Jangan Tunggu Sampai Cuci Darah, Ini Cara Mudah Deteksi Kerusakan Ginjal Sejak Dini

Dinda Rachmawati

Rabu, 02 September 2026 | 18:53 WIB
Jangan Tunggu Sampai Cuci Darah, Ini Cara Mudah Deteksi Kerusakan Ginjal Sejak Dini
Ilustrasi ginjal (Freepik)
baca 10 detik
  • Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan penyakit ginjal kronis kini telah menyerang kelompok usia muda secara nyata.
  • Diabetes, hipertensi, pola hidup tidak sehat, dan berbagai kondisi medis lain menjadi pemicu utama kerusakan ginjal.
  • Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan klinik khusus untuk menyediakan layanan terpadu penanganan gangguan ginjal dan saluran kemih.

Suara.com - Penyakit ginjal kronis selama ini kerap dianggap sebagai masalah kesehatan yang identik dengan usia lanjut. Padahal, kerusakan ginjal dapat terjadi pada kelompok usia yang lebih muda. 

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan penyakit ginjal kronis telah ditemukan pada usia 15–24 tahun sebesar 0,02 persen, 25–34 tahun sebesar 0,07 persen, dan 35–44 tahun sebesar 0,11 persen.

Sementara itu, data BPJS Kesehatan yang dikutip Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 134.057 pasien gagal ginjal kronis menjalani hemodialisis sepanjang 2024. Kondisi ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan ginjal perlu dilakukan sejak dini, bukan baru ketika seseorang memasuki usia lanjut.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, menjelaskan bahwa kerusakan ginjal sering berkembang secara perlahan. Bahkan, pada tahap awal, penyakit ini bisa tidak menimbulkan keluhan yang khas.

“Banyak pasien merasa baik-baik saja karena penyakit ginjal pada tahap awal bisa tidak memberikan gejala yang jelas. Karena itu, orang dengan faktor risiko sebaiknya tidak menunggu keluhan muncul untuk memeriksakan ginjal,” jelas dr. Mutalib.

Diabetes dan Hipertensi Jadi Ancaman Utama

Salah satu penyebab penting penyakit ginjal kronis adalah diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak sistem penyaringan ginjal. 

Selain itu, hipertensi juga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di ginjal sehingga fungsi organ tersebut perlahan menurun.

Meski begitu, dr. Mutalib menegaskan bahwa minuman manis tidak secara langsung membuat seseorang mengalami gagal ginjal. Yang perlu diwaspadai adalah konsumsi gula berlebihan yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.

baca juga

“Minuman manis bukan berarti langsung menyebabkan gagal ginjal. Yang perlu diwaspadai adalah konsumsi gula berlebihan yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Bila diabetes tidak terkontrol dalam jangka panjang, ginjal dapat ikut mengalami kerusakan,” ujarnya.

Selain diabetes dan hipertensi, pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta berat badan yang tidak terkontrol juga dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal. Penggunaan obat pereda nyeri, jamu, maupun suplemen tanpa pengawasan juga perlu diperhatikan.

Gangguan ginjal tidak selalu berasal dari pola hidup. Batu atau sumbatan saluran kemih, penyakit autoimun, infeksi, kelainan bawaan, hingga faktor genetik juga dapat menjadi penyebab.

Jangan Abaikan Perubahan pada Tubuh

Karena sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, pemeriksaan menjadi penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko. 

Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain perubahan frekuensi atau jumlah urine, urine berbusa secara menetap, pembengkakan pada kaki, mudah lelah, mual, penurunan nafsu makan, serta tekanan darah yang sulit dikontrol.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Selalu Operasi Besar, Ini Teknologi Modern untuk Mengatasi Batu Ginjal

Tak Selalu Operasi Besar, Ini Teknologi Modern untuk Mengatasi Batu Ginjal

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Kanker Ginjal Tak Selalu Harus Dioperasi, Penanganannya Kini Lebih Personal

Kanker Ginjal Tak Selalu Harus Dioperasi, Penanganannya Kini Lebih Personal

Health | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Kasus Batu Ginjal Meningkat, Dokter Ingatkan Deteksi Dini dan Teknologi Laser Minim Sayatan

Kasus Batu Ginjal Meningkat, Dokter Ingatkan Deteksi Dini dan Teknologi Laser Minim Sayatan

Health | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:58 WIB

6 Trik Meningkatkan Kecerdasan Emosional agar Lebih Tenang Menghadapi Tekanan Hidup

6 Trik Meningkatkan Kecerdasan Emosional agar Lebih Tenang Menghadapi Tekanan Hidup

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:57 WIB

Kembangkan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, Polisi Gerebek Ponpes di Karanganyar

Kembangkan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, Polisi Gerebek Ponpes di Karanganyar

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:56 WIB

5 Sabun Cuci Muka dengan Ekstrak Semangka, Ampuh Cerahkan Wajah Kusam

5 Sabun Cuci Muka dengan Ekstrak Semangka, Ampuh Cerahkan Wajah Kusam

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam

Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam

Kaltim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Bawa Enam Tuntutan, FPR dan ILPS Akan Gelar Aksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Bawa Enam Tuntutan, FPR dan ILPS Akan Gelar Aksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang

Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang

Malang | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Kucurkan Rp10 Miliar untuk Solusi Banjir Rob, Pemprov Jateng Bangun Tanggul Hybrid di Demak

Kucurkan Rp10 Miliar untuk Solusi Banjir Rob, Pemprov Jateng Bangun Tanggul Hybrid di Demak

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Wajah Baru Bandar Lampung: Proyek Jalan Beton dan Trotoar Megah Dikebut!

Wajah Baru Bandar Lampung: Proyek Jalan Beton dan Trotoar Megah Dikebut!

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:30 WIB

×