- Danone Indonesia bermitra dengan Palang Merah Indonesia (PMI) serta Pemda untuk menyalurkan bantuan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) secara terkoordinasi agar tepat sasaran.
- Bantuan yang disalurkan mencakup donasi dana tunai sebesar Rp1 miliar, produk nutrisi, dan sekitar 53.000 botol air minum AQUA untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih masyarakat.
- Bantuan dikirimkan bertahap sejak Sabtu (22/8/2026) melalui jalur darat di Manggarai (seperti Kecamatan Langke Rembong) serta jalur laut menggunakan Kapal Kemanusiaan PMI dan Kalla Lines ke wilayah pesisir.
Suara.com - Dukungan korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus digaungkan. Terbaru ada Danone Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa NTT.
Dukungan ini merupakan bagian dari upaya bersama berbagai pihak untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus mendukung tahap awal pemulihan pasca bencana.
Lewat kerja sama dengan PMI serta koordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) dan pemangku kepentingan terkait, bantuan disalurkan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dukungan Danone Indonesia mencakup donasi senilai Rp1 miliar, sekitar 53.000 botol AQUA, serta produk nutrisi. Sebagian bantuan telah dikirimkan sejak Sabtu (22/8/2026).
Donasi tersebut diperuntukkan bagi pengadaan beragam kebutuhan masyarakat terdampak berdasarkan hasil identifikasi dan penilaian kebutuhan yang dilakukan PMI di lapangan. Dengan demikian, jenis bantuan yang disalurkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan perkembangan situasi di wilayah terdampak.
Selain donasi, bantuan produk diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk ketersediaan air minum aman dan dukungan nutrisi. Penyalurannya dilakukan melalui jaringan kemanusiaan PMI agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
![Bantuan korban gempa NTT. [Danone Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/27/78001-bantuan-korban-gempa-ntt.jpg)
CEO Danone Indonesia, Laurent Boissier, mengatakan bahwa dalam situasi bencana, semangat saling membantu dan kerja sama menjadi bagian penting dalam penanganan kemanusiaan.
“Ketika gempa melanda Nusa Tenggara Timur, perhatian dan simpati kami tertuju kepada keluarga dan masyarakat yang terdampak. Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana kita dapat saling membantu dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Kami bergabung dalam upaya bersama PMI, pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya untuk membantu saudara-saudara kita melewati masa darurat dan memulai pemulihan,” ujar Laurent, Rabu (26/8/2026).
Menurut Laurent, kolaborasi menjadi penting karena penanganan bencana membutuhkan kecepatan, koordinasi, serta pemahaman yang baik terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.
“PMI memiliki pengalaman, jaringan, dan kemampuan kemanusiaan yang luas, termasuk dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak. Karena itu, dukungan kami disalurkan melalui PMI agar dapat menjadi bagian dari upaya kemanusiaan yang lebih besar, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Bagi kami, solidaritas berarti menjadi bagian dari upaya bersama dan membantu sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa sinergi dan kolaborasi lintas sektor sangat krusial guna memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat berjalan efektif.
“Hari ini bantuannya lebih ke dana tunai, dan ini bukan pertama kalinya untuk Danone Indonesia melainkan sudah yang keenam kali. Tiap terjadi bencana, Danone Indonesia selalu hadir menyumbang. Jadi kami sangat berterima kasih, karena ini wujud nyata pelaksanaan prinsip bisnis saat ini, yaitu ESG (Environmental, Social, and Governance), yang dijalankan dengan baik.” ujar Jusuf Kalla.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui beberapa jalur sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Bersama PMI, bantuan disalurkan melalui jalur darat di Manggarai serta jalur laut melalui Kapal Kemanusiaan.
Pasokan air minum AQUA sebelumnya telah disalurkan kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Jangkauan bantuan kemudian diperluas ke sejumlah wilayah pesisir melalui Kapal Kemanusiaan hasil kolaborasi PMI dan Kalla Lines yang telah bertolak pada Sabtu (22/8/2026).