- BPD percepat transformasi digital dengan fondasi AI untuk memperkuat layanan dan ekonomi daerah.
- Kolaborasi strategis difokuskan pada talenta digital, pengembangan AI, dan berbagi praktik terbaik antar-BPD.
- Digitalisasi BPD ditargetkan meningkatkan efisiensi, keamanan siber, dan pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional
"BPD adalah orkestrator ekonomi daerah. Kolaborasi dengan Lintasarta memperkuat kapabilitas talenta digital dan membuka ruang berbagi praktik terbaik antar-BPD, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelaku usaha dan masyarakat di daerah," ujarnya.
Ia menyatakan langkah penguatan transformasi digital tersebut juga sejalan dengan Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 yang disusun OJK, khususnya pada pilar percepatan digitalisasi, peningkatan tata kelola, serta penguatan peran BPD dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional.
"Melalui fondasi digital yang mengintegrasikan konektivitas, cloud, keamanan siber, dan AI dalam satu ekosistem, transformasi BPD diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan perbankan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi daerah yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha dan UMKM, akademisi, media, hingga masyarakat," terangnya.
Selain penandatanganan nota kesepahaman, CxO BPD Summit 2026 juga menghadirkan diskusi mengenai keamanan siber, implementasi AI di sektor perbankan, serta demonstrasi solusi digital berbasis AI sebagai gambaran arah modernisasi layanan BPD di masa depan.
Penguatan transformasi digital BPD menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat pemerataan ekonomi nasional.
Dengan infrastruktur digital yang semakin kuat, aman, dan berdaulat, BPD diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan keuangan sekaligus memperluas kontribusinya dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia.