- Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia mencatat kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional pada Minggu, 9 Agustus 2026.
- Lonjakan harga tertinggi dialami oleh komoditas cabai rawit merah yang hampir mencapai Rp60.000 per kilogram serta kenaikan pada sektor daging.
- Masyarakat mendapat sedikit kelegaan karena harga bawang, telur ayam ras, dan minyak goreng curah justru mencatatkan penurunan di pasar.
Suara.com - Harga kebutuhan pokok yang fluktuatif kembali mewarnai pasar tradisional pada akhir pekan. Pada Minggu (9/8/2026), mayoritas komoditas pangan mengalami tren kenaikan, dengan lonjakan paling tajam dicatatkan oleh cabai rawit merah yang harganya nyaris menembus angka Rp60.000 per kilogram.
Mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia pada pukul 10.03 WIB, pergerakan harga di pasar menunjukkan fluktuasi yang beragam, di mana kelompok rempah pedas dan daging memimpin kenaikan, sementara komoditas bawang dan telur memberikan sedikit angin segar bagi konsumen.
Rempah Pedas dan Daging Merangkak Naik
Tren "pedasnya" harga merata di hampir seluruh keluarga cabai. Kenaikan tertinggi dipegang oleh cabai rawit merah yang melonjak 6,9 persen (naik Rp3.850) sehingga dibanderol pada level Rp59.650 per kg.
Kenaikan tersebut turut diikuti oleh varian cabai lainnya:
Cabai merah keriting: Naik Rp1.900 menjadi Rp50.400 per kg.
Cabai merah besar: Naik Rp850 menjadi Rp49.900 per kg.
Cabai rawit hijau: Naik Rp650 menjadi Rp52.600 per kg.
Laju kenaikan harga juga merambat ke sektor protein hewani. Daging sapi kualitas 1 merangkak naik Rp750 menjadi Rp151.750 per kg, disusul daging sapi kualitas 2 yang naik Rp1.050 menjadi Rp143.050 per kg.
Sementara itu, harga daging ayam ras segar mengalami penyesuaian tipis sebesar Rp150, menempatkan harganya di level Rp40.050 per kg.
Pergerakan Harga Beras dan Gula
Di sektor sembako utama, kelompok beras kelas medium dan premium kompak mengalami penyesuaian harga seragam sebesar Rp50 per kg. Rincian harga beras saat ini adalah:
Beras Super I: Rp17.750 per kg.
Beras Super II: Rp17.200 per kg.
Beras Medium I: Rp16.450 per kg.
Beras Medium II: Rp16.250 per kg.
Beruntungnya, bagi masyarakat yang mengonsumsi beras kualitas bawah I dan II, harganya terpantau masih stabil, masing-masing bertahan di angka Rp14.800 dan Rp14.600 per kg.
Pada komoditas pemanis, gula pasir lokal sedikit terkerek Rp100 menjadi Rp19.150 per kg, sedangkan gula pasir premium tetap stagnan di posisi Rp20.300 per kg.
Di tengah gelombang kenaikan harga tersebut, masyarakat mendapat sedikit kelegaan. Beberapa komoditas dapur penting justru mencatatkan penurunan harga.
Harga bawang merah turun Rp900 menjadi Rp39.550 per kg, beriringan dengan bawang putih yang susut Rp800 menjadi Rp41.050 per kg.
Penurunan juga terpantau pada telur ayam ras segar yang kini dihargai Rp29.450 per kg (turun Rp200), serta minyak goreng curah yang melandai tipis Rp50 menjadi Rp20.450 per liter.