DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:36 WIB
DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600
Ilustrasi IHSG. [ANTARA]
baca 10 detik
  • PT Bank DBS Indonesia memproyeksikan IHSG berpotensi menguat hingga mencapai level 8.000 berkat stabilitas ekonomi serta kinerja emiten.
  • Optimisme penguatan pasar saham didorong oleh valuasi yang menarik serta kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yang tepat.
  • Nilai tukar rupiah diprediksi menguat ke kisaran Rp17.600 jika bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga acuan stabil.

Suara.com - PT Bank DBS Indonesia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat dan rupiah kembali stabil. 

Adapun IHSG diramal menguat hingga menyentuh level 8.000. Proyeksi ini bisa terjadi jika  membaiknya prospek kinerja emiten, stabilitas ekonomi nasional, serta meredanya sentimen negatif yang selama ini membebani pasar keuangan Indonesia.

Head of Investment and Insurance Product DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, mengatakan proyeksi tersebut telah mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari isu klasifikasi pasar oleh MSCI, nilai tukar rupiah yang saat ini berada di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, hingga valuasi pasar saham Indonesia yang dinilai masih menarik dengan price to earnings (PE) ratio sekitar 13 kali.

"Kami melihat IHSG akan mencapai level 8.000. Proyeksi ini sudah mengakomodasi beberapa faktor, termasuk isu MSCI, nilai tukar rupiah yang berada di sekitar Rp18.000 per dolar AS, serta valuasi pasar dengan PE ratio sekitar 13 kali. Perhitungan standar deviasi juga sudah kami masukkan dalam proyeksi tersebut," jelas Djoko.

Menurut dia, saat ini pasar saham Indonesia masih berada pada kondisi sekitar minus dua standar deviasi. 

Namun, apabila valuasi kembali ke kisaran normal atau satu standar deviasi, maka ruang penguatan IHSG dinilai masih cukup besar.

Bank DBS
Bank DBS

Djoko menilai, optimisme tersebut tidak lagi semata-mata bergantung pada keputusan MSCI terkait status pasar modal Indonesia.

Menurutnya, berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia menunjukkan arah yang tepat sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor.

"Terlepas dari keputusan MSCI pada November nanti, kami melihat berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia sudah berada di jalur yang benar atau on track. Hal itu juga tercermin dari lembaga pemeringkat yang masih mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level investment grade dengan outlook stabil," bebernya.

baca juga

Selain optimistis terhadap pasar saham, DBS Indonesia juga memperkirakan nilai tukar rupiah berpeluang menguat dari posisi saat ini apabila kondisi global. Khususnya,  kebijakan moneter Amerika Serikat, berjalan sesuai ekspektasi.

Djoko mengatakan, proyeksi Chief Investment Officer (CIO) DBS memperkirakan rupiah dapat kembali menguat ke kisaran Rp17.600 hingga sekitar Rp17.700 per dolar AS, apabila bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan atau tidak kembali bersikap lebih agresif.

"Ekspektasi CIO kami, apabila The Fed mempertahankan tren suku bunganya tetap datar, maka rupiah berpeluang kembali menguat ke kisaran Rp17.600 hingga sekitar Rp17.700 per dolar AS. 

Meski demikian, DBS menegaskan, seluruh proyeksi tersebut masih bergantung pada perkembangan ekonomi global, arah kebijakan The Fed, serta dinamika pasar keuangan internasional dalam beberapa bulan mendatang.

"Namun, apabila The Fed kembali menaikkan suku bunga hingga setidaknya empat persen, maka seluruh proyeksi tersebut tentu akan berubah karena nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter Amerika Serikat," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan

IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:58 WIB

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:48 WIB

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:35 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Terkini

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Video | Kamis, 03 September 2026 | 21:55 WIB

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 21:53 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:52 WIB

Febrie Bungkam Usai Dicecar Tim 9 Kejagung 50 Pertanyaan!

Febrie Bungkam Usai Dicecar Tim 9 Kejagung 50 Pertanyaan!

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:50 WIB

PJOK Demutualisasi Bursa Akan Perbolehkan Danantara Kuasai Lebih dari 5 Persen Saham BEI

PJOK Demutualisasi Bursa Akan Perbolehkan Danantara Kuasai Lebih dari 5 Persen Saham BEI

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 21:47 WIB

Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap

Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 21:45 WIB

Anggota DPR Tantang Kepala BGN Taruhan: Keracunan MBG Pasti Terulang Kalau Tata Kelola Buruk!

Anggota DPR Tantang Kepala BGN Taruhan: Keracunan MBG Pasti Terulang Kalau Tata Kelola Buruk!

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:37 WIB

Bansos Diputus Gara-gara Judol, Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Datangi Rumah Nenek Darmi

Bansos Diputus Gara-gara Judol, Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Datangi Rumah Nenek Darmi

Jawa Tengah | Kamis, 03 September 2026 | 21:37 WIB

Lima Perusahaan Kena Sanksi Karhutla Kalbar, Izin Dibekukan dan Wajib Pulihkan Lingkungan

Lima Perusahaan Kena Sanksi Karhutla Kalbar, Izin Dibekukan dan Wajib Pulihkan Lingkungan

Kalbar | Kamis, 03 September 2026 | 21:37 WIB

Aparat Diduga Biarkan Ormas 'Pukul' Demonstran, Aktivis: Taktik Orde Baru yang Berbahaya!

Aparat Diduga Biarkan Ormas 'Pukul' Demonstran, Aktivis: Taktik Orde Baru yang Berbahaya!

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:22 WIB

×