- Pemprov DKI Jakarta memperkuat cadangan air baku untuk mengantisipasi ancaman kemarau panjang bagi warga.
- BPBD DKI Jakarta berkoordinasi dengan PAM JAYA mempercepat pengisian reservoir besar.
- Pemerintah memantau permukiman serta menyediakan layanan pengaduan Jakarta Siaga 112 untuk mendistribusikan bantuan air bersih.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat cadangan air baku untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang yang mulai mengancam ketersediaan air bersih bagi warga.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mempercepat pengisian reservoir atau tempat penampungan air berkapasitas besar di berbagai wilayah Jakarta.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan PAM JAYA untuk memastikan cadangan air tetap tersedia, termasuk melalui pengisian reservoir.
“BPBD DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan PAM JAYA untuk memastikan ketersediaan air, termasuk dalam upaya pengisian reservoir air Jakarta,“ ujar Maruli, Selasa (15/9/2026).
Selain memastikan cadangan di reservoir, BPBD DKI juga memantau wilayah permukiman yang berpotensi mengalami gangguan pasokan air bersih.
Maruli mengatakan, setiap laporan warga terkait kesulitan air akan diverifikasi dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah serta pihak terkait untuk mendapat penanganan.
“Setiap laporan yang masuk akan kami konfirmasi dan verifikasi, kemudian kami koordinasikan dengan perangkat daerah dan pihak terkait seperti PAM JAYA untuk dilakukan penanganan, termasuk dukungan distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,“ terang Maruli.
Menurutnya, langkah mitigasi dilakukan mulai dari pemantauan kondisi hingga memastikan respons cepat jika warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
"Apabila ada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih, segera laporkan melalui Jakarta Siaga 112 agar dapat kami verifikasi dan koordinasikan penanganannya,“ pungkas Maruli.