BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi

Bella, Lilis Varwati

Rabu, 02 September 2026 | 11:47 WIB
BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi
Ilustrasi terorisme. [Ist]
baca 10 detik
  • Kepala BNPT Eddy Hartono menyampaikan bahwa 620 anak di 30 provinsi terpapar paham terorisme di Jakarta pada Rabu, 2 September 2026.
  • Anak-anak tersebut terhubung melalui ekosistem digital bernama True Crime Community di YouTube, podcast, dan berbagai media sosial lainnya.
  • BNPT telah melakukan intervensi serta menilai risiko berdasarkan perubahan perilaku anak yang mulai menormalisasi kekerasan.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap sebanyak 620 anak berusia 11 hingga 18 tahun terpapar paham terorisme. Mereka tersebar di 30 provinsi dan sebagian di antaranya terhubung dengan komunitas digital yang membahas kasus-kasus kriminal nyata atau True Crime Community.

"Mereka kebanyakan terkoneksi di dalam salah satu komunitas atau ekosistem digital yang berinteraksi terhadap fenomena kejahatan nyata. mereka di dalam grup namanya True Crime Community. Baik di YouTube, di podcast, di beberapa media sosial lainnya," kata Kepala BNPT Eddy Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterhubungan anak-anak tersebut dengan True Crime Community tidak serta-merta membuat mereka dapat disebut sebagai teroris.

Menurut Eddy, komunitas true crime merupakan bagian dari ekosistem digital yang membahas berbagai fenomena kriminal. Namun, ruang tersebut dapat menjadi jembatan bagi masuknya berbagai pengaruh apabila interaksi di dalamnya kemudian memicu perubahan perilaku.

“True Crime Community ini tidak sama dengan terorisme, ya. Ini hanya media atau komunitas ataupun ekosistem digital yang menjadi bridging,” ujar Eddy.

Ia menambahkan, BNPT telah melakukan intervensi terhadap 650 anak yang terpapar tersebut.

Perhatian BNPT tidak semata-mata didasarkan pada komunitas atau konten yang mereka ikuti. Eddy menjelaskan, pihaknya juga melihat perkembangan perilaku anak setelah terpapar berbagai konten di ruang digital.

Pendekatan tersebut penting agar anak tidak langsung diberi label sebagai teroris hanya karena mengikuti atau berinteraksi dalam komunitas tertentu.

Kepala BNPT, Eddy Hartono. (Foto dok. BNPT)
Kepala BNPT, Eddy Hartono. (Foto dok. BNPT)

"Komunitas ini dijadikan sarana untuk komunikasi, sharing, ataupun didiskusi, justru yang sangat berbahaya apabila ketika ada perubahan perilaku daripada orang, anak, remaja yang ikut tergabung di dalam grup ini. Sehingga pendekatan kami adalah kepada label-based assessment. Artinya bahwa anak-anak yang tergabung di dalam True Crime Community ini adalah terorisme, tidak," paparnya.

baca juga

BNPT, kata Eddy, lebih melihat risiko berdasarkan perubahan perilaku atau trajectory yang terjadi pada anak.

“Trajectory itu adalah perubahan perilaku. Sehingga dia menglorifikasi atau menormalisasi kekerasan di dalam kehidupannya dia,” ucapnya.

Melalui pendekatan tersebut, menurut Eddy, keterpaparan konten di media sosial tidak diposisikan sebagai bukti bahwa seorang anak telah menjadi teroris. Yang menjadi perhatian ialah ketika paparan tersebut mulai beriringan dengan perubahan sikap dan perilaku, khususnya terhadap kekerasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun

Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Menteri Israel Pamer Tiang Gantung untuk Hukum Mati Warga Palestina yang Dicap Teroris

Menteri Israel Pamer Tiang Gantung untuk Hukum Mati Warga Palestina yang Dicap Teroris

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia

Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:10 WIB

Review A Toxic Love Story: Manipulasi Lebih Mematikan dari Kekerasan Fisik?

Review A Toxic Love Story: Manipulasi Lebih Mematikan dari Kekerasan Fisik?

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:05 WIB

Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos

Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:29 WIB

'Kutuk Aksi 'Boti Hunter', Negara Didesak Lindungi Martabat dan Hak Aman Komunitas Trans

'Kutuk Aksi 'Boti Hunter', Negara Didesak Lindungi Martabat dan Hak Aman Komunitas Trans

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 17:10 WIB

Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong

Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:15 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme

Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:53 WIB

Terkini

7 Cara Menghilangkan Bau Amis dan Busuk yang Membandel di Kulkas

7 Cara Menghilangkan Bau Amis dan Busuk yang Membandel di Kulkas

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 11:47 WIB

BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi

BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi

News | Rabu, 02 September 2026 | 11:47 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Bayi dan Balita 100 Persen Mineral Physical

5 Rekomendasi Sunscreen Bayi dan Balita 100 Persen Mineral Physical

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 11:45 WIB

Profil Benat San Jose Pelatih Baru Emil Audero: Punya Kedekatan dengan Indonesia

Profil Benat San Jose Pelatih Baru Emil Audero: Punya Kedekatan dengan Indonesia

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 11:44 WIB

Intip Mobil Baru Renault Harga 80 Juta, Konsumsi BBM Tembus 25,2 Km/Liter

Intip Mobil Baru Renault Harga 80 Juta, Konsumsi BBM Tembus 25,2 Km/Liter

Otomotif | Rabu, 02 September 2026 | 11:43 WIB

Perlu Ada Insentif untuk Dorong Pembangunan Pengisi Ulang Baterai Motor Listrik di Luar Jawa

Perlu Ada Insentif untuk Dorong Pembangunan Pengisi Ulang Baterai Motor Listrik di Luar Jawa

Otomotif | Rabu, 02 September 2026 | 11:43 WIB

Kalah Arbitrase, PGN Hadapi Tagihan Kompensasi 9 Kargo LNG

Kalah Arbitrase, PGN Hadapi Tagihan Kompensasi 9 Kargo LNG

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 11:43 WIB

Terungkap di Sidang, Uang USD 400 Ribu untuk Pansus Haji DPR Mengalir Lewat Teman Nusron Wahid

Terungkap di Sidang, Uang USD 400 Ribu untuk Pansus Haji DPR Mengalir Lewat Teman Nusron Wahid

News | Rabu, 02 September 2026 | 11:42 WIB

Jaga Marwah Kejaksaan! Jaksa Agung Keluarkan 7 Instruksi 'Tajam' untuk Seluruh Jaksa

Jaga Marwah Kejaksaan! Jaksa Agung Keluarkan 7 Instruksi 'Tajam' untuk Seluruh Jaksa

News | Rabu, 02 September 2026 | 11:40 WIB

448 Orang Diduga Terdampak Keracunan, Pemprov Jatim Tunggu Hasil Laboratorium

448 Orang Diduga Terdampak Keracunan, Pemprov Jatim Tunggu Hasil Laboratorium

Jatim | Rabu, 02 September 2026 | 11:39 WIB

×