Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menguatkan Ekonomi Nasional Dimulai dari Manajemen Keuangan Perempuan UMKM bersama AstraPay

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 20 Juli 2026 | 15:03 WIB
Menguatkan Ekonomi Nasional Dimulai dari Manajemen Keuangan Perempuan UMKM bersama AstraPay
Ilustrasi manajemen keuangan perempuan UMKM bersama AstraPay (Suara.com/Chyntia Sami)
baca 10 detik
  • Sebagian besar perempuan pelaku UMKM di Indonesia masih mengandalkan intuisi dibandingkan data keuangan dalam pengambilan keputusan bisnis.
  • Rendahnya literasi keuangan menyebabkan pelaku UMKM kesulitan mengelola arus kas dan menghambat potensi pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.
  • Pemanfaatan platform digital seperti AstraPay membantu UMKM mencatat transaksi otomatis agar pengambilan keputusan bisnis menjadi lebih objektif.

Suara.com - Membuat keputusan bisnis tanpa data keuangan ibarat berjalan di tengah kegelapan tanpa lampu. Namun, kondisi itulah yang masih dihadapi banyak perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. 

Mereka lebih banyak membuat keputusan usaha seperti membeli bahan baku, menentukan harja jual atau menambah stok barang berdasarkan intuisi dan pengalaman semata, bukan data yang terukur. Padahal, intuisi tidak mampu menjamin usaha dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Persoalan ini semakin penting karena perempuan menjadi penggerak utama perekonomian nasional. Kementerian UMKM mencatat 64 persen pelaku UMKM didominasi perempuan dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61 persen atau Rp9.580 triliun. Artinya, baik atau buruknya pengambilan keputusan bisnis jutaan perempuan pelaku UMKM bukan hanya menjadi ancaman terhadap keberlanjutan usaha, melainkan ikut menentukan pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, temuan World Bank tahun 2016 menunjukkan 75,1 persen perempuan pelaku usaha masih mencampurkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga. Sementara itu, 89,4 persen belum memiliki pencatatan keuangan dan 89,8 persen belum menyusun anggaran usaha secara tertulis. Tanpa pencatatan keuangan yang baik, sulit bagi sebuah usaha dapat berkembang apabila pemiliknya sendiri tidak memiliki gambaran utuh mengenai kondisi keuangan usahanya.

Kondisi tersebut diperkuat oleh penelitian Idrus dan Rastina dalam Economics and Business Journal (2025) yang menunjukkan tingkat literasi keuangan pelaku UMKM di Indonesia hanya 38 persen. Rendahnya literasi keuangan membuat banyak pelaku usaha belum memahami praktik dasar pengelolaan keuangan, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan anggaran. Akibatnya, usaha menjadi lebih rentan menghadapi persoalan arus kas, sulit menyusun strategi pengembangan, dan kurang siap memenuhi persyaratan ketika membutuhkan pembiayaan.

Di sinilah pentingnya manajemen keuangan usaha. Saat seluruh arus transaksi keuangan usaha tercatat dengan baik, perempuan pelaku UMKM bisa mengambil keputusan secara lebih rasional. Ketahanan ekonomi nasional bisa lebih stabil karena kepastian pengambilan keputusan yang lebih objektif.

Maka bukan tidak mungkin, apa yang dikatakan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, PDB nasional bisa melesat naik 9 persen pada 2030 apabila perempuan mendapatkan hak dan peluang yang setara dalam pembangunan. Bahkan, kesetaraan ekonomi perempuan diproyeksikan mampu menekan angka kemiskinan hingga 25 persen. Potensi tersebut akan lebih mudah diwujudkan jika semakin banyak perempuan pelaku UMKM mampu mengambil keputusan usaha berdasarkan data keuangan yang akurat.

