BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23 WIB
BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono. Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • NTP naik 0,15%, tetapi bukan karena harga panen petani membaik.
  • NTP hortikultura anjlok 8,49%, harga cabai hingga bawang merah jatuh.
  • Perikanan jadi pengecualian, nilai tukar nelayan dan pembudidaya ikan naik.

Suara.com - Meski Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) naik pada Juli 2026, kondisi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan membaiknya kesejahteraan petani. Di balik kenaikan tipis tersebut, petani hortikultura justru menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga berbagai komoditas utama seperti cabai rawit, bawang merah, tomat, hingga cabai merah.

BPS mencatat NTP Juli 2026 naik 0,15% secara bulanan menjadi 127,84. Namun, kenaikan itu bukan disebabkan oleh membaiknya harga hasil panen petani, melainkan karena biaya yang harus dikeluarkan petani turun lebih besar dibandingkan penurunan harga yang mereka terima.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan indeks harga yang diterima petani turun 0,10%, sedangkan indeks harga yang dibayar petani turun lebih dalam, yakni 0,25%.

"Juli tahun 2026 tercatat sebesar 127,84 atau naik 0,15% dibandingkan dengan Juni tahun 2026. Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima oleh petani turun 0,1%. Sedangkan indeks harga yang dibayar oleh petani turunnya lebih dalam, yaitu 0,25%," ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Sinyal pelemahan paling nyata terjadi di subsektor hortikultura. BPS mencatat NTP hortikultura merosot 8,49% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi penurunan terdalam di antara seluruh subsektor pertanian.

Menurut Ateng, penurunan tersebut dipicu oleh jatuhnya indeks harga yang diterima petani hortikultura hingga 8,74%, jauh lebih dalam dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar petani yang hanya mencapai 0,28%.

Komoditas yang paling menekan pendapatan petani berasal dari cabai rawit, bawang merah, tomat, dan cabai merah yang mengalami penurunan harga cukup signifikan di tingkat petani. Kondisi ini menunjukkan petani hortikultura masih menghadapi tekanan akibat melemahnya harga jual hasil panen.

Selain hortikultura, subsektor peternakan juga mencatat penurunan NTP pada Juli 2026. Sebaliknya, sektor perikanan justru menjadi penopang dengan kinerja yang lebih baik.

BPS mencatat Nilai Tukar Perikanan (NTPi) naik 1,01% pada Juli 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan Nilai Tukar Nelayan sebesar 0,95% serta Nilai Tukar Pembudidaya Ikan sebesar 1,10%.

baca juga

Kenaikan harga rajungan, ikan cakalang, tongkol, dan ikan kembung membantu meningkatkan pendapatan nelayan. Sementara di sektor budidaya, kenaikan harga rumput laut, bandeng, udang, dan lele menjadi pendorong membaiknya nilai tukar pembudidaya ikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Ungkap Biang Kerok RI Deflasi Juli 2026

BPS Ungkap Biang Kerok RI Deflasi Juli 2026

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat

Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'

Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×