Cadev RI Tembus Rp2.583 Triliun, Tapi Bos BI Anyar Kasih Sinyal Bahaya

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Kamis, 03 September 2026 | 15:42 WIB
Cadev RI Tembus Rp2.583 Triliun, Tapi Bos BI Anyar Kasih Sinyal Bahaya
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti saat konferensi pers usai dilantik di Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Rabu (2/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Cadev RI tembus US$146 miliar atau sekitar Rp2.583 triliun.
  • BI tak mau jor-joran intervensi karena bisa menggerus cadev.
  • Inflow SBN dan SRBI sudah US$10-11 miliar sepanjang 2026.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia masih berada pada level yang aman. Namun, tebalnya amunisi devisa tersebut bukan berarti bank sentral bisa leluasa menggelontorkannya demi menahan tekanan terhadap rupiah.

Gubernur BI Destry Damayanti mengungkapkan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai US$146 miliar atau sekitar Rp2.583 triliun.

Angka tersebut naik tipis dibandingkan posisi akhir Juli 2026 yang tercatat sebesar US$145,3 miliar.

"Posisi cadev kita di akhir Agustus 2026 adalah sebesar US$146 miliar, atau naik tipis dari cadev di akhir Juli 2026 yang sebesar US$145,3 miliar," kata Destry dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026).

Meski meningkat, Destry mengingatkan bahwa cadangan devisa tidak bisa dipandang sebagai amunisi yang dapat digunakan tanpa batas untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Pasalnya, semakin besar intervensi yang dilakukan bank sentral di pasar valuta asing, semakin besar pula potensi penggerusan cadangan devisa.

Destry menegaskan, pemerintah maupun BI tidak bisa hanya mengandalkan intervensi secara masif untuk menjaga stabilitas rupiah.

Karena itu, BI melihat penguatan arus modal masuk atau capital inflow sebagai salah satu kunci untuk menjaga stabilitas rupiah tanpa harus terus-menerus mengandalkan intervensi.

"Kalau intervensi dalam skala besar dilakukan oleh BI ataupun pemerintah demi menstabilkan nilai tukar rupiah, maka hal itu tentunya akan menggerus cadev itu sendiri," ujar Destry yang baru saja dilantik menjadi Gubernur BI satu hari sebelumnya.

baca juga

Destry mengatakan, kondisi cadangan devisa Indonesia saat ini masih cukup terjaga, salah satunya karena adanya aliran modal asing yang masuk melalui investasi portofolio.

Arus dana tersebut antara lain mengalir ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Menurut Destry, masuknya dana asing tersebut berkaitan dengan proses repricing atau penyesuaian harga pada sejumlah instrumen investasi.

"Kalau kita lihat dana portofolio dengan adanya repricing, jadi adjustment harga yang dilakukan, termasuk SBN, yield-nya melakukan penyesuaian, SRBI juga melakukan penyesuaian," jelasnya.

Dia menyebut arus dana asing ke kedua instrumen tersebut masih cukup besar.

Secara kumulatif, inflow ke SBN dan SRBI telah mencapai sekitar US$10-11 miliar secara year-to-date (ytd).

"Di mana secara kumulatif, inflow ke SBN dan SRBI telah mencapai sekitar US$10-11 miliar secara year-to-date (ytd) atau sepanjang tahun berjalan," tegas Destry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Siapkan Jurus Suntik Likuiditas, Dana Asing Rp930 Triliun Balik ke Sistem Keuangan

BI Siapkan Jurus Suntik Likuiditas, Dana Asing Rp930 Triliun Balik ke Sistem Keuangan

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 15:01 WIB

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:26 WIB

Destry Damayanti Dilantik Jadi Gubernur BI, Perempuan Pertama Jadi Bos Bank Sentral

Destry Damayanti Dilantik Jadi Gubernur BI, Perempuan Pertama Jadi Bos Bank Sentral

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 19:09 WIB

Terkini

Sunscreen Parasol SPF Berapa? Ini Daftar Lengkapnya untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat

Sunscreen Parasol SPF Berapa? Ini Daftar Lengkapnya untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 16:00 WIB

6 Daftar Pasangan Shio yang Ciong Berat dan Sering Konflik, Bikin Makan Hati

6 Daftar Pasangan Shio yang Ciong Berat dan Sering Konflik, Bikin Makan Hati

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 16:00 WIB

Review Gangstar Mirage City: Dunia Open World yang Menjanjikan

Review Gangstar Mirage City: Dunia Open World yang Menjanjikan

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 16:00 WIB

3 Orang Tewas Akibat Kebakaran Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei

3 Orang Tewas Akibat Kebakaran Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 15:58 WIB

Kejagung Bongkar Aliran Rp40 Miliar Tan Kian ke Febrie Adriansyah Jadi Bukti TPPU

Kejagung Bongkar Aliran Rp40 Miliar Tan Kian ke Febrie Adriansyah Jadi Bukti TPPU

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:54 WIB

Bikin Penggemar Salfok, Apa Sih Benda Unik yang Menempel di Telinga Ruka BABYMONSTER?

Bikin Penggemar Salfok, Apa Sih Benda Unik yang Menempel di Telinga Ruka BABYMONSTER?

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 15:54 WIB

8 Kali Tepuk Tangan untuk Prabowo di Forum Rusia, Pepatah Gotong Royong Jadi Sorotan

8 Kali Tepuk Tangan untuk Prabowo di Forum Rusia, Pepatah Gotong Royong Jadi Sorotan

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:52 WIB

Presiden Prabowo Batal Resmikan Pabrik BYD dengan Investasi Rp 11,7 Triliun

Presiden Prabowo Batal Resmikan Pabrik BYD dengan Investasi Rp 11,7 Triliun

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 15:51 WIB

Tarif Rp5.000 LRT Kelapa Gading-Manggarai Cuma Berlaku 2 Bulan

Tarif Rp5.000 LRT Kelapa Gading-Manggarai Cuma Berlaku 2 Bulan

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:50 WIB

Media Rusia Laporkan Kemunculan Fenomena Alam Saat Putin Pidato di Hadapan Prabowo

Media Rusia Laporkan Kemunculan Fenomena Alam Saat Putin Pidato di Hadapan Prabowo

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:49 WIB

×