- Indeks Harga Saham Gabungan menguat 116,06 poin ke level 6.521 pada akhir perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026.
- Penguatan pasar saham tersebut didorong respon positif pelaku pasar atas target pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset oleh DPR.
- Sementara itu, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,11 persen hingga ditutup pada level Rp17.744 per dolar AS.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan reli penguatan hingga akhir perdagangan, Kamis, 27 Agustus 2026. Penguatan ini di tengah aksi demo yang tengah berlangsung.
IHSG menguat 116,06 poin atau 1,81 persen ke level 6.521.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pelaku pasar merespons positif keputusan DPR yang menetapkan target pengesahan UU Perampasan Aset paling lambat pada 15 Desember 2026.
Sentimen tersebut menjadi angin segar bagi pasar saham setelah dalam beberapa hari terakhir IHSG cenderung tertekan akibat kekhawatiran investor terhadap kondisi keamanan dan stabilitas di dalam negeri.
"Demonstrasi di DPR yang menuntut disahkannya UU Perampasan Aset berakhir damai setelah DPR memutuskan target pengesahan UU Perampasan Aset tersebut paling lambat pada 15 Desember 2026. Hal tersebut direspon positif oleh para pelaku pasar, setelah selama beberapa hari terakhir pasar cenderung tertekan mengantisipasi kondisi keamanan di dalam negeri," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
![Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/22819-ihsg.jpg)
Penguatan IHSG juga didukung oleh pergerakan positif seluruh sektor saham.
Sektor industri menjadi penguat paling besar dengan kenaikan mencapai 3,95 persen.
Kinerja positif seluruh sektor tersebut memperkuat rebound IHSG pada perdagangan Kamis setelah indeks sebelumnya mengalami tekanan.
Meski pasar saham menguat, kondisi berbeda terjadi pada nilai tukar rupiah. Rupiah ditutup melemah 0,11 persen ke level Rp17.744 per dolar AS. Mata uang Garuda bahkan sempat tertekan hingga level Rp17.781 per dolar AS.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas melihat sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan.
IHSG berhasil ditutup di atas level MA5, sementara histogram MACD masih bertahan di area positif.
Namun, indikator Stochastic RSI bergerak turun di area pivot. Kondisi tersebut membuat ruang penguatan IHSG diperkirakan mulai terbatas.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada perdagangan berikutnya dengan kisaran 6.450-6.580.
Data Perdagangan IHSG
- IHSG: 6.521,570, naik 116,06 poin atau 1,81 persen
- Pembukaan: 6.390
- Tertinggi: 6.521
- Terendah: 6.376
- Nilai transaksi: Rp13,39 triliun
- Volume transaksi: 34,59 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.916.018 kali
Top Value
- DSSA: Rp1.140, naik 70 poin (6,54 persen)
- INET: Rp350, naik 44 poin (14,38 persen)
- BUMI: Rp194, naik 10 poin (5,43 persen)
Top Volume
- BUMI: Rp194, naik 10 poin (5,43 persen)
- KIJA: Rp218, naik 35 poin (19,13 persen)
- INET: Rp350, naik 44 poin (14,38 persen)
Top Gainers LQ45
- DEWA: Rp448, naik 28 poin (6,67 persen)
- CUAN: Rp815, naik 45 poin (5,84 persen)
- BUMI: Rp194, naik 10 poin (5,43 persen)
Top Losers LQ45
- AMRT: Rp1.375, turun 5 poin (0,36 persen)
- UNVR: Rp1.760, turun 5 poin (0,28 persen)
Top Gainers JII
- DEWA: Rp448, naik 28 poin (6,67 persen)
- BRMS: Rp765, naik 45 poin (6,25 persen)
- BUMI: Rp194, naik 10 poin (5,43 persen)
Top Losers JII
- UNVR: Rp1.760, turun 5 poin (0,28 persen)