- PT Danantara Investment Management menjajaki kerja sama strategis investasi kendaraan listrik komersial dengan VKTR dan BNBR.
- Kolaborasi melalui penandatanganan term sheet ini berfokus mengembangkan bus dan truk listrik serta rantai nilai baterai nasional.
- Pandu Sjahrir menyatakan rencana investasi tahap awal tersebut masih memerlukan proses uji tuntas dan perjanjian definitif.
Suara.com - PT Danantara Investment Management (Persero) (DIM) menjajaki investasi strategis dengan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial di Indonesia.
Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan non-binding term sheet yang menjadi kerangka awal kerja sama investasi. VKTR merupakan anak usaha BNBR yang berkecimpung di kendaraan listrik berbasis baterai untuk segmen kendaraan komersial di Indonesia.
Fokus kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan kendaraan listrik komersial, terutama bus dan truk listrik.

Pengembangan ini akan dilakukan melalui model mobility as a service (MaaS), yakni ekosistem mobilitas listrik terintegrasi yang diharapkan dapat mengurangi hambatan adopsi kendaraan listrik.
Model tersebut juga ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan dan mempercepat peralihan operator armada menuju kendaraan listrik, termasuk operator bus listrik di berbagai daerah di Indonesia.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, investasi pada elektrifikasi kendaraan komersial merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam mendorong transisi energi Indonesia.
"Investasi pada elektrifikasi mobilitas komersial merupakan investasi pada transisi energi jangka panjang yang dapat membawa dampak positif pada percepatan adopsi kendaraan listrik nasional. Selaras dengan prioritas Pemerintah Indonesia, kami melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi emisi, memperkuat industri nasional, mendorong hilirisasi, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).
Menurut Pandu, kerja sama tersebut masih berada pada tahap awal. Danantara akan melakukan proses uji tuntas sebelum menentukan realisasi investasi.
"Non-binding term sheet yang ditandatangani merupakan kerangka awal. Proses uji tuntas yang komprehensif akan dilakukan untuk memastikan transaksi dapat memberikan nilai komersial yang baik dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia," tambah Pandu.
Selain mendorong penggunaan bus dan truk listrik, kolaborasi ini juga diharapkan memperdalam rantai nilai industri baterai nasional. Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda hilirisasi mineral kritikal yang menjadi salah satu sektor prioritas investasi Danantara.
Sementara itu, Direktur Utama VKTR Anindra Ardiansyah Bakrie mengatakan kerja sama dengan Danantara menjadi momentum bagi perseroan untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Adapun, non-binding term sheet tersebut belum merupakan kesepakatan investasi final. Realisasi potensi investasi masih menunggu pembahasan lebih lanjut dan penyusunan perjanjian definitif antara para pihak.