- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 6.346 pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.
- Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6,00 persen demi menjaga stabilitas pasar.
- Konflik di Timur Tengah yang kembali memanas menjadi sentimen global utama yang mempengaruhi pergerakan pasar.
Sentimen tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menutup peluang negosiasi dengan Iran dan mengancam aksi militer lebih lanjut. Kondisi itu mendorong harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 4 persen ke kisaran US$95 per barel, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi serta tekanan inflasi global.
Selain perkembangan geopolitik, investor juga akan mencermati rilis data M2 Money Supply dari dalam negeri sebagai salah satu indikator kondisi likuiditas perekonomian Indonesia.
Di pasar global, pergerakan bursa saham Amerika Serikat juga cenderung melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,012 persen ke level 52.218,58, diikuti S&P 500 yang terkoreksi 0,14 persen menjadi 7.498,96, serta Nasdaq Composite yang melemah 0,57 persen ke level 25.690,90.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham yang layak dicermati investor, yakni PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.