- PT Hunian Warisan Bangsa dan LippoLand meluncurkan proyek kota mandiri HWB Serang pada Sabtu, 25 Juli 2026.
- Proyek perumahan di Kabupaten Serang ini menawarkan harga mulai Rp101 juta untuk para pekerja kawasan industri.
- Pengembang menyediakan fasilitas lengkap, bebas PPN dan BPHTB, serta skema cicilan ringan hingga 20 tahun.
Suara.com - Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Serang kini bisa memiliki rumah dengan harga yang terjangkau. Hal ini setelah proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang mulai diluncurkan pada, Sabtu (25/7) besok.
Adapun, harga rumah HWB ini mulai dari Rp101 juta. Rumah murah ini menyasar kebutuhan pekerja di kawasan industri Banten yang terus berkembang.
Dikembangkan oleh PT Hunian Warisan Bangsa melalui kerja sama operasi (KSO) dengan LippoLand, HWB Serang mengusung konsep township atau kota mandiri yang dirancang mampu menampung lebih dari 30.000 warga.
Lokasinya berada di jantung koridor industri Kabupaten Serang yang dikelilingi kawasan industri Cikande, Kibin, Kragilan, hingga Jawilan. Keberadaan ribuan perusahaan di kawasan tersebut dinilai menciptakan permintaan hunian yang terus meningkat.
![Kawasan Hunian Warisan Bangsa Purwakarta yang tawarkan rumah murah di bawah Rp 100 juta. [Dok HWB].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/07/95002-hwb-hunian-murah-rumah-murah.jpg)
"Berlokasi di jantung koridor industri tersebut, HWB Serang memiliki posisi yang sangat strategis untuk melayani kebutuhan lebih dari 3.300 perusahaan yang beroperasi di kawasan sekitarnya," ujar Manajemen HWB Serang dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Untuk menarik minat masyarakat, pengembang menawarkan rumah dengan pilihan satu hingga tiga kamar tidur berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM). Setiap unit dirancang dengan pencahayaan alami, sirkulasi udara yang baik, area parkir mobil, serta beberapa tipe dilengkapi halaman belakang (backyard) dan pilihan rumah bungalow.
Selain harga yang kompetitif, pengembang juga menawarkan skema pembiayaan yang lebih ringan. Konsumen dapat memilih tenor hingga 20 tahun dengan cicilan mulai Rp700 ribu per bulan dan skema cicilan tetap selama 40 bulan.
Tak hanya itu, pembelian rumah di HWB Serang juga dibebaskan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), sehingga beban biaya awal kepemilikan menjadi lebih rendah.
Meski menyasar segmen rumah terjangkau, kawasan ini telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari Toko MAMA, FMX Convenience Store, layanan Bank Nobu, hingga Siloam Clinic yang segera beroperasi. Pengembang juga menghadirkan Pendopo HWB Serang sebagai pusat aktivitas masyarakat dengan berbagai tenant makanan dan minuman.
Meskipun ditawarkan dengan harganya terjangkau, HWB Serang tetap hadir sebagai kota yang terencana dengan infrastruktur dan fasilitas yang sudah lengkap.
Saat ini, tujuh rumah contoh (show unit) telah dibuka untuk umum. Pengunjung juga dapat melihat langsung pembangunan kawasan, termasuk jalan lingkungan dan infrastruktur yang telah tersedia.
Pengembang menilai Serang memiliki prospek yang kuat sebagai kawasan hunian karena pertumbuhan industrinya yang terus meningkat. Selain menjadi pusat investasi manufaktur di Pulau Jawa, wilayah ini juga terus menarik tenaga kerja baru sehingga kebutuhan akan rumah diperkirakan terus bertambah.
Peluncuran HWB Serang juga melanjutkan ekspansi pengembang setelah proyek HWB Purwakarta mencatat penjualan lebih dari 2.000 unit. Keberhasilan tersebut menjadi modal untuk menghadirkan konsep kota mandiri yang tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi dan membangun komunitas di kawasan baru.
Pada tahap awal peluncuran, pengembang menawarkan booking fee mulai dari Rp750 ribu untuk jalur reguler dan Rp1 juta untuk jalur fast lane, dengan uang muka yang diklaim tetap terjangkau bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama.