Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.580.000
Beli Rp2.455.000
IHSG 6.041,972
LQ45 599,903
Srikehati 294,680
JII 362,104
USD/IDR 18.060

DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:36 WIB
DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600
Ilustrasi IHSG. [ANTARA]
baca 10 detik
  • PT Bank DBS Indonesia memproyeksikan IHSG berpotensi menguat hingga mencapai level 8.000 berkat stabilitas ekonomi serta kinerja emiten.
  • Optimisme penguatan pasar saham didorong oleh valuasi yang menarik serta kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yang tepat.
  • Nilai tukar rupiah diprediksi menguat ke kisaran Rp17.600 jika bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga acuan stabil.

Suara.com - PT Bank DBS Indonesia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat dan rupiah kembali stabil. 

Adapun IHSG diramal menguat hingga menyentuh level 8.000. Proyeksi ini bisa terjadi jika  membaiknya prospek kinerja emiten, stabilitas ekonomi nasional, serta meredanya sentimen negatif yang selama ini membebani pasar keuangan Indonesia.

Head of Investment and Insurance Product DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, mengatakan proyeksi tersebut telah mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari isu klasifikasi pasar oleh MSCI, nilai tukar rupiah yang saat ini berada di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, hingga valuasi pasar saham Indonesia yang dinilai masih menarik dengan price to earnings (PE) ratio sekitar 13 kali.

"Kami melihat IHSG akan mencapai level 8.000. Proyeksi ini sudah mengakomodasi beberapa faktor, termasuk isu MSCI, nilai tukar rupiah yang berada di sekitar Rp18.000 per dolar AS, serta valuasi pasar dengan PE ratio sekitar 13 kali. Perhitungan standar deviasi juga sudah kami masukkan dalam proyeksi tersebut," jelas Djoko.

Menurut dia, saat ini pasar saham Indonesia masih berada pada kondisi sekitar minus dua standar deviasi. 

Namun, apabila valuasi kembali ke kisaran normal atau satu standar deviasi, maka ruang penguatan IHSG dinilai masih cukup besar.

Bank DBS
Bank DBS

Djoko menilai, optimisme tersebut tidak lagi semata-mata bergantung pada keputusan MSCI terkait status pasar modal Indonesia.

Menurutnya, berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia menunjukkan arah yang tepat sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor.

"Terlepas dari keputusan MSCI pada November nanti, kami melihat berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia sudah berada di jalur yang benar atau on track. Hal itu juga tercermin dari lembaga pemeringkat yang masih mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level investment grade dengan outlook stabil," bebernya.

baca juga

Selain optimistis terhadap pasar saham, DBS Indonesia juga memperkirakan nilai tukar rupiah berpeluang menguat dari posisi saat ini apabila kondisi global. Khususnya,  kebijakan moneter Amerika Serikat, berjalan sesuai ekspektasi.

Djoko mengatakan, proyeksi Chief Investment Officer (CIO) DBS memperkirakan rupiah dapat kembali menguat ke kisaran Rp17.600 hingga sekitar Rp17.700 per dolar AS, apabila bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan atau tidak kembali bersikap lebih agresif.

"Ekspektasi CIO kami, apabila The Fed mempertahankan tren suku bunganya tetap datar, maka rupiah berpeluang kembali menguat ke kisaran Rp17.600 hingga sekitar Rp17.700 per dolar AS. 

Meski demikian, DBS menegaskan, seluruh proyeksi tersebut masih bergantung pada perkembangan ekonomi global, arah kebijakan The Fed, serta dinamika pasar keuangan internasional dalam beberapa bulan mendatang.

"Namun, apabila The Fed kembali menaikkan suku bunga hingga setidaknya empat persen, maka seluruh proyeksi tersebut tentu akan berubah karena nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter Amerika Serikat," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan

IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:58 WIB

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:48 WIB

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:35 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Terkini

Hyunsuk CIX Gabung Study Group 2, Bakal Jadi Musuh Utama Hwang Minhyun

Hyunsuk CIX Gabung Study Group 2, Bakal Jadi Musuh Utama Hwang Minhyun

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:30 WIB

Hilang 3 Hari, Eks Sales Rokok di Nganjuk Ditemukan Terkubur Tak Wajar di Pekarangan Rumah

Hilang 3 Hari, Eks Sales Rokok di Nganjuk Ditemukan Terkubur Tak Wajar di Pekarangan Rumah

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:28 WIB

3 Zodiak Paling Dibenci karena Sifatnya yang Nyebelin, Ada Favoritmu?

3 Zodiak Paling Dibenci karena Sifatnya yang Nyebelin, Ada Favoritmu?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:27 WIB

Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional

Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:27 WIB

Efek AS Blokir Selat Hormuz Sudah Terasa, Tanker Minyak Menuju Iran Lumpuh

Efek AS Blokir Selat Hormuz Sudah Terasa, Tanker Minyak Menuju Iran Lumpuh

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:25 WIB

Bedak Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia? Ini 5 Produk Lokal yang Murah

Bedak Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia? Ini 5 Produk Lokal yang Murah

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:25 WIB

Gelegar Ledakan di Malam Sunyi: Toko Sembako di Mojoagung Ludes Terbakar, Satu Korban Terluka

Gelegar Ledakan di Malam Sunyi: Toko Sembako di Mojoagung Ludes Terbakar, Satu Korban Terluka

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:21 WIB

Emas Diprediksi Meroket ke Level Tinggi Imbas Aksi Borong Bank Sentral Dunia

Emas Diprediksi Meroket ke Level Tinggi Imbas Aksi Borong Bank Sentral Dunia

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:18 WIB

DPR Minta BPJS dan Danantara Bantu Pasar Modal Redam Dana Asing yang Keluar

DPR Minta BPJS dan Danantara Bantu Pasar Modal Redam Dana Asing yang Keluar

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:17 WIB

Final Piala Dunia 2026 Hari Apa? Catat Tanggal, Jam, dan Cara Nonton Resminya

Final Piala Dunia 2026 Hari Apa? Catat Tanggal, Jam, dan Cara Nonton Resminya

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:16 WIB

×