Mencatat Keuangan di Era Transaksi Digital 

Data keuangan usaha yang akurat dibangun melalui kebiasaan mencatat keuangan sehari-hari. Persoalannya, membangun kebiasaan mencatat keuangan bukanlah hal yang mudah. Banyak pelaku UMKM memahami pentingnya pembukuan, tetapi seringkali dihadapkan dengan tantangan konsistensi. Buku kas yang diisi manual setiap hari bukan tidak mungkin terabaikan saat aktivitas usaha sedang padat. Oleh karena itu, pencatatan otomatis secara digital menjadi alternatif yang lebih praktis sekaligus efisien.

Momentum ini didukung dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin akrab dengan transaksi digital. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat sebanyak 229,4 juta penduduk Indonesia atau 80,66 persen populasi sudah terhubung dengan internet. Sementara, Bank Indonesia mencatat volume transaksi digital mencapai 5,22 miliar hingga Mei 2026, tumbuh 28,14 persen secara tahunan.

Tren serupa terlihat pada penggunaan layanan mobile banking yang tumbuh 26,16 persen, sementara transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melonjak 95,10 persen secara tahunan. Digital bukan lagi sekadar alternatif pembayaran, namun telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari. Setiap transaksi digital meninggalkan jejak transaksi yang dapat dimanfaatkan sebagai fondasi membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin bagi para perempuan pelaku UMKM.

Membangun Kebiasaan Manajemen Keuangan Bersama AstraPay

Perubahan kebiasaan manajemen keuangan membutuhkan alat yang mudah digunakan setiap hari. AstraPay hadir sebagai salah satu platform pembayaran digital untuk mempermudah transaksi keuangan digital dengan berbagai fitur yang memudahkan.

Dompet digital atau e-wallet yang dikembangkan PT Astra Digital Arta ini membantu perempuan pelaku UMKM membangun kebiasaan mengelola keuangan melalui riwayat transaksi bisnis yang terdokumentasi secara digital. 

Perempuan pelaku UMKM dapat memanfaatkan data transaksi pemasukan dan pengeluaran yang tercatat otomatis di AstraPay untuk memantau arus kas, menghitung keuntungan hingga mengevaluasi perkembangan usaha.

Catatan transaksi yang rapi bukan hanya sekadar arsip semata. Catatan ini membuat setiap transaksi berubah menjadi informasi yang dapat membantu perempuan pelaku UMKM membaca kondisi usahanya secara lebih objektif. Pada titik inilah pencatatan keuangan menjadi dasar lahirnya keputusan usaha yang lebih berkualitas.

Pendekatan ini sejalan dengan hasil penelitian Damayanti dkk dalam Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (2024) yang menyebut kemampuan mengelola keuangan yang baik dapat memudahkan UMKM mengatur modal dan mengambil keputusan usaha secara rasional untuk keberlanjutan usaha. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat

Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:26 WIB

Pembahasan di Kementerian Sudah Selesai, Perpres Ojol Tinggal Diumumkan Mensesneg

Pembahasan di Kementerian Sudah Selesai, Perpres Ojol Tinggal Diumumkan Mensesneg

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:58 WIB

Ekonomi Digital Makin Kuat, UMKM Lokal Naik Kelas dan Perluas Pasar

Ekonomi Digital Makin Kuat, UMKM Lokal Naik Kelas dan Perluas Pasar

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Janda-janda di Gaza, Terpaksa Cerai Khulu Tak Tahan Hidup Makin Susah di Tengah Perang

Janda-janda di Gaza, Terpaksa Cerai Khulu Tak Tahan Hidup Makin Susah di Tengah Perang

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:58 WIB

Beli Lokal Bikin UMKM Naik Kelas, Penjualan Melompat 51%

Beli Lokal Bikin UMKM Naik Kelas, Penjualan Melompat 51%

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah

Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan

Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Mendag Budi Minta UMKM Tak Keras Kepala Jual Produk yang Tak Laku: Jangan Ngotot!

Mendag Budi Minta UMKM Tak Keras Kepala Jual Produk yang Tak Laku: Jangan Ngotot!

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×