Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.196,430
LQ45 614,786
Srikehati 299,961
JII 371,907
USD/IDR 17.968

RI Punya Harta Karun Logam Tanah Jarang 350 Ribu Ton, Dudung Ungkap PR Besar Hilirisasi

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 27 Juli 2026 | 17:31 WIB
RI Punya Harta Karun Logam Tanah Jarang 350 Ribu Ton, Dudung Ungkap PR Besar Hilirisasi
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]
baca 10 detik
  • RI punya cadangan logam tanah jarang sekitar 350 ribu ton REO.
  • Teknologi dan regulasi masih jadi kendala utama hilirisasi REE.
  • Pemerintah dorong ekosistem industri bernilai tambah dan berteknologi tinggi.

Suara.com - Indonesia menyimpan potensi besar logam tanah jarang atau Rare Earth Elements (REE) dengan cadangan mencapai sekitar 350 ribu ton Rare Earth Oxides (REO). Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya mampu diubah menjadi nilai ekonomi karena masih terkendala teknologi, regulasi, hingga lemahnya pengawasan rantai pasok.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan pengolahan logam tanah jarang di dalam negeri masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan teknologi ekstraksi dan pemurnian, standar regulasi yang belum optimal, hingga sistem traceability yang belum kuat.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti masih adanya risiko kebocoran sumber daya akibat ekspor mineral yang belum memberikan nilai tambah maksimal. Koordinasi antarinstansi pun dinilai perlu diperkuat agar pengelolaan REE berjalan lebih efektif.

"Logam Tanah Jarang harus dipahami sebagai pembangunan rantai nilai industri nasional, bukan sekadar aktivitas pertambangan. Nilai tambah terbesar justru tercipta setelah proses pemisahan, pemurnian, hingga menjadi magnet permanen dan komponen industri berteknologi tinggi," ujar Dudung dalam Rapat Koordinasi Tata Kelola Ekspor Mineral Kritis Logam Tanah Jarang (LTJ) di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurut Dudung, pemerintah melalui Kantor Staf Presiden (KSP) tengah mendorong percepatan penyelesaian berbagai hambatan tersebut melalui strategi nasional yang bertumpu pada lima pilar utama. Strategi itu meliputi penguatan regulasi, pembangunan ekosistem industri dan teknologi, penerapan prinsip keberlanjutan lingkungan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan diplomasi ekonomi global.

Ia menegaskan langkah tersebut telah sejalan dengan berbagai regulasi yang disiapkan pemerintah, antara lain Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 beserta perubahannya, serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 Tahun 2025.

Dudung menekankan hilirisasi logam tanah jarang tidak boleh berhenti pada pembangunan fasilitas pengolahan semata. Menurutnya, Indonesia harus membangun ekosistem industri yang mampu menguasai teknologi, menghasilkan produk bernilai tambah tinggi seperti magnet permanen untuk kendaraan listrik dan industri elektronik, menyerap tenaga kerja berkualitas, sekaligus meningkatkan daya saing nasional di pasar global.

Dengan besarnya potensi cadangan REE yang dimiliki Indonesia, keberhasilan membangun rantai industri dari hulu hingga hilir dinilai akan menjadi salah satu kunci untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis dunia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pencuri Ayam di Bali Tewas Diamuk Massa di Depan Anaknya, KSP: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita!

Pencuri Ayam di Bali Tewas Diamuk Massa di Depan Anaknya, KSP: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita!

News | Senin, 27 Juli 2026 | 07:47 WIB

Bagaimana AI  Membantu Sektor Industri Mengelola Konsumsi Energi? Begini Kata Indosat

Bagaimana AI Membantu Sektor Industri Mengelola Konsumsi Energi? Begini Kata Indosat

Tekno | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:31 WIB

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Ulasan Novel Alegori Valerie, Menuntut Keadilan Melalui Lensa Kamera

Ulasan Novel Alegori Valerie, Menuntut Keadilan Melalui Lensa Kamera

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 17:30 WIB

Selesai Isolasi, Febrie Adriansyah Sarapan Telur Ceplok dan Bihun Bareng Tahanan Rutan KPK

Selesai Isolasi, Febrie Adriansyah Sarapan Telur Ceplok dan Bihun Bareng Tahanan Rutan KPK

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:27 WIB

Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat

Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat

Jawa Tengah | Senin, 27 Juli 2026 | 17:26 WIB

Pjs Gubernur BI Destry Damayanti Sambangi Istana, Hadiri Rapat Koordinasi Bahas Situasi Terkini

Pjs Gubernur BI Destry Damayanti Sambangi Istana, Hadiri Rapat Koordinasi Bahas Situasi Terkini

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:24 WIB

Honda NX500 Resmi Meluncur di Indonesia Gendong Teknologi E-Clutch

Honda NX500 Resmi Meluncur di Indonesia Gendong Teknologi E-Clutch

Otomotif | Senin, 27 Juli 2026 | 17:22 WIB

Derita Bayi di Gaza Sudah Terancam Hidup Prematur Sebelum Lahir di Dunia, Bagaimana Bisa?

Derita Bayi di Gaza Sudah Terancam Hidup Prematur Sebelum Lahir di Dunia, Bagaimana Bisa?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:22 WIB

Promo Beli BBM Dapat Cashback, BRI Bagikan Bonus Rp20 Ribu di Seluruh SPBU

Promo Beli BBM Dapat Cashback, BRI Bagikan Bonus Rp20 Ribu di Seluruh SPBU

Bri | Senin, 27 Juli 2026 | 17:21 WIB

Transaksi QRIS BRI Melonjak 76%, Dorong Digitalisasi Merchant

Transaksi QRIS BRI Melonjak 76%, Dorong Digitalisasi Merchant

Batam | Senin, 27 Juli 2026 | 17:21 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Tiga Langkah Perkuat Ketahanan Pangan di Daerah

Wamendagri Bima Arya Dorong Tiga Langkah Perkuat Ketahanan Pangan di Daerah

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:20 WIB

Bedah Isu Plagiarisme Yellowface: Saat Etika Penulis Diuji Habis-Habisan!

Bedah Isu Plagiarisme Yellowface: Saat Etika Penulis Diuji Habis-Habisan!

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 17:20 WIB

×