- Dirut BEI Jeffrey Hendrik menyarankan investor memperhatikan fundamental saat demonstrasi berpotensi memengaruhi IHSG.
- Peringatan tersebut disampaikan Jeffrey Hendrik di Gedung BEI pada hari Jumat, 28 Agustus 2026.
- IHSG dibuka menguat ke level 6.535 dan naik 0,49 persen hingga pukul 09.04 WIB.
Suara.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, meminta investor tetap mencermati faktor fundamental. Hal ini dilakukan agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan investasi.
Lantaran, adanya potensi aksi demonstrasi lanjutan dapat memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Untuk itu, investor perlu melihat kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya relatif baik. Menurutnya, keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
"Pesan kami selalu sama, yaitu investor harus senantiasa memperhatikan fundamental," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, selain fundamental ekonomi nasional, kondisi fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI juga relatif baik.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor dalam menentukan keputusan investasi.
![Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/27/32276-bursa-efek-indonesia-bei-jakarta.jpg)
Jeffrey menambahkan, perusahaan tercatat di bursa masih membutuhkan pertumbuhan pendapatan maupun keuntungan.
Karena itu, investor diharapkan tidak hanya mengambil keputusan berdasarkan sentimen jangka pendek, tetapi tetap mempertimbangkan fundamental perusahaan.
"Kami menyampaikan kepada investor agar selalu memperhatikan faktor-faktor fundamental dalam berinvestasi," tegasnya
Sementara, pada awal perdagangan, Jumat, 28 Agustus 2026. IHSG dibuka menguat ke level 6.535. Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih melesat 0,49 persen ke level 6.553.
Rinciannya, sebanyak 2,30 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,04 triliun serta frekuensi sebesar 139.720 kali.Terdapat 333 saham menghijau, sedangkan, 138 saham merosot. Sisanya, 492 saham masih belum bergerak alias stagnan.