," katanya.

Gita mengungkapkan salah satu alasan relokasi adalah keterbatasan fasilitas di Bandung. PTDI tidak lagi dapat melakukan uji terbang sejumlah pesawat karena panjang landasan pacu Bandara Husein Sastranegara tidak memenuhi kebutuhan.

"Kami menerbangkan pesawat MALE di Kertajati karena Bandung tidak bisa lagi kami menerbangkan UAV kami. Kemudian N219 juga tidak bisa di Bandung karena untuk pertama kali pesawat itu terbang memerlukan runway yang disyaratkan tiga kilometer. Bandung yang kurang lebih 2.400 meter sudah tidak bisa lagi digunakan bagi industri manufacturing flight," ungkapnya.

Selain itu, Kertajati dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik PTDI. Selama ini komponen pesawat yang diproduksi di Bandung harus dikirim ke Jakarta sebelum diterbangkan ke pelanggan di luar negeri.

"Besok di Kertajati kami tidak perlu itu lagi karena dari Kertajati bisa cargoing langsung, antarkan langsung ke end user kami di luar," pungkas Gita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap! Pesawat N219 Buatan PTDI Bakal Terbang Lagi

Siap-siap! Pesawat N219 Buatan PTDI Bakal Terbang Lagi

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:13 WIB

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Terkini

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Otomotif | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

News | Sabtu, 05 September 2026 | 19:00 WIB

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 18:59 WIB

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 18:56 WIB

Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta

Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 18:51 WIB

Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak

Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 18:49 WIB

Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 18:45 WIB

Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?

Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 18:45 WIB

Lima Parpol di DPRD Sepakati Wacana Memakzulkan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu

Lima Parpol di DPRD Sepakati Wacana Memakzulkan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu

Sumut | Sabtu, 05 September 2026 | 18:44 WIB

×