- Indonesia menghadapi fenomena penuaan penduduk dengan banyaknya lansia yang tinggal di hunian tidak layak huni.
- PT Triputra Agro Persada Tbk melaksanakan Program PONDASI untuk merenovasi rumah dan memperbaiki sanitasi warga lansia.
- Inisiatif di Desa Merapun ini memberikan hunian yang aman serta sehat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Suara.com - Indonesia tengah menghadapi fenomena ageing population atau penuaan penduduk. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat proporsi penduduk lanjut usia (lansia) kini telah melampaui 10 persen dari total populasi nasional. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi kelompok lansia semakin mendesak.
Masih banyak lansia di wilayah pedesaan yang harus menjalani hari tua seorang diri di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Bangunan yang mulai lapuk, ventilasi yang kurang memadai, hingga sanitasi yang terbatas menjadi tantangan yang berpotensi memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup mereka.
Kondisi serupa juga ditemukan di Desa Merapun, Kalimantan Timur. Sejumlah warga lanjut usia di desa tersebut masih menempati rumah yang mengalami penurunan kualitas bangunan akibat usia bangunan dan keterbatasan ekonomi.
![Lansia di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Mandalika [Suara.com/Buniamin]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/17/47579-lansia.jpg)
Melihat kondisi itu, emiten perkebunan kelapa sawit PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) melalui program tanggung jawab sosial TAP Untuk Negeri bersama anak usahanya PT Yudha Wahana Abadi (YWA) kembali menjalankan Program Renovasi dan Sanitasi (PONDASI).
Program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui renovasi rumah agar menjadi lebih aman, sehat, nyaman, dan layak dihuni, khususnya bagi masyarakat lanjut usia.
Upaya tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pentingnya rumah sehat sebagai salah satu faktor penentu kesehatan masyarakat.
Melalui Program PONDASI, renovasi tidak hanya dilakukan pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga mencakup perbaikan fasilitas sanitasi. Dengan demikian, rumah tidak sekadar menjadi tempat berlindung, melainkan juga ruang yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan penghuninya.
Kepala Desa Merapun, Lobrik John, menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Program Renovasi dan Sanitasi (PONDASI) ini memberikan manfaat yang nyata, khususnya bagi warga lanjut usia yang kini dapat tinggal di rumah yang lebih layak, aman, dan sehat. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak positifnya," ujarnya seperti dikutip, Jumat (17/7/2026).
Bagi para lansia, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga ruang untuk menjalani kehidupan dengan rasa aman dan bermartabat. Kehadiran hunian yang sehat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan fisik maupun psikologis mereka.
Melalui Program PONDASI, TAP Untuk Negeri berupaya menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui peningkatan ekonomi, tetapi juga dengan menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak huni.
Rumah yang layak dinilai menjadi fondasi bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat juga diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kualitas hidup kelompok rentan, termasuk para lansia.
Di tengah meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia, inisiatif seperti Program PONDASI diharapkan dapat menginspirasi semakin banyak perusahaan untuk berkontribusi menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat.
Sebab, kualitas sebuah bangsa juga tercermin dari bagaimana masyarakat memberikan perhatian dan penghormatan kepada para lansia yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan.