Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!

M Nurhadi

Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:19 WIB
IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
baca 10 detik
  • IHSG diproyeksikan mengalami tekanan koreksi pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, setelah bursa Amerika Serikat ditutup melemah.
  • Pergerakan IHSG diperkirakan menguji rentang support 6.050 hingga 6.070 dengan batas resistance di level 6.130 sampai 6.150.
  • Sentimen negatif global dipicu oleh pelemahan sektor teknologi serta kebijakan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank of Korea.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan rawan mengalami tekanan koreksi pada sesi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/7/2026).

Perkiraan penurunan ini membayangi performa indeks setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berhasil parkir di zona hijau dengan menguat 1,1 persen.

Mengacu pada analisis teknikal dari BNI Sekuritas, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan menguji rentang area support di level 6.050 hingga 6.070. Sementara itu, untuk area batasan resistance psikologis diproyeksikan berada pada kisaran level 6.130 sampai 6.150.

Pada perdagangan hari sebelumnya, penguatan IHSG turut disokong oleh aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing yang mencapai nilai sekitar Rp283 miliar. Berdasarkan data aliran modal, deretan saham yang paling banyak diakumulasi oleh pemodal internasional meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Sebagai panduan taktis bagi para pelaku pasar di tengah potensi volatilitas harian, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP®, merilis beberapa ide perdagangan (trading ideas) untuk sejumlah saham potensial, antara lain:

  • BBRI (Speculative Buy): Area beli di Rp2.840–Rp2.860, batasan cut loss di bawah Rp2.810, dengan target terdekat pada kisaran Rp2.920–Rp3.000.
  • BUMI (Speculative Buy): Area beli di Rp147–Rp149, batasan cut loss di bawah Rp144, dengan target terdekat pada sasaran Rp151–Rp153.
  • BRPT (Buy if Break): Eksekusi beli jika menembus Rp1.700, batasan cut loss di bawah Rp1.685, dengan target harga terdekat di level Rp1.720–Rp1.745.
  • TLKM (Speculative Buy): Area beli di Rp2.500–Rp2.530, batasan cut loss di bawah Rp2.490, dengan target terdekat pada harga Rp2.550–Rp2.570.
  • ADMR (Buy on Weakness): Area beli di Rp1.510–Rp1.530, batasan cut loss di bawah Rp1.500, dengan target terdekat pada kisaran Rp1.550–Rp1.580.
  • MEDC (Speculative Buy): Area beli di level Rp1.260, batasan cut loss di bawah Rp1.245, dengan target terdekat dipatok pada kisaran Rp1.280–Rp1.290.

Potensi pembalikan arah IHSG ke zona merah hari ini dipicu oleh sentimen negatif eksternal, di mana bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup kompak melemah pada perdagangan Kamis (16/7/2026) malam. Aksi lepas saham secara masif pada sektor teknologi membayangi rilis laporan keuangan kuartalan emiten yang sebenarnya mencatat hasil solid.

Pada penutupan perdagangan, indeks S&P 500 terkoreksi 0,51 persen, indeks Nasdaq Composite yang padat saham teknologi melosat turun 1,47 persen, dan indeks Dow Jones Industrial Average berkurang 0,20 persen.

Tekanan utama bersumber dari sektor semikonduktor setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) mengumumkan kenaikan alokasi belanja modal (capex) tahun ini menjadi USD60 miliar hingga USD64 billion.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dari panduan sebelumnya yang sebesar USD52 miliar hingga USD56 miliar. Meski kinerja laba kuartal II melampaui ekspektasi, harga saham TSMC tetap turun lebih dari 2 persen.

baca juga

Kondisi tersebut menjalar ke instrumen ETF VanEck Semiconductor (SMH) yang merosot hampir 4 persen, serta koreksi tajam di atas 5 persen pada saham Arm Holdings.

Tren pelemahan serupa juga menimpa saham raksasa teknologi lain seperti Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), dan Broadcom yang masing-masing anjlok di atas 5 persen, sementara saham SK Hynix yang melantai di AS jatuh lebih dari 13 persen.

Di samping itu, induk Google, Alphabet, ikut melemah lebih dari 4 persen akibat kabar penundaan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) teranyarnya, Gemini 3.5 Pro.

Meskipun demikian, data makroekonomi AS menunjukkan daya beli konsumen masih relatif kokoh di tengah tekanan inflasi. Klaim tunjangan pengangguran mingguan per 11 Juli tercatat hanya sebesar 208.000, lebih rendah dari perkiraan ekonom yang sebesar 218.000, sementara penjualan ritel periode Juni tumbuh 0,2 persen, sejalan dengan ekspektasi pasar.

Dari regional Asia, pergerakan bursa saham ditutup bervariatif dengan tekanan terdalam dialami oleh bursa saham Korea Selatan akibat volatilitas tinggi di sektor produsen cip. Indeks MSCI Emerging Markets Asia terpangkas 1,4 persen, didorong oleh kejatuhan indeks KOSPI yang anjlok signifikan hingga 6,4 persen pada akhir perdagangan.

Aksi jual massal tersebut menghantam dua emiten semikonduktor terbesar Korea Selatan, yakni SK Hynix yang merosot 11,5 persen dan Samsung Electronics yang melemah 8,8 persen. Sentimen pengetatan pasar ini terjadi setelah Bank of Korea (BOK) mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) untuk pertama kalinya sejak Januari 2023 demi menjaga stabilitas nilai tukar mata uang won.

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi jurnalistik publik dan edukasi mengenai pasar modal harian. Seluruh analisis teknikal, peta pergerakan indeks, kode saham, serta rekomendasi pilihan saham di atas merujuk pada rilis riset sekuritas terkait dan bukan merupakan bentuk jaminan keuntungan, ajakan, ataupun perintah mutlak untuk bertransaksi. Segala risiko atas keputusan investasi mandiri yang diambil oleh pembaca sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik

Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:42 WIB

IHSG Melonjak ke Level 6.100, WIFI Jadi Jagoan

IHSG Melonjak ke Level 6.100, WIFI Jadi Jagoan

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 16:36 WIB

Investor Asing Borong Saham Rp1 Triliun di Sesi I, PADI hingga BMRI Jadi Incaram

Investor Asing Borong Saham Rp1 Triliun di Sesi I, PADI hingga BMRI Jadi Incaram

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:34 WIB

IHSG Nyaman di Level 6.000, Saham WIFI Melesat

IHSG Nyaman di Level 6.000, Saham WIFI Melesat

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:18 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Positif di Awal Perdagangan, RANS Masih Diburu

IHSG Lanjutkan Tren Positif di Awal Perdagangan, RANS Masih Diburu

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:19 WIB

DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600

DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:36 WIB

Terkini

Kisah Tragis Gatot yang Dieksekusi Anak Angkat Secara Sadis di Nganjuk

Kisah Tragis Gatot yang Dieksekusi Anak Angkat Secara Sadis di Nganjuk

Jatim | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:15 WIB

Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam

Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:07 WIB

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang  Gurih dan Empuk!

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB

Tak Ada Jalan, Perahu Jadi Andalan Siswa Berangkat Sekolah di Muara Gembong

Tak Ada Jalan, Perahu Jadi Andalan Siswa Berangkat Sekolah di Muara Gembong

Foto | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB

As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang

As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB

RI Masih Dapat Berkah dari Geopolitik, Investasi Tetap Mengalir Rp1.010,6 T di Semester I

RI Masih Dapat Berkah dari Geopolitik, Investasi Tetap Mengalir Rp1.010,6 T di Semester I

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:58 WIB

Indonesia Masuki Era Penduduk Menua, Lansia Butuh Banyak Rumah Sehat

Indonesia Masuki Era Penduduk Menua, Lansia Butuh Banyak Rumah Sehat

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:51 WIB

Breakingnews! Selat Hormuz di Ambang Lumpuh Total

Breakingnews! Selat Hormuz di Ambang Lumpuh Total

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:49 WIB

Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik

Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:42 WIB

5 Manfaat Tretinoin untuk Kulit Wajah, Lebih dari Sekadar Obat Jerawat

5 Manfaat Tretinoin untuk Kulit Wajah, Lebih dari Sekadar Obat Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:38 WIB

×