- Peruri pangkas birokrasi dokumen lewat ekosistem otentikasi digital.
- e-Meterai dan tanda tangan digital dorong administrasi properti lebih cepat.
- Transformasi digital Peruri mendapat pengakuan di Indonesia.
Suara.com - Industri properti dituntut bergerak semakin cepat di tengah proses bisnis yang kian terdigitalisasi. Namun, persoalan administrasi dokumen masih menjadi salah satu tantangan yang dapat memperlambat proses bisnis, terutama ketika pengelolaan dokumen masih bergantung pada proses manual dan pertukaran berkas fisik.
Kondisi tersebut mendorong Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) memperkuat ekosistem keamanan dan otentikasi digital untuk mendukung kebutuhan administrasi lintas industri, termasuk sektor properti dan perbankan.
Direktur Keuangan dan SDM Peruri Fajar Rizki mengatakan, transformasi digital yang dikembangkan perusahaan diarahkan untuk memastikan proses administrasi tidak lagi menjadi penghambat aktivitas bisnis.
“Melalui ekosistem otentikasi digital yang kami kembangkan, kami ingin memastikan bahwa tata kelola administrasi dokumen tidak lagi menjadi hambatan birokrasi, melainkan proses yang terintegrasi, cepat, dan aman,” ujar Fajar dalam keterangan resminya.
Menurut dia, kehadiran layanan digital Peruri tidak hanya ditujukan untuk mengubah proses administrasi dari sistem konvensional menjadi digital. Lebih jauh, layanan tersebut diharapkan dapat menjadi fasilitator yang membantu pelaku usaha mempercepat proses bisnis sekaligus meningkatkan keamanan dokumen.
“Kehadiran layanan kami diposisikan sebagai fasilitator yang mendukung percepatan bisnis. Kami berharap solusi digital Peruri dapat terus memberikan kemudahan operasional bagi para pelaku industri untuk bergerak semakin lincah di era modern ini,” katanya.
Di sektor properti, kecepatan sekaligus keabsahan dokumen administratif menjadi bagian penting dalam menjalankan transaksi dan kerja sama bisnis. Dokumen untuk memenuhi persyaratan administrasi, perjanjian kerja sama hingga kontrak kerja sebelumnya dapat melibatkan proses panjang serta pertukaran dokumen secara fisik.
Peruri kemudian menghadirkan layanan seperti e-meterai dan tanda tangan digital yang memungkinkan proses tersebut dilakukan secara paperless dan real-time. Digitalisasi ini membuat proses pengelolaan dokumen dapat berlangsung lebih praktis tanpa harus bergantung pada perpindahan berkas fisik.
Selain memangkas tahapan birokrasi tradisional, digitalisasi dokumen juga diarahkan untuk memperkuat keamanan serta mengurangi risiko pemalsuan dokumen. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan efisiensi waktu dan operasional, tetapi juga menyangkut aspek kepercayaan dalam transaksi bisnis.
Fajar menegaskan, Peruri akan terus mengembangkan inovasi dan layanan digital agar dapat mengikuti kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri di Indonesia.
Atas upaya tersebut, Peruri meraih penghargaan kategori Business Proponent of Property Industry dengan predikat “The State-Owned Enterprise With the Most Rapid Digital Transformation Breakthrough” dalam ajang Indonesia Property & Bank Award 2026 yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (28/8).