Pencuri Ayam di Bali Tewas Diamuk Massa di Depan Anaknya, KSP: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita!

Muhamad Yasir, Novian Ardiansyah

Senin, 27 Juli 2026 | 07:47 WIB
Pencuri Ayam di Bali Tewas Diamuk Massa di Depan Anaknya, KSP: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita!
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/tom]
baca 10 detik
  • Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengecam aksi main hakim sendiri yang menewaskan pria di Tabanan, Bali.
  • Dudung mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
  • Pemerintah daerah diminta segera memberikan pendampingan psikologis kepada anak korban yang menyaksikan langsung peristiwa tragis tersebut.

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengecam keras aksi main hakim sendiri yang menewaskan seorang pria terduga pencuri ayam aduan di Tabanan, Bali.

Selain meminta aparat mengusut tuntas kasus tersebut, Dudung juga mendesak pemerintah daerah segera memberikan pendampingan psikologis kepada anak korban yang menyaksikan langsung peristiwa tragis itu.

Menurut Dudung, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan menghilangkan nyawa seseorang di luar proses hukum. Ia menegaskan Indonesia adalah negara hukum sehingga setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku.

"Saya selaku Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam, sekaligus mengecam tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," kata Dudung dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).

Dudung menegaskan, status seseorang yang diduga melakukan tindak pidana tidak menghilangkan haknya untuk memperoleh proses hukum yang adil. Karena itu, aksi main hakim sendiri justru merupakan pelanggaran hukum yang mencederai rasa keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Ia juga meminta kepolisian terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta konsekuensi hukum dari aksi main hakim sendiri. Menurutnya, kehadiran aparat tidak hanya dibutuhkan saat terjadi tindak pidana, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan untuk membangun kesadaran hukum masyarakat.

Dudung juga menekankan pentingnya peran tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga para pemimpin komunitas dalam membangun budaya damai dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

Nilai-nilai moral, penghormatan terhadap hukum, dan kemanusiaan, kata dia, harus terus ditanamkan agar emosi massa tidak berujung pada aksi yang merenggut nyawa.

Perhatian khusus juga diberikan Dudung terhadap kondisi anak korban yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Ia meminta pemerintah daerah segera memastikan anak itu mendapat layanan pemulihan psikososial, pendampingan psikologis, dan perlindungan sosial.

baca juga

"Saya berharap Pemerintah Daerah untuk segera memastikan anak yang melihat peristiwa secara langsung, yang ditinggalkan ayahnya, memperoleh layanan pemulihan psikososial, pendampingan psikologis, serta perlindungan sosial," katanya.

Menurutnya, trauma akibat kehilangan orang tua dalam peristiwa tragis berpotensi berdampak panjang terhadap tumbuh kembang anak apabila tidak segera ditangani.

Selain itu, Dudung meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

Ia menegaskan penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat merupakan bentuk perlindungan negara atas hak hidup setiap warga negara sekaligus memastikan aksi main hakim sendiri tidak mendapat tempat di Indonesia.

Dudung mengingatkan bahwa tragedi di Bali harus menjadi refleksi bersama. Menurutnya, keadilan tidak pernah bisa dibangun melalui kemarahan maupun kekerasan.

"Main hakim sendiri itu bukan budaya Indonesia. Negara kita adalah negara hukum. Semua warga negara adalah sama dan setara di depan hukum," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:02 WIB

Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara

Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:22 WIB

25 Tahun Menutup Saluran, 7 Bangunan Liar di Tanah Abang Dibongkar Usai Dilaporkan Warga

25 Tahun Menutup Saluran, 7 Bangunan Liar di Tanah Abang Dibongkar Usai Dilaporkan Warga

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

×