Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

Suasana Batin Kelas Menengah: Gaji Numpang Lewat, Mau Hemat Tapi Makin Tak Selamat

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 28 Juli 2026 | 13:05 WIB
Suasana Batin Kelas Menengah: Gaji Numpang Lewat, Mau Hemat Tapi Makin Tak Selamat
Sejumlah Pekerja beraktivitas saat jam pulang kantor di Kawasan Sarinah, Jakarta, Rabu (24/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Kelas menengah terjepit, gaji habis sebelum akhir bulan.
  • LPS bilang tabungan tumbuh, tapi kemampuan menabung melemah.
  • Biaya hidup naik, optimisme ekonomi rumah tangga terus merosot.

Suara.com - Suasana batin kelas menengah belum juga reda. Biaya hidup terus menekan, ruang untuk menabung terasa semakin sempit, bahkan banyak yang mengaku hanya mampu bertahan hingga akhir bulan. Namun di balik keluhan tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) justru mencatat kondisi tabungan masyarakat secara agregat masih menunjukkan tren pertumbuhan.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menegaskan simpanan masyarakat di berbagai kelompok nominal, mulai dari di bawah Rp100 juta hingga Rp5 miliar, masih mencatatkan pertumbuhan.

LPS bahkan menyebut tidak melihat adanya fenomena masyarakat "makan tabungan" demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Semua masih tumbuh ya. Semuanya tumbuh dan bergerak," kata Anggito menjawab pertanyaan wartawan usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (27/7/2026).

Namun jika data dibedah lebih dalam, muncul cerita yang berbeda. Pertumbuhan nominal tabungan belum tentu mencerminkan kondisi keuangan mayoritas masyarakat, terutama kelompok kelas menengah yang kini menghadapi tekanan biaya hidup semakin berat.

Klaim Tabungan Naik, Tapi Kemampuan Menabung Justru Turun

Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS memang menunjukkan Indeks Menabung Konsumen (IMK) naik menjadi 81,7 pada Juni 2026. Sekilas, angka ini memberi sinyal positif.

Tetapi, kenaikan tersebut lebih banyak ditopang oleh meningkatnya kemauan menabung, bukan kemampuan menabung.

Faktanya:

baca juga
  • Indeks Kemauan Menabung (IKMM) naik menjadi 90,2.
  • Sebaliknya, Indeks Kemampuan Menabung (IKPM) turun menjadi 73,2.
  • Persentase masyarakat yang mengaku rutin menabung turun dari 18,9% menjadi hanya 17,1%.

Artinya, masyarakat masih ingin menabung, tetapi uang yang tersisa setelah memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin sedikit.

Fenomena ini menjadi sinyal bahwa persoalan utama bukan pada niat masyarakat, melainkan daya beli yang terus tergerus.

Gaji Habis Sebelum Akhir Bulan

Fenomena "gaji numpang lewat" semakin terasa bagi kelas menengah.

Kelompok ini menghadapi situasi yang sulit karena berada di posisi serba tanggung. Pendapatan mereka tidak cukup tinggi untuk menyerap lonjakan biaya hidup dengan nyaman, tetapi juga tidak termasuk kelompok penerima bantuan sosial yang memperoleh bantalan ketika harga kebutuhan melonjak.

Akibatnya, setiap kenaikan pengeluaran langsung menggerus ruang untuk menabung.

Tekanan tersebut semakin berat setelah masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok, BBM nonsubsidi, LPG, hingga antrean pasokan energi di sejumlah daerah.

Optimisme Konsumen Ikut Ambruk

Tekanan terhadap kondisi keuangan rumah tangga juga tercermin dari anjloknya Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK).

Pada Juni 2026:

  • IKK turun dari 92,8 menjadi 89,1.
  • Indeks Situasi Saat Ini turun menjadi 70.
  • Indeks Ekspektasi melemah menjadi 103,5.

Penurunan ini menunjukkan masyarakat mulai pesimistis terhadap kondisi ekonomi maupun prospek pendapatan ke depan.

Yang paling terpukul justru kelompok berpendapatan rendah hingga menengah. Sebaliknya, rumah tangga berpenghasilan di atas Rp7 juta per bulan masih mempertahankan optimisme dengan indeks di atas level 100.

Kontras tersebut memperlihatkan jurang ketahanan finansial yang semakin melebar.

Survei Independen Menguatkan Alarm

Temuan LPS juga sejalan dengan survei Inventure–Alvara.

Hasil survei menunjukkan:

  • 35% responden mengaku tabungannya menurun.
  • Hanya 10% yang mengalami kenaikan tabungan.
  • Sebanyak 40% menyebut nilai investasinya turun.
  • Hanya 7% yang mencatat investasi meningkat.

Data ini mengindikasikan masyarakat mulai mengorbankan tabungan dan investasi demi menjaga arus kas harian.

Alih-alih mempersiapkan masa depan, sebagian besar rumah tangga kini lebih fokus memastikan kebutuhan bulan berjalan tetap terpenuhi.

Frugal Consumer: Bertahan, Bukan Berkembang

Managing Partner Inventure Yuswohady dalam Business Outlook 2026 di Jakarta, menyebut Indonesia tengah memasuki fase frugal consumer, yaitu perubahan perilaku masyarakat yang semakin hemat karena tekanan ekonomi.

Konsumen tidak lagi membeli berdasarkan keinginan, melainkan hanya untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak.

Perubahan pola konsumsi ini bukan semata tren gaya hidup, melainkan cerminan dari melemahnya kondisi finansial rumah tangga.

Ketika tabungan menyusut, investasi berkurang, dan pendapatan stagnan, belanja menjadi semakin selektif.

Pertumbuhan Tabungan Bisa Menyesatkan

Secara agregat, dana pihak ketiga di perbankan memang masih tumbuh. Namun angka tersebut tidak otomatis mencerminkan kondisi seluruh lapisan masyarakat.

Pertumbuhan nominal simpanan bisa saja didorong oleh kelompok berpenghasilan tinggi yang memiliki kapasitas menabung lebih besar, sementara kelas menengah justru mengalami penyusutan saldo rekening karena pendapatan habis untuk kebutuhan rutin.

Di balik statistik yang tampak positif, terdapat kelompok masyarakat yang semakin sulit menyisihkan uang di akhir bulan. Bagi banyak keluarga kelas menengah, persoalannya bukan lagi soal berapa besar bunga tabungan, melainkan apakah masih ada sisa gaji yang bisa disimpan setelah seluruh kebutuhan hidup dibayar.

Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) melemah 3,7 poin di bulan Juni 2026 ke level 89,1 dari level 92,8 di bulan Mei 2026. Pada saat yang sama, Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) dan Indeks Ekspektasi (IE) masing-masing turun 2,3 poin dan 4,7 poin ke level 70,0 dan 103,5. Data LPS. Desain Suara.com/AI.
Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) melemah 3,7 poin di bulan Juni 2026 ke level 89,1 dari level 92,8 di bulan Mei 2026. Pada saat yang sama, Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) dan Indeks Ekspektasi (IE) masing-masing turun 2,3 poin dan 4,7 poin ke level 70,0 dan 103,5. Data LPS. Desain Suara.com/AI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BTN dan BSN Catat Dominasi FLPP Nasional, 74% Penyaluran Terealisasi hingga Semester I 2026

BTN dan BSN Catat Dominasi FLPP Nasional, 74% Penyaluran Terealisasi hingga Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:34 WIB

Perry Warjiyo Mundur, Gimana Nasib Stabilitas Keuangan RI

Perry Warjiyo Mundur, Gimana Nasib Stabilitas Keuangan RI

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:45 WIB

Minat Menabung untuk Haji Meningkat, Tabungan Haji Bank Mega Syariah Melonjak 12 Persen

Minat Menabung untuk Haji Meningkat, Tabungan Haji Bank Mega Syariah Melonjak 12 Persen

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Suasana Batin Kelas Menengah: Gaji Numpang Lewat, Mau Hemat Tapi Makin Tak Selamat

Suasana Batin Kelas Menengah: Gaji Numpang Lewat, Mau Hemat Tapi Makin Tak Selamat

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:05 WIB

9 HP Murah Baterai 6000 mAh, Awet Dipakai Seharian Mulai Rp1 Jutaan

9 HP Murah Baterai 6000 mAh, Awet Dipakai Seharian Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:04 WIB

Review Ride or Die: Sajikan Plot Twist Menarik tentang Pembunuh Bayaran

Review Ride or Die: Sajikan Plot Twist Menarik tentang Pembunuh Bayaran

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:00 WIB

Mangrove Indonesia Terus Menyusut, Bagaimana Menjaganya agar Ekonomi Biru Tetap Tumbuh?

Mangrove Indonesia Terus Menyusut, Bagaimana Menjaganya agar Ekonomi Biru Tetap Tumbuh?

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:56 WIB

Pers Soloraya Protes Pernyataan 'Londo Ireng', Nilai Rugikan Profesi Wartawan

Pers Soloraya Protes Pernyataan 'Londo Ireng', Nilai Rugikan Profesi Wartawan

Surakarta | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:54 WIB

Pembahasan Terus Berjalan di Komisi III DPR, RUU Perampasan Aset Sudah Masuk Pembahasan Batang Tubuh

Pembahasan Terus Berjalan di Komisi III DPR, RUU Perampasan Aset Sudah Masuk Pembahasan Batang Tubuh

DPR | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:53 WIB

Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu

Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:52 WIB

Cadence dan NVIDIA Hadirkan AuraStack AI Super Agent, Waktu Desain PCB Bisa 2 Kali Lebih Cepat

Cadence dan NVIDIA Hadirkan AuraStack AI Super Agent, Waktu Desain PCB Bisa 2 Kali Lebih Cepat

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:52 WIB

Ditelan Perairan Pulau Kelagian: Remaja 18 Tahun yang Hilang dari Kapal

Ditelan Perairan Pulau Kelagian: Remaja 18 Tahun yang Hilang dari Kapal

Lampung | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:50 WIB

Marvel Gandeng Kadokawa, Hadirkan Manga Baru Spider-Man hingga Punisher

Marvel Gandeng Kadokawa, Hadirkan Manga Baru Spider-Man hingga Punisher

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:50 WIB

×