- IHSG ditutup di level 6.365, turun 44,28 poin.
- Rupiah menguat dan sektor transportasi melesat.
- Momentum IHSG mulai kehilangan tenaga, berpotensi sideways.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah hingga akhir perdagangan, Senin, 10 Agustus 2026. IHSG ditutup melemah 44,28 poin atau 0,69 persen ke level 6.365,37.
Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG sebenarnya dibuka menguat di level 6.441. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.463 sebelum berbalik turun dan menyentuh level terendah 6.363.
Dalam perdagangan hari ini, investor melakukan transaksi sebanyak 2.555.217 kali dengan volume mencapai 44,94 miliar saham. Sementara nilai transaksi tercatat sebesar Rp18,08 triliun.
Dari sisi sektoral, tekanan terbesar datang dari sektor barang konsumen nonprimer (noncyclicals) yang terkoreksi 1,37 persen.
![Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) meminta penerapan aturan free float atau jumlah saham yang dilepas ke publik sebesar 15 persen dilakukan secara bertahap. [Suara.com/Rina Anggraeni]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/04/56478-ihsg.jpg)
Sektor infrastruktur juga melemah 1,25 persen, sedangkan sektor industri turun 0,74 persen.
Di tengah pelemahan mayoritas sektor, sektor transportasi justru menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan signifikan, yakni 6,21 persen.
Pada perdagangan saham, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, yakni di level Rp2.120 per saham atau turun 4,93 persen. Selanjutnya ada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di level Rp985, naik 1,03 persen, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di level Rp187 atau stagnan.
Phintraco Sekuritas menyebut penguatan rupiah tidak terlepas dari pelemahan dolar AS. Selain itu, pasar juga merespons positif kabar Presiden Prabowo Subianto yang mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia.
Di sisi lain, sentimen domestik datang dari indeks keyakinan konsumen yang kembali mengalami penurunan. Indeks tersebut turun untuk bulan ketiga berturut-turut menjadi 116,8 pada Juli 2026, dari sebelumnya 117,8 pada Juni 2026.
Namun, penjualan sepeda motor justru menunjukkan pertumbuhan. Penjualan meningkat 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 636 ribu unit pada Juli 2026, setelah pada Juni 2026 hanya tumbuh 1,1 persen secara tahunan.
Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih menghadapi tekanan secara teknikal. Indikator Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought, sementara histogram positif MACD mulai mengalami penyempitan.
Kondisi tersebut mengindikasikan momentum penguatan IHSG mulai kehilangan tenaga.
"Secara teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG membentuk Death Cross di area overbought serta mulai terjadi penyempitan histogram positif MACD," tulis Phintraco.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak cenderung sideways pada perdagangan berikutnya dengan rentang 6.300 hingga 6.450.
"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.300-6.450," tulis Phintraco