Ada Perusahaan Baja Puluhan Tahun Tak Bayar Pajak, Purbaya Ungkap Pegawai DJP dan Siap Pecatin!

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:14 WIB
Ada Perusahaan Baja Puluhan Tahun Tak Bayar Pajak, Purbaya Ungkap Pegawai DJP dan Siap Pecatin!
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya dugaan permainan orang dalam Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang membuat sejumlah perusahaan nakal bisa bertahun-tahun lolos dari pemeriksaan dan kewajiban membayar pajak. Foto ANTARA.
baca 10 detik
  • Purbaya bongkar dugaan permainan orang dalam DJP.
  • Pegawai pajak yang terlibat siap dipecat dalam waktu dekat.
  • 40 perusahaan pengemplang pajak kini diburu utangnya.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya dugaan permainan orang dalam Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang membuat sejumlah perusahaan nakal bisa bertahun-tahun lolos dari pemeriksaan dan kewajiban membayar pajak.

Purbaya bahkan memastikan pegawai DJP yang terbukti terlibat akan menghadapi sanksi tegas hingga pemecatan dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026), saat membahas penanganan perusahaan-perusahaan yang diduga memiliki tunggakan pajak.

Menurutnya, terdapat perusahaan baja yang telah beroperasi selama puluhan tahun tetapi tidak tersentuh pemeriksaan pajak secara optimal. Kondisi tersebut dinilai sulit terjadi tanpa adanya campur tangan pihak tertentu di internal otoritas pajak.

“Fakta bahwa ada perusahaan seperti itu puluhan tahun beroperasi dan nggak ketahuan berarti ada yang main memang,” ujar Purbaya.

Tak berhenti pada dugaan, Purbaya mengaku telah mengantongi nama-nama pegawai internal DJP yang diduga bermain dengan para pengusaha tersebut.

“Iya dalam waktu dekat dipecatin,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah kini telah mengantongi sekitar 40 perusahaan yang diduga mengemplang pajak. Purbaya mengatakan nilai kewajiban pajak perusahaan-perusahaan tersebut juga telah dihitung.

Pemerintah kini berupaya menagih utang pajak tersebut. Namun, Purbaya mengakui proses penagihan masih menghadapi persoalan di internal DJP yang dinilainya berjalan lambat.

baca juga

“Sudah dihitung utang pajaknya berapa. Lagi nagih-nagihin. Kendalanya ya di pajak masih lambat aja,” bebernya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kalinya Kepala BGN Sudaryono Temui Purbaya, Bahas Anggaran MBG

Pertama Kalinya Kepala BGN Sudaryono Temui Purbaya, Bahas Anggaran MBG

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,11%, Purbaya Klaim Kemiskinan dan Pengangguran Makin Susut di Era Prabowo

Ekonomi Tumbuh 5,11%, Purbaya Klaim Kemiskinan dan Pengangguran Makin Susut di Era Prabowo

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:57 WIB

Strategi Purbaya Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Dari Reformasi Regulasi hingga Manufaktur

Strategi Purbaya Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Dari Reformasi Regulasi hingga Manufaktur

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Terkini

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×