- IKK Juli turun ke 116,8 dari 117,8 pada Juni 2026.
- Persepsi kondisi ekonomi saat ini ikut melemah ke 107,9.
- Porsi cicilan naik menjadi 10,5% dari pendapatan rumah tangga.
Artinya, semakin besar bagian pendapatan rumah tangga yang harus dialokasikan untuk memenuhi kewajiban utang.
Di sisi lain, proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi tercatat 72,7%, relatif stabil dari 73,0%. Sementara porsi pendapatan yang disimpan turun tipis dari 17,0% menjadi 16,8%.
Kombinasi tersebut memperlihatkan ruang keuangan rumah tangga belum sepenuhnya longgar. Ketika cicilan meningkat sementara porsi tabungan sedikit menyusut, kemampuan sebagian masyarakat untuk menghadapi tekanan ekonomi mendadak berpotensi menjadi lebih terbatas.
Ekspektasi terhadap enam bulan mendatang memang masih tinggi. IEK berada di level 125,7, dengan ekspektasi penghasilan 133,6, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 123,1, dan ekspektasi kegiatan usaha 120,4.
Namun, seluruhnya menunjukkan bahwa optimisme konsumen tidak lagi sekuat bulan sebelumnya.
Bahkan, ekspektasi penghasilan untuk kelompok pengeluaran Rp2,1 juta-Rp3 juta dan Rp3,1 juta-Rp4 juta mengalami penurunan. Ekspektasi kegiatan usaha juga melemah pada kelompok pengeluaran Rp2,1 juta-Rp4 juta.