- PT Jasa Marga menjadi mentor pengelolaan Command Center bagi empat BUMN dalam program Marketing Center of Excellence PT Danantara.
- Kegiatan berlangsung di Jasamarga Tollroad Command Center Bekasi untuk berbagi praktik terbaik terkait manajemen respons krisis dan layanan.
- Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapabilitas pelayanan publik lintas BUMN melalui pertukaran pengetahuan dan internalisasi budaya melayani dengan maksimal.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjadi mentor pengelolaan Command Center Management dalam program Marketing Center of Excellence (CoE) yang diinisiasi PT Danantara Asset Management (DAM).
Program tersebut dirancang sebagai wadah transfer pengetahuan, pertukaran praktik terbaik, dan penguatan kapabilitas pelayanan lintas BUMN.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong internalisasi budaya Melayani Sepenuh Hati (MSH) secara berkelanjutan.
Dalam program mentoring tersebut, Jasa Marga membagikan pengalaman pada dua fokus utama, yakni Integrated Service Monitoring serta Incident & Crisis Response Management.
Kegiatan bertema "Command Center Management: Turning Information into Decisions, Decisions into Actions, and Actions into Public Trust" itu digelar di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi.
Empat BUMN yang mengikuti program sebagai mentee yakni PT PLN (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT Kereta Commuter Indonesia. Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring oleh perwakilan dari 22 BUMN sektor pelayanan publik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Managing Director Human Capital PT Danantara Asset Management Agus Dwi Handaya dan Senior Director Chief Marketing Officer PT Danantara Asset Management Dendi T. Danianto.
Dari Jasa Marga, hadir Direktur Utama Rivan A. Purwantono bersama jajaran direksi, Group Head, direksi anak perusahaan, serta karyawan Jasa Marga yang mengikuti kegiatan secara luring dan daring.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan sekitar 3,5 juta kendaraan melintasi jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group setiap hari. Menurut dia, tingginya volume kendaraan tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi peluang bagi perusahaan untuk terus menciptakan nilai secara berkelanjutan.
"Kepercayaan tersebut menjadi fondasi bagi Jasa Marga dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi pengguna jalan," kata Rivan dalam rilis yang diterima, Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan, kualitas pengalaman pelanggan sangat dipengaruhi kemampuan perusahaan dalam merespons dinamika lalu lintas secara cepat dan tepat. Ketika terjadi kepadatan, misalnya, penanganan lalu lintas harus didukung informasi secara waktu nyata agar layanan dapat diberikan sesuai kebutuhan pengguna jalan.
"Jasa Marga terus mengembangkan smart toll road ecosystem dengan mendorong paradigma dari infrastructure menjadi infraculture yang memberikan nilai dan pengalaman bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut Rivan, Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) tidak hanya berfungsi sebagai pusat data lalu lintas dan informasi dari pelanggan. Pusat kendali tersebut juga mendukung proses pengolahan dan analisis data melalui sistem kendali yang terintegrasi.
"Kami berharap kolaborasi antar-BUMN ini dapat menjadi ruang berbagi wawasan dan praktik terbaik untuk memperkuat kualitas layanan publik," kata Rivan.
Sementara itu, Managing Director Human Capital PT Danantara Asset Management Agus Dwi Handaya menilai Jasa Marga memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi nasional.
Agus mengatakan pengelolaan jalan tol membutuhkan kecepatan dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, keterlambatan beberapa menit dapat menimbulkan risiko, sementara keputusan yang tepat dapat membantu memulihkan kelancaran dan keamanan perjalanan serta menjaga kepercayaan masyarakat.
"Pemanfaatan teknologi melalui dashboard yang andal membantu memperjelas prioritas dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan satu kerangka kendali yang semakin kuat, sehingga kolaborasi BUMN yang terjalin tidak berhenti pada sharing session, tetapi juga mendorong peningkatan kapabilitas bersama," ujar Agus.
Senior Director Chief Marketing Officer PT Danantara Asset Management Dendi T. Danianto mengatakan Jasa Marga dipilih sebagai mentor karena memiliki karakteristik layanan publik yang dinilai berbeda dengan BUMN lainnya.
Menurut Dendi, keberadaan JMTC dan layanan Center 133 yang melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari menunjukkan pentingnya kecepatan respons dalam memberikan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
"Namun, orientasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelanggan, tetapi juga perlu dimulai dari internal perusahaan dengan menempatkan karyawan sebagai bagian penting dari ekosistem layanan," ujar Dendi.
Ia menambahkan, penguatan employee experience perlu dilakukan melalui keterlibatan karyawan dalam berbagi inspirasi, pembelajaran, dan praktik terbaik. Menurutnya, program Marketing CoE menjadi ruang bagi BUMN untuk belajar, mengadaptasi, dan mengimplementasikan praktik terbaik dalam meningkatkan kualitas layanan.
"Antar-BUMN dapat bersama-sama memperkuat kapabilitas untuk menjadi organisasi yang semakin customer-obsessed," katanya.
Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi Learning Experience yang menghadirkan Direktur Layanan Jasa Marga Yaya Ruhiya dan Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti. Peserta juga mengikuti site visit untuk melihat secara langsung proses bisnis yang dijalankan di JMTC.
Sebagai BUMN pengelola infrastruktur jalan tol, Jasa Marga berkomitmen untuk terus berbagi pengetahuan dan memperkuat sinergi antar-BUMN. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung terciptanya ekosistem layanan publik yang terintegrasi, adaptif, dan memiliki standar pelayanan yang tinggi.