- PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk mencatat pendapatan Rp2,6 triliun dan laba bersih Rp201 miliar pada semester I 2026.
- Pendapatan Cinema XXI melonjak 40 persen pada kuartal II 2026 berkat peningkatan kunjungan penonton bioskop.
- Hingga akhir Juni 2026, perseroan telah mengoperasikan jaringan sebanyak 269 bioskop di berbagai wilayah Indonesia.
Suara.com - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (Cinema XXI) dengan kode saham CNMA, membukukan total pendapatan sebesar Rp2,6 triliun pada periode semester I 2026.
Capaian ini mencerminkan koreksi sebesar 8,59 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) jika dibandingkan dengan torehan pendapatan sebesar Rp2,87 triliun pada semester I 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penurunan pendapatan di segmen bioskop menjadi pemicu utama, di mana nilainya tercatat sebesar Rp2,47 triliun atau terkoreksi 10,63 persen YoY dari Rp2,76 triliun pada enam bulan pertama tahun lalu.
Kendati demikian, perseroan masih sanggup menjaga performa bottom-line dengan raihan EBITDA sebesar Rp708,2 miliar dan mengantongi laba bersih senilai Rp201 miliar.
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menyampaikan bahwa hasil kerja selama paruh pertama tahun ini membuktikan konsistensi perseroan dalam mengeksekusi langkah strategis sekaligus mempertahankan disiplin operasional di tengah dinamika industri hiburan.
"Perseroan berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan berkualitas dan inovasi yang relevan. Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis, mengoptimalkan berbagai potensi lini pendapatan (revenue stream), serta memperluas jangkauan layanan demi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, dan Perseroan secara berkelanjutan," ujar Suryo Suherman dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Di balik penurunan secara tahunan, tren operasional Cinema XXI sejatinya menunjukkan sinyal pemulihan yang sangat kuat saat memasuki kuartal II 2026 dibanding kuartal sebelumnya.
Perusahaan berhasil mencatatkan lonjakan total pendapatan sebesar 40 persen, naik drastis dari angka Rp1,1 triliun pada kuartal I 2026 menjadi Rp1,5 triliun pada kuartal II 2026.
Akselerasi performa tersebut didorong oleh melesatnya angka kunjungan penonton dari 15,5 juta orang pada kuartal I menjadi 21,9 juta orang pada kuartal II 2026. Momentum pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi penambahan layar baru serta hadirnya deretan film box office pilihan yang sukses menyedot antusiasme masyarakat.
Seiring melonjaknya jumlah penonton, pendapatan dari hasil penjualan tiket bioskop (box office) merangkak naik 38 persen dari Rp665,3 miliar menjadi Rp919,4 miliar.
Menariknya, lini pendapatan dari penganan dan minuman (food and beverages) melaju jauh lebih pesat dengan pertumbuhan 48 persen, merangkak dari Rp357,6 miliar pada kuartal I menjadi Rp528,8 miliar pada kuartal II 2026.
Secara keseluruhan struktur pendapatan sepanjang semester I 2026, penjualan tiket bioskop masih menjadi tulang punggung utama bisnis CNMA dengan kontribusi mencapai Rp1,6 triliun atau menyumbang 60,2 persen dari total pendapatan bersih.
Di posisi kedua, penjualan makanan dan minuman menyumbang pendapatan sebesar Rp886,3 miliar atau sekitar 33,7 persen. Sementara sisa pendapatan lainnya—yang dihimpun dari penayangan iklan, transaksi platform digital, serta penyelenggaraan acara—menyumbang Rp160,2 miliar atau setara 6,1 persen.
Guna memperkokoh posisi kepemimpinan pasar, Cinema XXI terus mengeksekusi strategi ekspansi jaringan secara terukur dan selektif. Selama semester I 2026, perseroan meresmikan dua lokasi bioskop anyar, yakni Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI, yang secara otomatis menambah total tujuh layar baru.
Hingga 30 Juni 2026, Cinema XXI resmi mengoperasikan jaringan sebanyak 269 bioskop yang memuat total 1.395 layar. Jaringan layar bioskop ini telah menjangkau 55 kota dan 30 kabupaten yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, sebagai upaya perseroan memperluas penetrasi pasar di daerah-daerah potensial.