- Kementerian ESDM menetapkan ICP Juni 2026 sebesar 83,45 dolar AS per barel, turun dari bulan sebelumnya.
- Penurunan harga terjadi akibat meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah serta perubahan dinamika pasokan minyak global.
- Pemerintah memproyeksikan harga minyak periode Juli 2026 akan kembali melandai pada kisaran 67 hingga 71 dolar AS.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Juni 2026 sebesar 83,45 dolar AS per barel.
Angka ini mengalami penurunan sebesar 23,11dolar AS per barel dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 106,56 dolar AS per barel.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 282.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa penurunan signifikan ini didorong oleh meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sepanjang Juni.
"Penurunan ini secara umum dipengaruhi oleh tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang cenderung mereda sepanjang bulan Juni," kata Laode lewat keterangannya yang dikutip pada Sabtu (18/7/2026).
Selain faktor geopolitik, penurunan harga juga dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan global.
![Ilustrasi harga minyak dunia. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/54068-ilustrasi-harga-minyak-dunia.jpg)
International Energy Agency (IEA) memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak dunia tertahan di angka 1,1 juta barel per hari (bph).
Di sisi lain, kelompok negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+, termasuk Rusia, mulai meningkatkan volume produksinya.
Berikut rincian pergerakan rata-rata harga minyak mentah utama pada Juni 2026 dibandingkan Mei 2026:
- ICP Minyak Mentah Indonesia: Turun 23,11 dolar AS dari 106,56 dolar AS menjadi 83,45 dolar AS per barel.
- Brent (ICE): Turun 18,73 dolar AS dari 103,71 dolar AS menjadi 84,98 dolar AS per barel.
- WTI (Nymex): Turun 16,11 dolar AS dari 98,51 dolar AS menjadi 82,41 dolar AS per barel.
- Dated Brent: Turun 21,42 dolar AS dari 107,55 dolar AS menjadi 86,13 dolar AS per barel.
- Basket OPEC: Turun 23,52 dolar AS dari 114,55 dolar AS menjadi 91,03 dolar AS per barel (data hingga 28 Juni).
Untuk periode Juli 2026, pemerintah memproyeksikan ICP akan terus melandai pada kisaran 67 dolar AS hingga 71 dolar AS per barel.
Namun, realisasi tersebut tetap bergantung pada stabilitas keamanan di Timur Tengah dan potensi risiko gangguan produksi baru.
"Pemerintah terus memantau perkembangan pasar internasional secara berkala guna memastikan kestabilan harga dan ketahanan energi nasional. Kami memastikan formula ICP tetap transparan mencerminkan dinamika pasar internasional agar tetap akuntabel bagi keuangan negara," pungkas Laode.