Memaknai Hari Anak Nasional: Pesantren Sebagai Ruang Tumbuh Karakter Anak

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 23 Juli 2026 | 10:00 WIB
Memaknai Hari Anak Nasional: Pesantren Sebagai Ruang Tumbuh Karakter Anak
Program Green Pesantren yang dijalankan Kementerian Agama RI bersama Unilever Indonesia mengajak para santri belajar mengelola sampah melalui sistem bank sampah. (Dok: Unilever Indonesia)

Suara.com - Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", peringatan Hari Anak Nasional 2026 menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan belajar yang mampu mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, termasuk lewat pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memperoleh pengetahuan akademik, anak juga perlu memiliki kesempatan dalam mengembangkan karakternya, jiwa kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, rasa tanggung jawab, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat. Semua itu dapat dibangun lewat berbagai aktivitas yang melibatkan anak secara langsung.

Dalam konteks pendidikan, pesantren menjadi salah satu ruang yang dapat menghadirkan pengalaman belajar seperti ini. Tidak hanya menjadi tempat mempelajari ilmu agama, banyak pesantren kini menghadirkan kegiatan yang mendorong santri mengenali persoalan di sekitar mereka sekaligus mencari solusi bersama. Pendekatan ini membantu santri mengembangkan soft skill yang akan menjadi bekal saat terjun ke masyarakat.

Salah satu fokus pembelajaran yang mulai diperkuat di sejumlah pesantren adalah kepedulian terhadap lingkungan. Di tengah tantangan seperti perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan ketahanan pangan, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.

Salah satu contoh penerapannya hadir dalam Program Green Pesantren yang dijalankan Kementerian Agama RI bersama Unilever Indonesia. Program ini mendorong keterlibatan aktif santri untuk memahami isu lingkungan dengan pendekatan edukatif, kolaboratif, dan kreatif.

Lewat berbagai kegiatan di luar kelas, santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka belajar mengelola sampah melalui sistem bank sampah, membuat kompos, mengembangkan urban farming, hingga menyusun solusi yang sesuai dengan kondisi di lingkungan pesantren masing-masing.

Misalnya saja di Pondok Pesantren Al Hasan Rembang, di sana para santri berhasil menjadikan pengelolaan bank sampah sebagai gerakan yang dijalankan secara mandiri. Sejak Oktober 2025 hingga Juli 2026, bank sampah yang mereka kelola telah mengumpulkan sekitar 1.850 kilogram sampah atau rata-rata 185 kilogram setiap bulan.

Pondok Pesantren Al Hasan Rembang sejak Oktober 2025 hingga Juli 2026 mengelola bank sampah  1.850 kilogram sampah atau rata-rata 185 kilogram sampah setiap bulan. (Dok: Unilever Indonesia)
Pondok Pesantren Al Hasan Rembang sejak Oktober 2025 hingga Juli 2026 mengelola bank sampah 1.850 kilogram sampah atau rata-rata 185 kilogram sampah setiap bulan. (Dok: Unilever Indonesia)

Di awal program, para santri mendapatkan workshop mengenai prinsip keberlanjutan, pengelolaan sampah, pengomposan, hingga urban farming.

Ketika para santri mengaplikasikan pembelajaran tersebut, di sanalah mereka dapat belajar banyak. Setelah dijalankan, para santri berhasil mengolah sampah organik menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk kegiatan urban farming. Berbekal kompos hasil produksi sendiri, berbagai tanaman seperti kangkung, terong, dan stroberi juga berhasil dibudidayakan di lingkungan pesantren.

baca juga
Pondok Pesantren Al Hasan Rembang menjadikan pengelolaan bank sampah sebagai gerakan yang dijalankan secara mandiri. (Dok: Unilever Indonesia)
Pondok Pesantren Al Hasan Rembang menjadikan pengelolaan bank sampah sebagai gerakan yang dijalankan secara mandiri. (Dok: Unilever Indonesia)

Berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di luar ruang kelas dapat menjadi sarana membangun karakter anak. Selain meningkatkan literasi lingkungan, kegiatan seperti ini juga menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Semangat ini sejalan dengan makna Hari Anak Nasional 2026. Ketika anak diberi kesempatan belajar dari pengalaman nyata, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun karakter yang menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan pada masa depan.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GIIAS 2026, ACC dan TAF Jadi Platinum Financial Partner: Dukung Industri Otomotif Nasional

GIIAS 2026, ACC dan TAF Jadi Platinum Financial Partner: Dukung Industri Otomotif Nasional

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:24 WIB

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:26 WIB

Jangan Lewatkan Promo Spesial BRI di XXI: Acara Nonton Bareng di Bioskop Makin Seru Juga Hemat

Jangan Lewatkan Promo Spesial BRI di XXI: Acara Nonton Bareng di Bioskop Makin Seru Juga Hemat

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:14 WIB

Menguatkan Ekonomi Nasional Dimulai dari Manajemen Keuangan Perempuan UMKM bersama AstraPay

Menguatkan Ekonomi Nasional Dimulai dari Manajemen Keuangan Perempuan UMKM bersama AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 15:03 WIB

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:39 WIB

BNI Dorong UMKM Batik Bertransaksi Digital melalui Promo di Puspa Nuswantara 2026

BNI Dorong UMKM Batik Bertransaksi Digital melalui Promo di Puspa Nuswantara 2026

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:15 WIB

Terkini

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Video | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

×