Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 17.990

Bisnis Inti KAI Tumbuh Solid, Laba Bersih Anjlok 74 Persen Tergerus Whoosh

M Nurhadi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:59 WIB
Bisnis Inti KAI Tumbuh Solid, Laba Bersih Anjlok 74 Persen Tergerus Whoosh
Para kru menaiki kereta di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Sepanjang semester pertama 2026, PT KAI mencatat penurunan laba bersih sebesar 74,12 persen akibat beban mega-proyek Whoosh.
  • PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia mengalami kerugian bersih Rp5,13 triliun dengan kondisi ekuitas negatif per Juni 2026.
  • Total eksposur risiko keuangan PT KAI pada ekosistem Whoosh dan PSBI mencapai angka Rp11,7 triliun.

Suara.com - Kinerja operasional yang gemilang pada lini bisnis perkeretaapian konvensional ternyata belum mampu menyelamatkan rapor laba bersih PT Kereta Api Indonesia (Persero) dari tekanan berat.

Sepanjang paruh pertama tahun 2026, perseroan pelat merah ini harus menghadapi kenyataan pahit ketika keuntungan usahanya tergerus signifikan oleh pembengkakan beban kerugian mega-proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang berakhir pada 30 Juni 2026, laba tahun berjalan KAI yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot tajam hingga 74,12 persen.

Perseroan hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp305,37 miliar, angka yang terpaut amat jauh dibandingkan raihan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sempat menembus Rp1,17 triliun.

Ironi finansial ini begitu terasa saat menguliti capaian pendapatan operasional perusahaan yang sebenarnya tumbuh meyakinkan. Hingga akhir semester pertama 2026, total pendapatan KAI naik 6,6 persen menjadi Rp17,95 triliun dari posisi Rp16,84 triliun pada tahun lalu.

Efisiensi beban pokok pendapatan yang hanya naik tipis ke angka Rp11,16 triliun juga berhasil mendongkrak laba usaha perseroan melesat menjadi Rp4,66 triliun.

Namun, seluruh momentum pertumbuhan positif dari bisnis kereta api regular, angkutan barang, dan layanan stasiun tersebut seolah menguap begitu saja.

Penyebab utamanya bersumber dari lonjakan pos "Bagian Rugi Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama" yang melonjak lebih dari tiga kali lipat, dari Rp948 miliar menjadi sekitar Rp2,99 triliun, disertai beban keuangan perseroan yang mencapai Rp1,38 triliun.

Biang keladi utama dari tekanan eksternal tersebut berasal dari performa keuangan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Sebagai pemegang saham mayoritas PSBI dengan porsi kepemilikan 58,53 persen, KAI wajib menyerap porsi terbesar dari kerugian konsorsium BUMN yang menjadi pemilik saham langsung di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator Whoosh.

baca juga

Catatan neraca keuangan memperlihatkan kondisi PSBI yang memburuk dalam tempo singkat. Hanya dalam kurun enam bulan pertama tahun 2026, PSBI mencatatkan kerugian bersih hingga Rp5,13 triliun. Catatan kelabu dalam setengah tahun ini bahkan sudah melampaui total kerugian PSBI sepanjang tahun penuh 2025 yang saat itu berada di angka Rp4,99 triliun.

Lebih mengkhawatirkan lagi, kesehatan solvabilitas PSBI kini telah masuk ke zona merah atau ekuitas negatif (negative equity). Total kewajiban atau liabilitas PSBI yang menggunung hingga Rp21,55 triliun kini resmi melampaui total aset perusahaan yang bernilai Rp21,53 triliun.

Terkait hal ini, pada akhir tahun anggaran 2025, konsorsium ini masih memiliki bantalan modal positif sekitar Rp5,1 triliun.

Menyusutnya nilai aset yang disertai peningkatan beban utang menandakan bahwa seluruh kekayaan PSBI secara teknis tidak lagi mencukupi untuk menutup kewajibannya sendiri.

Dampak domino dari rapuhnya neraca PSBI langsung menembus neraca KAI. Nilai tercatat investasi perseroan di PSBI terpangkas drastis dari Rp4,79 triliun pada akhir 2025 menjadi hanya menyisakan Rp1,79 triliun per Juni 2026.

Sebagai langkah mitigasi kehati-hatian akuntansi terhadap risiko kerugian lanjutan, manajemen KAI bahkan telah membukukan cadangan penurunan nilai (impairment) senilai Rp1,55 triliun.

Di balik defisit operasional Whoosh yang terus membesar, laporan keuangan juga menyingkap rumitnya skema pendanaan proyek kereta cepat yang berlapis dan sangat membebani likuiditas induk usaha.

