Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 24 September 2026 | 07:42 WIB
Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik
Ilustrasi singkong. (Freepik/Gustavomellossa)
baca 10 detik
  • Ketua Umum MSI Arifin Lambaga menyatakan penghentian impor singkong membuat harga di Lampung naik menjadi Rp2.400 per kilogram pada Rabu (23/9) di Jakarta.
  • MSI siap mendukung pengembangan 500 ribu hektare lahan singkong guna memenuhi kebutuhan bahan baku bioetanol program E20 sebesar 2,2 juta kiloliter.
  • Pengembangan lahan singkong skala besar memerlukan dukungan sektor hulu serta kepastian pasar melalui kemitraan inti-plasma dengan investor pengolahan bioetanol.

Suara.com - Harga singkong di sejumlah sentra produksi mulai mengalami kenaikan setelah pemerintah menghentikan impor singkong. Di Lampung, salah satu sentra produksi singkong, harga komoditas tersebut kini mencapai sekitar Rp2.400 per kilogram.

Ketua Umum Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), Arifin Lambaga mengatakan, kenaikan harga tersebut terjadi seiring berkurangnya pasokan singkong impor di pasar domestik.

Hal itu disampaikannya saat audiensi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu (23/9).

"Alhamdulillah, terutama di Lampung sebagai salah satu sentra produksi singkong, harganya sudah bagus, sekitar Rp2.400. Kami berterima kasih kepada Pak Menteri dan Pak Presiden atas dukungan dan beberapa kebijakan, misalnya stop impor singkong," ujar Arifin.

Menurut Arifin, kenaikan harga perlu diikuti dengan peningkatan produksi secara bertahap. Pasalnya, kebutuhan singkong berpotensi meningkat seiring dengan rencana pengembangan industri bioetanol.

Ia menyebut kebutuhan bahan baku bioetanol dapat mencapai jumlah besar. Untuk mendukung program pencampuran bahan bakar E20, kebutuhan bioetanol diperkirakan mencapai sekitar 2,2 juta kiloliter.

Ilustrasi mobil keluarga bekas yang aman pakai E20. (freepik)
Ilustrasi mobil keluarga bekas yang aman pakai E20. (freepik)

"Ini kebutuhan yang besar. Ini pasar yang sangat besar bagi kita," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, MSI menyatakan siap berpartisipasi dalam pengembangan sekitar 500 ribu hektare lahan singkong.

Namun, pengembangan lahan dalam skala besar membutuhkan dukungan sektor hulu, mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian hingga pembiayaan.

baca juga

Arifin mengatakan kebutuhan benih menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan lahan singkong. Dalam satu hektare lahan, kebutuhan mencapai sekitar 8.000 hingga 10.000 stek.

"Benihnya harus benih unggul yang bisa menghasilkan produktivitas singkong dan kadar pati yang baik. Karena yang untuk diolah menjadi bioetanol itu tergantung pada patinya," jelasnya.

Di sisi industri, MSI telah berkomunikasi dengan sejumlah investor yang berminat mengembangkan pengolahan singkong menjadi bioetanol.

Beberapa investor disebut telah menyatakan kesiapan untuk masuk ke sektor tersebut.

"Kami sudah melakukan beberapa kontak dengan para investor, terutama di pengolahan singkong menjadi bioetanol. Beberapa investor sudah siap," katanya.

Menurut Arifin, kepastian pasar atau off-taker menjadi salah satu faktor penting untuk merealisasikan investasi bioetanol. Kepastian penyerapan produk juga diperlukan agar peningkatan produksi singkong petani dapat terserap oleh industri.

Ilustrasi bioetanol. [Ist]
Ilustrasi bioetanol. [Ist]

MSI mengusulkan pengembangan industri bioetanol dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan sentra produksi singkong. Salah satu skema yang disiapkan yakni kemitraan inti-plasma, sehingga petani dapat terlibat sebagai pemasok bahan baku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Gunakan AI Buat Cegah Kebocoran Ekspor-Impor hingga Lacak Pajak Perusahaan

Purbaya Gunakan AI Buat Cegah Kebocoran Ekspor-Impor hingga Lacak Pajak Perusahaan

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 13:33 WIB

Produk Lokal Tak Kalah Bagus dari Barang Impor, Mendag Sebut Masalahnya Pintar Jualan

Produk Lokal Tak Kalah Bagus dari Barang Impor, Mendag Sebut Masalahnya Pintar Jualan

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 07:13 WIB

Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI

Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 13:38 WIB

RI Punya Pabrik Baja Kapasitas 1,2 Juta Ton

RI Punya Pabrik Baja Kapasitas 1,2 Juta Ton

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 15:22 WIB

Surplus Neraca Dagang RI Terancam Menyempit, Impor Melonjak Hampir 20 Persen

Surplus Neraca Dagang RI Terancam Menyempit, Impor Melonjak Hampir 20 Persen

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 16:31 WIB

Impor Logam Mulia RI dari Australia Naik Gila-gilaan, Tembus 2 Kali Lipat

Impor Logam Mulia RI dari Australia Naik Gila-gilaan, Tembus 2 Kali Lipat

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 16:09 WIB

Terkini

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 19:02 WIB

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:00 WIB

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:54 WIB

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:50 WIB

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Peran Satwa Surili Jawa pada Ekologis Lingkungan dari Ancaman Deforestasi

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:45 WIB

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Menakar Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres: Peta Koalisi dan Tantangan Politiknya

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 18:40 WIB

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 18:39 WIB

Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana

Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana

Malang | Sabtu, 07 November 2026 | 18:37 WIB

×