- Achilles perluas layanan dari pajak ke ekosistem bisnis terintegrasi.
- Platform gratis hingga 50.000 transaksi per bulan.
- Lebih dari 150.000 bisnis telah menggunakan layanan Achilles.
Suara.com - Kebutuhan pelaku usaha Indonesia terhadap teknologi bisnis kini tak lagi sebatas urusan kepatuhan perpajakan. Efisiensi transaksi, akses pembiayaan, keamanan dokumen, hingga ketersediaan data untuk mengambil keputusan mulai menjadi kebutuhan penting dalam operasional bisnis.
Perubahan kebutuhan tersebut mendorong perusahaan di balik OnlinePajak memperluas cakupan layanannya melalui ekosistem baru bernama Achilles. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari kepatuhan pajak, transaksi, pengelolaan dokumen, pendanaan, hingga business intelligence dalam satu ekosistem.
Bersamaan dengan transformasi tersebut, Achilles juga membuka akses platform secara gratis hingga 50.000 transaksi per bulan. Kebijakan ini ditujukan untuk memperluas akses teknologi bisnis, termasuk bagi pelaku usaha yang sebelumnya menghadapi keterbatasan biaya dalam mengadopsi berbagai solusi digital.
Perjalanan perusahaan bermula pada 2014 melalui OnlinePajak. Saat itu, fokus utama perusahaan adalah menyederhanakan proses perpajakan yang dinilai cukup kompleks bagi dunia usaha.
Teknologi OnlinePajak membantu pelaku usaha mengurangi beban administrasi perpajakan, termasuk pembayaran pajak dan pelaporan kewajiban pajak secara digital. Namun, seiring waktu, kebutuhan pelanggan berkembang dan persoalan bisnis ternyata tidak berhenti setelah kewajiban pajak terpenuhi.
Pelaku usaha juga membutuhkan sistem transaksi yang lebih efisien, pengelolaan dokumen secara digital, akses pembiayaan, serta data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
"Selama lebih dari satu dekade, masyarakat mengenal kami melalui OnlinePajak. Dalam perjalanan itu, kami belajar bahwa kebutuhan bisnis terus berkembang dan tidak berhenti pada kepatuhan perpajakan," kata Chief Executive Officer Achilles Charles Guinot.
Menurut dia, bisnis membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan kepatuhan, transaksi, pendanaan, hingga business intelligence dalam satu pengalaman yang terintegrasi.
"Itulah yang melatarbelakangi hadirnya Achilles sebagai rumah bagi seluruh solusi yang kami bangun," ujarnya.
Ekosistem Achilles kini mencakup sejumlah layanan yang memiliki fungsi berbeda namun dapat saling terintegrasi.
OnlinePajak tetap menjadi solusi untuk kepatuhan dan administrasi perpajakan. Sementara Transaction Hub digunakan untuk mengelola transaksi bisnis.
Ada pula Document Hub yang menyediakan solusi pengelolaan dokumen digital, termasuk e-Signature dan e-Materai. Kemudian Credor yang menyediakan akses pendanaan dan penilaian risiko bagi bisnis.
Untuk kebutuhan analisis data, Achilles menghadirkan Covia, platform business intelligence dan market intelligence berbasis data.
Seluruh layanan tersebut dapat digunakan secara terintegrasi maupun secara terpisah sesuai kebutuhan masing-masing bisnis.
Melalui paket gratis Achilles, pelaku usaha dapat memanfaatkan sejumlah fitur utama tanpa biaya berlangganan untuk penggunaan hingga 50.000 transaksi per bulan.
Fitur yang tersedia antara lain pembayaran berbagai jenis pajak dan pelaporan SPT, pembuatan invoice dan payment link, e-Faktur, e-Bupot, e-Signature, serta e-Materai sesuai pemakaian.
Pelaku usaha juga dapat mengajukan pembiayaan melalui Credor dan memanfaatkan fitur dasar price index dari Covia.
Charles menilai akses terhadap teknologi bisnis seharusnya tidak hanya dinikmati perusahaan berskala besar. Karena itu, perusahaan memilih membuka akses Achilles secara gratis dalam batas penggunaan tertentu.
"Ketika kepatuhan menjadi lebih sederhana, transaksi berlangsung lebih efisien, akses pendanaan semakin terbuka, dan setiap keputusan didukung oleh data yang andal, maka bisnis dapat lebih fokus berinovasi dan berkembang," kata Charles.
Dia menambahkan, langkah tersebut diharapkan dapat membantu lebih banyak bisnis Indonesia memanfaatkan teknologi untuk bertumbuh.
"Melalui Achilles, kami ingin membangun ekosistem yang membantu Indonesia keluar dari middle-income trap dengan memperkuat kepercayaan di seluruh rantai ekonomi," ujarnya.
Saat ini, lebih dari 150.000 bisnis di Indonesia disebut telah mempercayakan operasional finansial mereka kepada Achilles.
Perusahaan juga menyatakan telah menerapkan standar keamanan informasi ISO 27001 serta berada di bawah pengawasan dan regulasi berbagai institusi terkait, termasuk Bank Indonesia dan Direktorat Jenderal Pajak, sesuai dengan layanan yang diselenggarakan.
Bagi pengguna OnlinePajak, transformasi ini tidak mengubah layanan yang selama ini digunakan. OnlinePajak tetap beroperasi sebagai solusi kepatuhan perpajakan sekaligus menjadi bagian dari ekosistem Achilles.