- Realisasi investasi Indonesia semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Investasi tersebut tersebar di berbagai sektor dan wilayah, dengan distribusi modal di luar Pulau Jawa mencapai 50,2 persen.
- Capaian investasi selama Januari hingga Juni 2026 berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 1.448.862 orang di seluruh Indonesia.
Suara.com - Realisasi investasi di Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau setara 49,5 persen dari target investasi nasional tahun ini sebesar Rp2.041,3 triliun. Nilai tersebut meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan capaian tersebut diraih di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi global. Menurut dia, komitmen investor untuk menanamkan modal di Indonesia masih sejalan dengan target yang telah ditetapkan pemerintah.
"Di tengah masih tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini, komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau Foreign Direct Investment ini masih in line dengan target yang dicanangkan, yang diset-up oleh Bappenas kepada kami untuk tahun di 2026 ini," kata Rosan dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (17/7/2026).
Rosan menjelaskan, realisasi investasi sepanjang Januari-Juni 2026 terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp502,9 triliun atau 49,8 persen dari total investasi. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp507,6 triliun.
![Ilustrasi investasi sekotr pertambangan di Kaltim. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/30/35576-ilustrasi-investasi-sekotr-pertambangan-di-kaltim-ist.jpg)
Dari sisi wilayah, investasi di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp502,8 triliun atau 49,8 persen dari total realisasi. Sedangkan investasi di luar Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau 50,2 persen.
Selain mendorong pertumbuhan investasi, Rosan mengatakan realisasi tersebut juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja yang mencapai 1.448.862 orang atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan semester I tahun lalu.
"Dan yang paling penting adalah kita bisa lihat di sini, penyerapan tenaga kerjanya itu mencapai 1.448.862 orang, atau kurang lebih peningkatan 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.
Berdasarkan daerah tujuan investasi, DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar sepanjang semester I 2026 sebesar Rp173,2 triliun. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat Rp138,1 triliun, Jawa Timur Rp72,7 triliun, Sulawesi Tengah Rp68,7 triliun, dan Banten Rp66,3 triliun.
Sementara berdasarkan sektor usaha, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp150,4 triliun atau 14,9 persen dari total investasi.
Disusul jasa lainnya yang didominasi pembangunan data center sebesar Rp114 triliun, sektor pertambangan Rp105 triliun, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi 10,2 persen, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp85,5 triliun.
Rosan menambahkan, Singapura masih menjadi investor terbesar Indonesia pada semester I 2026 dengan nilai investasi mencapai 8,8 miliar dolar AS. Selanjutnya Hong Kong sebesar 7,8 miliar dolar AS, Tiongkok 3,9 miliar dolar AS, Jepang 1,9 miliar dolar AS, dan Amerika Serikat 1,7 miliar dolar AS.