- PT Bank SMBC Indonesia Tbk. membukukan laba bersih konsolidasi Rp1,4 triliun pada semester I 2026.
- Perseroan menyelesaikan pengalihan tahap pertama portofolio kredit pensiun kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk.
- Penyaluran kredit konsolidasi perusahaan mencapai Rp185,3 triliun yang ditopang oleh beberapa lini bisnis utama.
Suara.com - PT Bank SMBC Indonesia Tbk. membukukan laba bersih konsolidasi setelah pajak sebesar Rp1,4 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut meningkat 40,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan, kinerja positif pada enam bulan pertama tahun ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memperkuat fondasi bisnis agar mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi dan industri perbankan.
"Kami terus memperkuat fundamental bisnis agar Perseroan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Setiap langkah strategis diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penciptaan nilai tambah agar hidup seluruh pemangku kepentingan menjadi bersama lebih bermakna," ujar Henoch dalam keterangan resminya, Minggu (2/8/2026).
Pada level bank only, SMBC Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan laba yang lebih tinggi. Laba bersih setelah pajak meningkat 86 persen secara tahunan menjadi Rp1,066 triliun pada semester I 2026.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan perseroan pada paruh pertama 2026 adalah menyelesaikan tahap pertama pengalihan portofolio kredit pensiun kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN). Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan kepada nasabah sekaligus memberikan fleksibilitas dalam mengalokasikan modal dan sumber daya ke segmen bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi.
Hingga akhir Juni 2026, penyaluran kredit konsolidasi SMBC Indonesia mencapai Rp185,3 triliun. Pertumbuhan kredit ditopang oleh sejumlah lini bisnis utama, antara lain kredit korporasi dan komersial yang meningkat 12,8 persen secara tahunan.
Selain itu, kredit segmen digital savvy melalui layanan Jenius (di luar Digital Micro) tumbuh 9,9 persen, pembiayaan PT Bank BTPN Syariah Tbk. meningkat 8,7 persen, serta pembiayaan Grup OTO naik 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, pendapatan operasional konsolidasi mencapai Rp8,6 triliun pada semester I 2026. Nilai tersebut terdiri atas pendapatan bunga bersih sebesar Rp7,5 triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp1 triliun.
Dari sisi kualitas aset, SMBC Indonesia juga mencatatkan perbaikan. Biaya kredit konsolidasi turun 14,8 persen menjadi Rp2,1 triliun dibandingkan semester I 2025. Penurunan ini didukung penerapan manajemen risiko kredit yang lebih cermat dan proaktif, termasuk menjaga tingkat pencadangan yang memadai.
Sementara itu, total aset konsolidasi perseroan tumbuh 4,7 persen secara tahunan menjadi Rp245,5 triliun hingga akhir Juni 2026.