Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.580.000
Beli Rp2.455.000
IHSG 6.041,972
LQ45 599,903
Srikehati 294,680
JII 362,104
USD/IDR 18.060

Masa Depan Bandara Kertajati di Tangan AHY

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:56 WIB
Masa Depan Bandara Kertajati di Tangan AHY
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Pemerintah akan memindahkan sebagian operasional PTDI dari Bandung ke BIJB Kertajati guna mengatasi keterbatasan lahan fasilitas produksi.
  • Kertajati akan berfungsi sebagai pusat perakitan, perawatan, dan uji terbang pesawat untuk meningkatkan efisiensi serta kesiapan alutsista.
  • Bandung tetap dipertahankan sebagai pusat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia bagi industri penerbangan nasional.

Suara.com - Pemerintah menyiapkan pemindahan sebagian aktivitas PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dari Bandung ke kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, secara bertahap.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan relokasi dilakukan bukan untuk memindahkan seluruh aktivitas PTDI dari Bandung.

Menurutnya, Bandung tetap akan menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi, sedangkan Kertajati difokuskan sebagai pusat operasional industri.

"Tidak kemudian kita meninggalkan Bandung begitu saja karena Bandung harus tetap menjadi hub, sentra inovasi, brain-nya. Tetap bisa fokus pada urusan desain, riset, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia," kata AHY di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Potret Bandara Kertajati, Jawa Barat. (Dok. Bandara Kertajati)
Potret Bandara Kertajati, Jawa Barat. (Dok. Bandara Kertajati)

Sementara itu, Kertajati akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan operasional PTDI, mulai dari perakitan akhir (final assembly), maintenance, repair and overhaul (MRO), manufaktur, hingga fasilitas uji terbang (flight test).

"Sedangkan Kertajati kita kembangkan menjadi hub yang fokus pada operasionalnya, lebih pada final assembly, MRO, manufacturing, dan juga flight test. Ini dibutuhkan kebutuhan lahan dan akses logistik yang tersedia sebetulnya sudah semakin mumpuni karena lokasinya," ujarnya.

AHY menjelaskan pengembangan dilakukan karena fasilitas PTDI di Bandung mulai menghadapi keterbatasan ruang untuk mendukung ekspansi industri penerbangan nasional.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan relokasi ke Kertajati akan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama dimulai dengan memindahkan kegiatan uji terbang pesawat.

"Pertama kali akan kita manfaatkan adalah untuk semua flight test kami akan pindahkan ke Kertajati," kata Gita.

baca juga

Menurut dia, langkah tersebut akan segera dilakukan untuk mendukung peningkatan kesiapan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

"Tadi kami akan mulai bekerja mulai Agustus. Karena perintah dari Kemhan itu flight readiness TNI harus bisa naik pada tanggal 5 Oktober," katanya.

Setelah fasilitas uji terbang berjalan, PTDI akan melanjutkan pembangunan pusat maintenance, repair and overhaul (MRO). Selanjutnya, perusahaan akan memindahkan lini produksi pesawat secara bertahap ke Kertajati.

"Yang kedua tentunya MRO. Setelah ini fase yang kedua adalah kami akan membangun fasilitas MRO. Kemudian N219 produksi, itu adalah fase ketiga. Fase ketiga kita memindahkan lini-lini produksi ini ke Kertajati dan tentunya yang paling mungkin yang pertama kali dipindahkan adalah N219," tutur Gita.

Ia menjelaskan PTDI membutuhkan lahan sekitar 150 hingga 200 hektare di Kertajati. Kawasan tersebut nantinya akan menampung empat lini bisnis utama perusahaan, yakni manufaktur pesawat, MRO, aerostructure, dan pengembangan pesawat tanpa awak (drone).

"Keseluruhan fasilitas kami adalah 150 sampai 200 hektare. Itu terdiri dari manufacturing pesawat, MRO, aerostructure, dan kami mengarahkan PTDI ke depan membuat drone di situ," katanya.

Gita mengungkapkan salah satu alasan relokasi adalah keterbatasan fasilitas di Bandung. PTDI tidak lagi dapat melakukan uji terbang sejumlah pesawat karena panjang landasan pacu Bandara Husein Sastranegara tidak memenuhi kebutuhan.

"Kami menerbangkan pesawat MALE di Kertajati karena Bandung tidak bisa lagi kami menerbangkan UAV kami. Kemudian N219 juga tidak bisa di Bandung karena untuk pertama kali pesawat itu terbang memerlukan runway yang disyaratkan tiga kilometer. Bandung yang kurang lebih 2.400 meter sudah tidak bisa lagi digunakan bagi industri manufacturing flight," ungkapnya.

Selain itu, Kertajati dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik PTDI. Selama ini komponen pesawat yang diproduksi di Bandung harus dikirim ke Jakarta sebelum diterbangkan ke pelanggan di luar negeri.

"Besok di Kertajati kami tidak perlu itu lagi karena dari Kertajati bisa cargoing langsung, antarkan langsung ke end user kami di luar," pungkas Gita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap! Pesawat N219 Buatan PTDI Bakal Terbang Lagi

Siap-siap! Pesawat N219 Buatan PTDI Bakal Terbang Lagi

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:13 WIB

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Terkini

Pangeran William dan Keir Starmer Sangat Kecewa Setelah Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026

Pangeran William dan Keir Starmer Sangat Kecewa Setelah Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:49 WIB

Eks Jenderal TNI Jadi Bos Peruri, Ini Alasan BP BUMN

Eks Jenderal TNI Jadi Bos Peruri, Ini Alasan BP BUMN

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:47 WIB

5 Cara Atasi Pompa Air Nyala Tapi Air Tidak Mau Naik, Gratis Tanpa Panggil Tukang Servis

5 Cara Atasi Pompa Air Nyala Tapi Air Tidak Mau Naik, Gratis Tanpa Panggil Tukang Servis

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:43 WIB

Usai Dicek FBI, Don Ritto Berikut Tumpukan Emas dan Dolar Dilimpahkan ke Kejagung Besok!

Usai Dicek FBI, Don Ritto Berikut Tumpukan Emas dan Dolar Dilimpahkan ke Kejagung Besok!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:40 WIB

Resmi! Iran Siap Angkat Senjata Melawan Amerika Serikat

Resmi! Iran Siap Angkat Senjata Melawan Amerika Serikat

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:39 WIB

DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600

DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:36 WIB

Hyunsuk CIX Gabung Study Group 2, Bakal Jadi Musuh Utama Hwang Minhyun

Hyunsuk CIX Gabung Study Group 2, Bakal Jadi Musuh Utama Hwang Minhyun

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:30 WIB

Hilang 3 Hari, Eks Sales Rokok di Nganjuk Ditemukan Terkubur Tak Wajar di Pekarangan Rumah

Hilang 3 Hari, Eks Sales Rokok di Nganjuk Ditemukan Terkubur Tak Wajar di Pekarangan Rumah

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:28 WIB

3 Zodiak Paling Dibenci karena Sifatnya yang Nyebelin, Ada Favoritmu?

3 Zodiak Paling Dibenci karena Sifatnya yang Nyebelin, Ada Favoritmu?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:27 WIB

Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional

Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:27 WIB

×