- PT Amman Mineral Nusa Tenggara menjalankan Program Pengelolaan Sampah Sekolah untuk siswa di Kabupaten Sumbawa Barat sejak tahun 2022.
- Program tersebut berhasil mengelola lebih dari 150 ton sampah organik dan memproduksi 50 ton kompos bernilai ekonomi tinggi.
- Inovasi pengelolaan sampah ini mendatangkan manfaat ekonomi dan lingkungan serta meraih penghargaan tertinggi dalam ajang Lestari Awards 2026.
Suara.com - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) mengungkapkan pengelolaan sampah bisa menciptakan nilai ekonomi ekonomi yang tinggi bagi masyarakat. Bahkan, masyarakat bisa cuan hingga empat kali lipat jika mengelola sampah dengan benar.
AMMAN membeberkan Program Pengelolaan Sampah Sekolah (PPSS) yang mencatat Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,09. Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program tersebut mampu menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan senilai Rp4,09.
Program PPSS menghubungkan pendidikan lingkungan dengan konsep ekonomi sirkular melalui pelibatan siswa SD dan SMP di Kabupaten Sumbawa Barat. Melalui program tersebut, para siswa diajak memahami bahwa sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali.
![Pengelolaan sampah di TPS3R Bawana Lestari di Desa Pangkungkarung, Tabanan, Bali [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/05/86498-pengelolaan-sampah.jpg)
Vice President Policy & Permitting dan Social Impact AMMAN, Priyo Pramono mengatakan, PPSS dirancang untuk memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembelajaran sekaligus membangun perubahan perilaku dalam pengelolaan lingkungan.
“Dengan program ini, AMMAN turut membangun ekosistem yang mengembangkan generasi muda masa depan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujarnya Rabu (29/7/2026).
Program tersebut memadukan edukasi, penyediaan infrastruktur, dan penerapan ekonomi sirkular. Guru mengintegrasikan materi pengelolaan sampah ke dalam proses pembelajaran, sementara siswa terlibat langsung dalam pengelolaan sampah menggunakan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Dalam praktiknya, sampah organik dipilah dan diolah melalui Rumah Kompos (RUMPOS) menjadi POSTA (Pupuk Organik Sekolah Kita). Kompos tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah, masyarakat, sektor pertanian, hingga kegiatan reklamasi di wilayah operasional AMMAN.
Sejak dijalankan pada 2022, PPSS berkembang dari dua sekolah percontohan menjadi enam sekolah aktif yang melibatkan ribuan siswa, guru, orang tua, masyarakat, serta didukung puluhan relawan karyawan AMMAN.
Selama periode 2022 hingga 2025, program tersebut berhasil mengelola lebih dari 150 ton sampah organik dan menghasilkan lebih dari 50 ton kompos POSTA. Selain itu, PPSS juga berhasil menghindari emisi karbon hingga 11 ton sepanjang 2025.
Atas inovasinya tersebut, Amman meraih penghargaan tertinggi untuk kategori ‘Waste Management’ dalam ajang Lestari Awards 2026 melalui Program Pengelolaan Sampah Sekolah (PPSS) sebagai katalis ekonomi sirkular.