- Sulaiman Albasyari asal Bekasi sukses viral di TikTok berkat video gim Mobile Legends pada Januari 2026.
- Ia hanya menggunakan ponsel Android untuk memproduksi konten berkualitas tinggi tanpa perangkat studio yang mahal.
- Berkat konten yang ramah anak dan konsisten, ia meraih popularitas serta penghasilan dari berbagai acara komunitas resmi.
Suara.com - Bagi Sulaiman Albasyari (24), 1 Januari 2026 adalah titik balik yang mengubah garis hidupnya.
Sebuah video permainan Mobile Legends: Bang Bang yang ia unggah iseng di hari itu meledak, ditonton lebih dari 6,8 juta kali hanya dalam waktu tiga hari.
Kini, pemuda asal Bekasi ini dikenal luas dengan nama panggung "Franco 1 Hit".
Nama itu bukan sekadar julukan; itu adalah representasi keahliannya meracik strategi hero Franco hingga mampu menumbangkan lawan dalam sekali tarikan.
Berkat konsistensinya, akun @francoonehit01 miliknya kini telah diikuti oleh ratusan ribu orang di TikTok dan Instagram.
Produksi Kilat dalam Genggaman
Hal yang paling mencengangkan dari kesuksesan Sulaiman bukanlah angka jutaan penontonnya, melainkan bagaimana konten tersebut diproduksi.
Di tengah tren kreator yang berlomba-lomba membeli kamera mahal dan komputer canggih, Sulaiman tetap setia dengan "senjata" sederhananya: sebuah ponsel Android.
Tanpa lampu studio, tanpa mikrofon eksternal, dan tanpa PC editing.
"Cara membuat konten saya hanya menggunakan ponsel Android tanpa alat lain. Bekasi adalah tempat lahir saya, dan dari sini semua bermula," ujar Sulaiman.
Proses kreatifnya pun terbilang sangat efisien. Sulaiman hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menyelesaikan satu konten, mulai dari mencari ide, merekam bahan mentah (gameplay), menyunting, hingga mengunggahnya ke media sosial.
Rahasia Bertahan: Algoritme dan Kedisiplinan
Perjalanan Sulaiman sebenarnya dimulai sejak Agustus 2025. Selama enam bulan pertama, ia harus puas dengan pertumbuhan pengikut yang lambat.
Namun, ia tidak menyerah. Kuncinya, menurut Sulaiman, adalah memahami "kemauan" platform.
"Banyak yang gugur di tengah jalan. Kuncinya agar bertahan adalah fokus pada algoritme dan konsisten," jelas pemuda kelahiran 20 Oktober 2001 ini.