- Purbaya bongkar dugaan permainan orang dalam DJP.
- Pegawai pajak yang terlibat siap dipecat dalam waktu dekat.
- 40 perusahaan pengemplang pajak kini diburu utangnya.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya dugaan permainan orang dalam Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang membuat sejumlah perusahaan nakal bisa bertahun-tahun lolos dari pemeriksaan dan kewajiban membayar pajak.
Purbaya bahkan memastikan pegawai DJP yang terbukti terlibat akan menghadapi sanksi tegas hingga pemecatan dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026), saat membahas penanganan perusahaan-perusahaan yang diduga memiliki tunggakan pajak.
Menurutnya, terdapat perusahaan baja yang telah beroperasi selama puluhan tahun tetapi tidak tersentuh pemeriksaan pajak secara optimal. Kondisi tersebut dinilai sulit terjadi tanpa adanya campur tangan pihak tertentu di internal otoritas pajak.
“Fakta bahwa ada perusahaan seperti itu puluhan tahun beroperasi dan nggak ketahuan berarti ada yang main memang,” ujar Purbaya.
Tak berhenti pada dugaan, Purbaya mengaku telah mengantongi nama-nama pegawai internal DJP yang diduga bermain dengan para pengusaha tersebut.
“Iya dalam waktu dekat dipecatin,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah kini telah mengantongi sekitar 40 perusahaan yang diduga mengemplang pajak. Purbaya mengatakan nilai kewajiban pajak perusahaan-perusahaan tersebut juga telah dihitung.
Pemerintah kini berupaya menagih utang pajak tersebut. Namun, Purbaya mengakui proses penagihan masih menghadapi persoalan di internal DJP yang dinilainya berjalan lambat.
“Sudah dihitung utang pajaknya berapa. Lagi nagih-nagihin. Kendalanya ya di pajak masih lambat aja,” bebernya.