Pasar Gaduh! Keponakan Prabowo Diisukan Jadi Gubernur BI

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 27 Juli 2026 | 11:52 WIB
Pasar Gaduh! Keponakan Prabowo Diisukan Jadi Gubernur BI
Wakil Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono berpeluang menjadi Gubernur BI. Desain Aldi-Suara.com
baca 10 detik
  • Analis nilai isu Thomas jadi Gubernur BI bisa picu kekhawatiran pasar.
  • Independensi BI dikhawatirkan dipersepsikan melemah oleh investor.
  • Risiko fiscal dominance disebut bisa membayangi kebijakan moneter.

Suara.com - Isu yang menyebut Wakil Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono berpeluang menjadi Gubernur BI memicu perhatian pelaku pasar. Analis menilai, apabila pergantian pucuk pimpinan bank sentral dilakukan dalam waktu dekat, kepercayaan investor terhadap independensi BI bisa menjadi sorotan.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, mengatakan wacana penunjukan Thomas Djiwandono berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasar, terutama karena dinilai melompati pengalaman dan senioritas Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.

"Kekhawatiran pasar tentu akan meningkat apabila Thomas Djiwandono kemudian langsung ditunjuk menjadi Gubernur BI, melangkahi pengalaman dan senioritas Destry Damayanti yang merupakan Deputi Gubernur Senior dan secara kelembagaan merupakan figur paling natural untuk memimpin masa transisi," ujar Liza dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2026).

Menurut dia, Thomas baru bergabung dalam jajaran Dewan Gubernur BI beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut dinilai membuat pasar sulit melihat proses pergantian kepemimpinan sebagai suksesi yang berlangsung secara alamiah.

"Secara hukum, penunjukan Thomas mungkin saja sah apabila diusulkan Presiden dan disetujui DPR. Tetapi kita juga harus ingat bahwa legalitas tidak otomatis menghasilkan kredibilitas," katanya.

Liza menilai hubungan keluarga Thomas dengan Presiden Prabowo Subianto, pengalaman yang relatif singkat di bank sentral, serta kemungkinan mengesampingkan Deputi Gubernur Senior dapat memunculkan persepsi bahwa relasi pemerintah dan BI bergeser dari koordinasi kebijakan menjadi kontrol politik.

Ia juga mengingatkan potensi munculnya risiko fiscal dominance, yakni kondisi ketika kebijakan moneter lebih diarahkan untuk mendukung kebutuhan pemerintah, mulai dari menjaga biaya utang negara, memperkuat likuiditas program pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga membantu pembiayaan fiskal.

"Kalau itu terjadi, fokus utama BI bisa bergeser. Keputusan moneter tidak lagi sepenuhnya didasarkan pada inflasi, rupiah, dan stabilitas eksternal, tetapi ikut menyesuaikan diri dengan kebutuhan fiskal dan agenda politik pemerintah," ucapnya.

Menurut Liza, isu yang paling penting bukan semata-mata menyangkut kemampuan calon Gubernur BI, melainkan sejauh mana sosok tersebut mampu mempertahankan independensi bank sentral saat mengambil keputusan.

baca juga

"Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah apakah Gubernur BI berikutnya cukup independen untuk mengatakan 'tidak' kepada Presiden ketika kepentingan stabilitas moneter bertentangan dengan agenda pertumbuhan atau kebutuhan fiskal pemerintah," imbuhnya.

Ia menambahkan, pengunduran diri Perry Warjiyo belum dapat dijadikan bukti bahwa independensi BI telah berkurang. Namun, apabila setelah perubahan tata kelola melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) posisi Gubernur BI diisi oleh sosok yang baru beberapa bulan berada di bank sentral sekaligus memiliki hubungan keluarga dengan Presiden, maka persepsi pasar terhadap independensi BI berpotensi menjadi perhatian serius investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perry Warjiyo Dipaksa Mundur? Ada Tekanan Politik ke BI!

Perry Warjiyo Dipaksa Mundur? Ada Tekanan Politik ke BI!

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 11:34 WIB

Perry Warjiyo yang Senasib dengan Sri Mulyani dan Mahendra Siregar

Perry Warjiyo yang Senasib dengan Sri Mulyani dan Mahendra Siregar

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 11:09 WIB

Mundurnya Perry Warjiyo Bayangi IHSG, Investor Diminta Waspada

Mundurnya Perry Warjiyo Bayangi IHSG, Investor Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 10:45 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×