Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Bos Pertamina Akui Kenaikan Harga Pertamax Picu Kelangkaan BBM Subsidi: Saya Minta Maaf!

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:41 WIB
Bos Pertamina Akui Kenaikan Harga Pertamax Picu Kelangkaan BBM Subsidi: Saya Minta Maaf!
Pengendara melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Pertamina, Jakarta, Selasa (10/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pertamina: Kelangkaan dipicu lonjakan konsumsi Pertalite dan Biosolar.
  • Penyaluran Pertalite capai 104%, Biosolar 105% dari konsumsi normal.
  • Pertamina tambah pasokan, armada, dan jam operasional SPBU.

Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mengakui bahwa penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang memicu antrean panjang di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir imbas karena kenaikan harga BBM non-subsidi.

Perusahaan menyebut lonjakan konsumsi Pertalite dan Biosolar akibat pergeseran penggunaan BBM non subsidi menjadi faktor utama yang membuat distribusi sempat terganggu.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, mengatakan fenomena tersebut terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Sumatera, yang diikuti aksi pembelian berlebihan (panic buying) oleh masyarakat.

"Kami menyadari bahwa pada beberapa waktu terakhir masih terjadi antrean dan pembelian secara berlebihan atau panic buying di beberapa wilayah di Sumatera secara umum yang juga dipengaruhi oleh kenaikan ataupun shifting dari konsumsi BBM kepada BBM subsidi yaitu Pertalite dan Solar," ujar Taufik dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Menurut Taufik, lonjakan konsumsi tersebut tidak langsung dapat direspons melalui distribusi karena adanya jeda waktu (lagging) dalam penyesuaian pasokan ke lembaga penyalur dan SPBU.

"Dan juga mungkin ada lagging dalam distribusi untuk merespons peningkatan volume penyerapan BBM bersubsidi tersebut ke lembaga penyalur," katanya.

Atas kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak oleh kelangkaan dan antrean panjang di sejumlah SPBU.

"Atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat kami menyampaikan permohonan maaf," tutur Taufik.

Ia menjelaskan, realisasi penyaluran harian sepanjang Juli 2026 menunjukkan adanya lonjakan permintaan yang cukup signifikan. Penyaluran Pertalite telah mencapai 104 persen dibanding rata-rata konsumsi normal, sementara Solar atau Biosolar menyentuh 105 persen.

baca juga

Untuk mempercepat normalisasi pasokan di lapangan, Pertamina Patra Niaga melakukan penebalan stok dan pengaturan ulang distribusi. Langkah tersebut mencakup penambahan armada mobil tangki, perpanjangan jam operasional SPBU, hingga percepatan pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU.

Selain itu, perusahaan juga menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di berbagai wilayah guna mempercepat pemulihan distribusi.

"Kemudian juga tentunya koordinasi dengan Forkopimda setempat untuk mengoordinasi mempercepat normalisasi kondisi di lapangan," ujarnya.

Di tengah meningkatnya permintaan, Pertamina memastikan kondisi stok energi nasional masih berada pada level aman. Per 16 Juli 2026, total stok BBM dan LPG secara nasional tercatat mencapai 3,61 juta kiloliter dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Perseroan juga menyatakan akan terus memantau perkembangan konsumsi harian agar distribusi dapat disesuaikan secara cepat apabila terjadi lonjakan permintaan di wilayah tertentu.

Sebelumnya, kelangkaan Pertalite dan Biosolar terjadi di sejumlah SPBU di Kota Medan sejak 13 Juli 2026. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengantre panjang untuk mendapatkan BBM bersubsidi, bahkan sebagian memilih beralih menggunakan BBM non subsidi demi menjaga aktivitas tetap berjalan.

Selain Medan, gangguan pasokan BBM bersubsidi juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain, termasuk Ketapang, Kalimantan Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?

Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 16:15 WIB

Kelangkaan Pertalite Meluas, ESDM Turunkan Tim Usut Masalah Distribusi BBM

Kelangkaan Pertalite Meluas, ESDM Turunkan Tim Usut Masalah Distribusi BBM

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:20 WIB

Siap-siap BBM Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Telah Melonjak 4 Hari

Siap-siap BBM Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Telah Melonjak 4 Hari

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:09 WIB

Terkini

Masih Terpusat di Jawa, Distribusi E-Commerce ke Maluku dan Papua Jadi Tantangan

Masih Terpusat di Jawa, Distribusi E-Commerce ke Maluku dan Papua Jadi Tantangan

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:38 WIB

Apa FIFA Berani Hukum Berat Argentina Usai Aksi Provokatif Lionel Messi Cs?

Apa FIFA Berani Hukum Berat Argentina Usai Aksi Provokatif Lionel Messi Cs?

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:38 WIB

AI Perparah Krisis Chip, Produksi Mobil Turut Terancam

AI Perparah Krisis Chip, Produksi Mobil Turut Terancam

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:36 WIB

Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia

Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:33 WIB

Daftar 5 Mobil Bekas Irit BBM yang Bisa Jadi Alternatif Mobil Hybrid

Daftar 5 Mobil Bekas Irit BBM yang Bisa Jadi Alternatif Mobil Hybrid

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:32 WIB

Digitalisasi Pelabuhan Pangkas Proses Bisnis, Layanan Kapal Makin Cepat

Digitalisasi Pelabuhan Pangkas Proses Bisnis, Layanan Kapal Makin Cepat

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:31 WIB

Ledakan Keras Guncang Doha Qatar!

Ledakan Keras Guncang Doha Qatar!

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:31 WIB

Ulasan Novel Semesta Thalita, Ketika Kata Pulang Tak Lagi Bermakna

Ulasan Novel Semesta Thalita, Ketika Kata Pulang Tak Lagi Bermakna

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:30 WIB

Polresta Malang Kota Bongkar 3,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Jaringan DPO

Polresta Malang Kota Bongkar 3,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Jaringan DPO

Malang | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:22 WIB

IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!

IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:19 WIB

×