Untuk menutup kelebihan biaya proyek (cost overrun) serta kekurangan dana operasional KCIC, KAI harus menarik pinjaman berjangka dalam mata uang asing dari pihak luar.

Fasilitas pinjaman tersebut terbagi atas komitmen dolar AS senilai 325,62 juta dolar AS (Facility A) dan pinjaman dalam mata uang Yuan China setara 217,08 juta dolar AS (Facility B), dengan bunga berkisar 3,2 hingga 3,3 persen per tahun.

Utang valas ini mendapat penjaminan dari pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) berlandaskan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 239/KM.8/2023.

Dana pinjaman tersebut kemudian diteruskan oleh KAI kepada PSBI dalam bentuk pinjaman pemegang saham, yang selanjutnya disalurkan lagi ke KCIC. Hingga akhir Juni 2026, total dana pinjaman yang telah dikucurkan KAI kepada PSBI khusus untuk menambal kekurangan dana operasional Whoosh saja sudah mencapai Rp1,72 triliun.

Akibatnya, total eksposur piutang tidak lancar KAI kepada entitas berelasi—yang didominasi oleh piutang ke PSBI dalam denominasi dolar AS dan Yuan—kini membengkak menjadi Rp9,87 triliun dari posisi Rp9,17 triliun di akhir tahun sebelumnya.

Jika digabungkan secara keseluruhan, mulai dari investasi ekuitas, pinjaman pemegang saham, hingga piutang berelasi, total eksposur risiko KAI terhadap ekosistem Whoosh dan PSBI diperkirakan menembus angka Rp11,7 triliun. Porsi ini setara dengan sekitar 11 persen dari total aset perseroan yang mencapai Rp104,79 triliun per paruh pertama 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:03 WIB

Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara

Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:25 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

Nikmati Diskon 50% dari BRI Kartu Kredit untuk Promo Tiket Kereta Api dan Whoosh di Traveloka

Nikmati Diskon 50% dari BRI Kartu Kredit untuk Promo Tiket Kereta Api dan Whoosh di Traveloka

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:57 WIB

Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh

Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:20 WIB

Terkini

Bisnis Inti KAI Tumbuh Solid, Laba Bersih Anjlok 74 Persen Tergerus Whoosh

Bisnis Inti KAI Tumbuh Solid, Laba Bersih Anjlok 74 Persen Tergerus Whoosh

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:59 WIB

Usung Konsep Drama SMA Militer, Serial Minerva Academy Rilis September 2026

Usung Konsep Drama SMA Militer, Serial Minerva Academy Rilis September 2026

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:55 WIB

Ketika Siaran Pidato Terputus: Rakyat Lebih Cemas Perang Dunia atau Biaya Hidup?

Ketika Siaran Pidato Terputus: Rakyat Lebih Cemas Perang Dunia atau Biaya Hidup?

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Hari Ini Terakhir Promo Buy 1 Get 1 Sports Station, Ada Nike hingga New Balance!

Hari Ini Terakhir Promo Buy 1 Get 1 Sports Station, Ada Nike hingga New Balance!

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:49 WIB

Didukung Bisnis Energi Terbarukan, HGII Catat Laba Bersih Rp 11,58 Miliar pada Semester I 2026

Didukung Bisnis Energi Terbarukan, HGII Catat Laba Bersih Rp 11,58 Miliar pada Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Jokowi Minta Kader PSI Ubah Cara Kerja Organisasi demi Hadapi Pemilu 2029

Jokowi Minta Kader PSI Ubah Cara Kerja Organisasi demi Hadapi Pemilu 2029

Surakarta | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:43 WIB

7,8 Juta Rokok Ilegal Masuk Makassar, Modus Sembunyi di Peti Kemas Berhasil Dibongkar Bea Cukai

7,8 Juta Rokok Ilegal Masuk Makassar, Modus Sembunyi di Peti Kemas Berhasil Dibongkar Bea Cukai

Sulsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Menjaga Penglihatan di Era Modern, Tantangan Baru Layanan Kesehatan Mata Indonesia

Menjaga Penglihatan di Era Modern, Tantangan Baru Layanan Kesehatan Mata Indonesia

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Review Drama Loved One, Perjalanan Tim Forensik Menyingkap Misteri Kematian

Review Drama Loved One, Perjalanan Tim Forensik Menyingkap Misteri Kematian

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Purbaya Cek Proyek Sekolah Rakyat Surabaya: Luas Lahan 6,6 Hektare, Realisasi Anggaran Rp 3,21 T

Purbaya Cek Proyek Sekolah Rakyat Surabaya: Luas Lahan 6,6 Hektare, Realisasi Anggaran Rp 3,21 T

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:34 WIB

×