- Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026.
- OJK mencatat penghimpunan dana melampaui Rp113 triliun serta peningkatan jumlah investor mendekati 30 juta SID.
- OJK memperkuat reformasi integritas dan penegakan hukum guna menjaga stabilitas serta kepercayaan investor global.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (4/8/2026).
Proyeksi positif terhadap laju bursa saham domestik ini sejalan dengan sentimen pemulihan pasar modal Indonesia yang terus menunjukkan indikator perbaikan fundamental di tengah tantangan perekonomian global.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan bahwa pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi mendaki ke zona hijau. Kendati demikian, para investor tetap mengingatkan agar mewaspadai potensi koreksi wajar dalam rentang jangka pendek.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat menguji area 6.352-6.545. Namun, investor juga perlu mencermati peluang pembalikan arah jangka pendek ke kisaran 6.122-6.180," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Berdasarkan analisis teknikal harian tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang batas bawah atau support pada level 6.029 dan 5.839.
Sementara itu, untuk rentang batas atas atau resistance, indeks diprediksi berada pada titik 6.266 dan 6.377. Guna menghadapi dinamika pasar hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dicermati pelaku pasar, yakni saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), serta PT Harum Energy Tbk (HRUM).
Sebelumnya, pada perdagangan awal pekan, Senin (3/8) sore, IHSG mengakhiri sesi di posisi level 6.234. Indeks saham unggulan domestik tersebut mengalami pelemahan terbatas sebesar 1,62 poin atau terkoreksi minus 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan RTI Infokom, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap marak dengan total nilai transaksi investor mencapai Rp14,33 triliun serta volume perdagangan melibatkan 38,76 miliar lembar saham.
Hingga sesi penutupan bursa kemarin, tercatat 292 saham menguat, 348 saham terkoreksi, dan 150 saham berada di posisi stagnan.
Sejalan dengan dinamika pergerakan indeks saham, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa fondasi pasar modal Indonesia terus berangsur pulih secara konsisten.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menuturkan bahwa laju penguatan IHSG merupakan cerminan nyata dari stabilitas pasar nasional yang tahan banting menghadapi tekanan global. Optimisme tersebut juga ditopang oleh tingginya angka penghimpunan dana (fundraising), lonjakan partisipasi investor baru, hingga realisasi berbagai reformasi struktur regulasi untuk memperkuat integritas pasar modal.
"Kalau kita melihat trennya ini adalah ada perbaikan," ujar Friderica dalam rapat KSSK di Gedung LPS, Senin (3/8/2026).
Friderica memaparkan bahwa salah satu indikator utama yang mempertebal optimisme otoritas adalah pencapaian nilai penghimpunan dana di pasar modal Indonesia yang telah melampaui angka Rp113 triliun.
Capaian ini dinilai sebagai sinyal krusial karena berhasil diraih saat kondisi ketidakpastian makroekonomi internasional masih membayangi.
"Kalau kita melihat fundraising ini berita sangat baik. Di tengah dinamika yang terjadi saat ini, fundraising di pasar modal Indonesia lebih dari Rp113 triliun. Kami juga melihat ada IPO dan lain-lain di pipeline. Jadi confidence terhadap market Indonesia juga baik," katanya.