- Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan stabilitas ekonomi penting untuk memperluas pertumbuhan di Gedung Mahkamah Agung pada Rabu (2/9/2026).
- Bank Indonesia memerlukan sinergi bersama pemerintah dan lembaga terkait untuk mengendalikan inflasi domestik di tengah ketidakpastian global.
- Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta menciptakan lapangan kerja.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) menekankan pentingnya menjaga stabilitas perekonomian di tengah gejolak global yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Stabilitas dinilai menjadi fondasi utama untuk memperluas ruang pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan, kebijakan BI ke depan akan tetap berorientasi pada upaya menjaga stabilitas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Kalau kalian bertanya bagaimana stance policy dari kami ke depan, tentu tetap pertama kita akan mengupayakan stabilitas. Stabilitas itu menjadi sangat penting untuk kami karena dengan kita memiliki ekonomi yang stabil, tentu ruang-ruang untuk pertumbuhan ekonomi itu menjadi semakin luas," kata Destry di Gedung Mahkamah Agung, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, ketidakpastian global masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dalam jangka pendek.
Kondisi tersebut dapat memberikan implikasi terhadap kebijakan yang ditempuh, sehingga sinergi antarlembaga menjadi semakin penting.
![Bank Indonesia, Jakarta. [Antara//M Risyal Hidayat/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/22/45764-bank-indonesia.jpg)
Destry menekankan bahwa upaya menjaga stabilitas ekonomi tidak dapat dilakukan oleh Bank Indonesia sendiri.
Sinergi dengan pemerintah, kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan lainnya diperlukan, terutama dalam menangani berbagai persoalan domestik, termasuk pengendalian inflasi.
"Jadi tidak dengan Bank Indonesia sendiri. Kita bisa mengajak tentunya bersama dengan sinergi Merah Putih, khususnya juga dalam menangani masalah-masalah domestik seperti inflasi yang itu tentu akan menjadi PR bagi kita, bagi kami di Bank Indonesia, dan terus meningkatkan sinergi dengan pemerintahan dan lembaga terkait," jelasnya.
Selain menjaga stabilitas, BI juga memiliki mandat untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Mandat tersebut, kata Destry, akan diwujudkan melalui kebijakan yang mendukung terciptanya iklim ekonomi yang kondusif.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan sektor riil sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan koordinasi dan sinergi yang berkelanjutan dengan kementerian dan lembaga terkait.
"Dan selanjutnya juga sesuai dengan amanah yang diberikan di dalam Undang-Undang P2SK yang terbaru, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026, di mana kami mempunyai mandat juga untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif sehingga bisa mendorong pertumbuhan sektor riil dan juga penciptaan lapangan kerja," tutur dia.
Destry menegaskan, upaya menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi merupakan pekerjaan bersama.
Sinergi lintas sektor menjadi landasan penting agar kebijakan ekonomi dapat berjalan secara inklusif dan integratif serta memberikan ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Ini akan kami wujudkan juga dalam kebijakan dan tentunya akan terus bersinergi juga dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya karena ini menjadi PR kita bersama," ungkapnya.
Dengan demikian, arah kebijakan BI ke depan tidak hanya diarahkan untuk merespons dinamika global, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi domestik.
![Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti (tengah) di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2026). [Suara.com/Rina A]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/03/65817-gubernur-bank-indonesia-destry-damayanti.jpg)
Stabilitas, sinergi, pertumbuhan berkelanjutan, serta penciptaan lapangan kerja menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya perekonomian Indonesia yang semakin inklusif dan integratif.