Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.234,497
LQ45 623,931
Srikehati 302,648
JII 372,208
USD/IDR 17.986

Kinerja Jeblok, Saham BRMS Masih Layak Dikoleksi?

Achmad Fauzi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:46 WIB
Kinerja Jeblok, Saham BRMS Masih Layak Dikoleksi?
Meskipun kinejra Semester I-2026 jeblok, Saham Bumi Resources Minerals (BRMS) masih layak dikoleksi. [ist].
baca 10 detik
  • BRI Danareksa menurunkan target harga saham BRMS menjadi Rp700 setelah laba bersih semester I 2026 turun 44 persen.
  • Analis Andhika Audrey mempertahankan rekomendasi beli karena ekspansi fasilitas CIL dan tambang bawah tanah menjadi katalis pertumbuhan menengah.
  • Anak usaha BRMS, CPM, memperoleh perjanjian penjualan emas hingga 120 kilogram per bulan dengan Antam sampai Juni 2028.

Suara.com - Emiten pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masih dinilai layak dikoleksi oleh para investor. Namun, target harga atau target price sahamnya mulai diturunkan.

BRI Danareksa Sekuritas menurunkan target price BRMS dari Rp1.100 menjadi Rp700 per saham. Penurunan ini setelah hasil kinerja pada semester I-2026 yang jauh di bawah harapan.

Dalam laporan keuangannya, tercatat laba bersih BRMS pada semester I 2026 hanya mencapai 12,9 juta dolar AS atau turun 44 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Penurunan tersebut dipicu oleh produksi emas yang lebih rendah serta penjualan yang masih terbatas sehingga perusahaan membukukan rugi bersih pada kuartal II 2026.

Kondisi tersebut membuat BRI Danareksa memangkas proyeksi produksi emas BRMS untuk periode 2026-2028 menjadi masing-masing 60,9 ribu ons, 81,6 ribu ons, dan 158,2 ribu ons. Sebelumnya, manajemen BRMS menargetkan produksi emas tahun ini mencapai 70 ribu hingga 75 ribu ons, namun target tersebut dinilai cukup menantang untuk dicapai.

Meski memangkas proyeksi, Analis BRI Danareksa Sekuritas Andhika Audrey tetap mempertahankan rekomendasi Buy terhadap saham BRMS.

Bumi Resources
Bumi Resources

"Kami tetap mempertahankan rekomendasi Buy, tetapi menurunkan target harga berbasis sum of the parts (SOTP) menjadi Rp700 dari sebelumnya Rp1.100, setelah memangkas proyeksi kinerja 2026-2028," ujar Andhika dalam risetnya yang dikutip, Selasa (4/8/2026).

Menurut Andhika, revisi tersebut dilakukan karena pemulihan produksi diperkirakan berlangsung lebih lambat setelah kinerja semester I 2026 yang lemah, ditambah harga emas yang lebih rendah pada kuartal II 2026. Meski demikian, ia menilai tekanan tersebut sebagian besar telah tercermin pada harga saham BRMS saat ini.

"Meskipun laba dalam jangka pendek masih berada di bawah tekanan, kami meyakini pelemahan harga saham belakangan ini telah banyak mencerminkan berbagai tantangan tersebut. Di sisi lain, ekspansi fasilitas CIL berkapasitas 2.000 ton per hari dan pengembangan tambang bawah tanah akan tetap menjadi katalis utama pertumbuhan BRMS dalam jangka menengah," ujar Andhika.

baca juga

BRI Danareksa menilai BRMS telah melewati fase operasional terberat setelah proyek River Reef pushback selesai pada Juli 2026. Penyelesaian proyek tersebut memungkinkan aktivitas penambangan kembali berjalan dengan kadar bijih yang berangsur normal pada semester II 2026.

Selain itu, prospek penjualan juga dinilai membaik setelah anak usaha BRMS, CPM, memperoleh perjanjian penjualan emas (gold offtake agreement) dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Dalam kerja sama tersebut, ANTM akan membeli emas hingga 120 kilogram per bulan sampai Juni 2028 atau sekitar 60-80 persen dari produksi normal bulanan BRMS.

Dengan berbagai penyesuaian tersebut, target harga saham BRMS memang dipangkas menjadi Rp700. Namun, target tersebut masih menawarkan potensi kenaikan (upside) sekitar 25 persen dibandingkan harga penutupan terakhir di level Rp560 per saham.

Di sisi lain, BRI Danareksa juga memangkas proyeksi laba bersih BRMS periode 2026-2028 masing-masing sebesar 35,5 persen, 26,7 persen, dan 6,6 persen, seiring penurunan asumsi produksi serta harga jual rata-rata emas.

Dalam jangka menengah, ekspansi fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) berkapasitas 2.000 ton per hari serta dimulainya penambangan bawah tanah (underground mining) dengan kadar emas 3,5-4,9 gram per ton pada semester II 2027 diyakini akan menjadi katalis utama yang menopang pertumbuhan produksi dan kinerja BRMS di masa mendatang.

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Saham TMPO Dijual investor

IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Saham TMPO Dijual investor

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:15 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham

IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Robert Budi Hartono Jadi Pengendali Baru, Ini Daftar Pemegang Saham BCA

Robert Budi Hartono Jadi Pengendali Baru, Ini Daftar Pemegang Saham BCA

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Kinerja Jeblok, Saham BRMS Masih Layak Dikoleksi?

Kinerja Jeblok, Saham BRMS Masih Layak Dikoleksi?

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Misteri "Mr. S": Buku Bergambar Paling Kocak yang Wajib Dibaca Anak Sebelum Masuk Sekolah

Misteri "Mr. S": Buku Bergambar Paling Kocak yang Wajib Dibaca Anak Sebelum Masuk Sekolah

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Mobil Listrik BYD Atto 1 vs Wuling Aira EV: Adu Harga, Fitur, dan Skema Kredit

Mobil Listrik BYD Atto 1 vs Wuling Aira EV: Adu Harga, Fitur, dan Skema Kredit

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Belum Juga Berunding, Donald Trump Ancam Iran dengan Pemenggalan

Belum Juga Berunding, Donald Trump Ancam Iran dengan Pemenggalan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Bahlil Bantah 3 Perusahaan Disebut Aktivasi Izin Tambang di Raja Ampat

Bahlil Bantah 3 Perusahaan Disebut Aktivasi Izin Tambang di Raja Ampat

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?

Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:37 WIB

3 Parfum Mykonos Paling Wangi Pilihan Owner untuk Pagi, Siang hingga Malam

3 Parfum Mykonos Paling Wangi Pilihan Owner untuk Pagi, Siang hingga Malam

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Api Mengamuk di Kawasan Bromo, Akses Wisata dari Lumajang dan Malang Ditutup

Api Mengamuk di Kawasan Bromo, Akses Wisata dari Lumajang dan Malang Ditutup

Jatim | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:34 WIB

Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya

Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya

Video | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Gemini Spark Hadir di Indonesia: Agen AI 'Mandiri' yang Bekerja 24/7 Saat Anda Tidur

Gemini Spark Hadir di Indonesia: Agen AI 'Mandiri' yang Bekerja 24/7 Saat Anda Tidur

Tekno | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:30 WIB

×