- Cabai rawit merah naik 3,19% menjadi Rp74.450/kg.
- Beras medium II dan gula premium ikut mengalami kenaikan.
- Ayam, telur, sapi, bawang, dan sebagian cabai justru turun.
Suara.com - Harga pangan di pasar tradisional kembali menunjukkan pergerakan yang membuat konsumen harus lebih waspada. Di tengah sejumlah komoditas yang memang mengalami penurunan, harga cabai rawit merah justru kembali melonjak pada Senin (31/8/2026).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia yang dipantau pada pukul 10.20 WIB, harga rata-rata nasional cabai rawit merah mencapai Rp74.450 per kilogram.
Harga komoditas yang kerap menjadi penyumbang tekanan belanja rumah tangga itu naik 3,19 persen atau Rp2.300 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan harga pangan belum sepenuhnya mereda. Pasalnya, ketika beberapa komoditas mulai turun, cabai rawit merah justru bergerak berlawanan dan kembali mengerek pengeluaran konsumen.
Pergerakan harga pangan pada awal pekan ini memang cukup beragam. Harga beras kualitas medium I tercatat Rp16.000 per kilogram, turun 3,03 persen atau Rp500.
Namun, data PIHPS juga mencatat harga beras kualitas medium II sebesar Rp52.800 per kilogram, dengan perubahan naik 2,93 persen atau Rp1.500.
Cabai Tak Kompak, Rawit Merah Malah Naik
Di kelompok hortikultura, tekanan paling mencolok datang dari cabai rawit merah. Ketika jenis cabai lainnya mengalami penurunan, komoditas tersebut justru mengalami kenaikan.
Harga cabai merah besar turun 7,33 persen atau Rp3.600 menjadi Rp45.500 per kilogram. Cabai merah keriting juga turun 6,59 persen atau Rp3.400 menjadi Rp48.200 per kilogram.
Sementara cabai rawit hijau turun 7,19 persen atau Rp4.050 menjadi Rp53.800 per kilogram.
Kondisi tersebut menunjukkan harga cabai belum sepenuhnya stabil. Penurunan pada sejumlah jenis cabai belum mampu menahan kenaikan harga cabai rawit merah yang masih menjadi salah satu komoditas mahal di pasar.
Tekanan harga juga sedikit mereda pada sejumlah komoditas protein hewani. Harga daging ayam ras segar turun 4,14 persen atau Rp1.750 menjadi Rp40.500 per kilogram.
Harga daging sapi kualitas 1 turun 3,03 persen atau Rp4.600 menjadi Rp147.100 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas 2 turun 1,75 persen atau Rp2.500 menjadi Rp140.150 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar juga turun 3,59 persen atau Rp1.050 menjadi Rp28.200 per kilogram.
Penurunan tersebut memberikan sedikit ruang bagi konsumen. Namun, mahalnya sejumlah komoditas pangan, khususnya cabai rawit merah dan beberapa jenis beras, tetap menjadi persoalan bagi masyarakat yang harus menjaga pengeluaran rumah tangga.
Harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp36.600 per kilogram, turun 5,67 persen atau Rp2.200. Harga bawang putih ukuran sedang juga turun 3,63 persen atau Rp1.450 menjadi Rp38.550 per kilogram.
Di sisi lain, harga minyak goreng tidak sepenuhnya menunjukkan tren penurunan. Minyak goreng curah memang turun tipis 0,49 persen atau Rp100 menjadi Rp20.350 per kilogram.
Namun, minyak goreng kemasan bermerek 1 masih bertahan di Rp24.300 per kilogram. Sementara minyak goreng kemasan bermerek 2 justru naik 1,49 persen atau Rp350 menjadi Rp23.800 per kilogram.
Harga gula pasir premium juga naik 0,49 persen atau Rp100 menjadi Rp20.400 per kilogram. Sementara gula pasir lokal berada di level Rp19.000 per kilogram dan relatif tidak berubah.