- Superbank cetak laba Rp99,68 miliar, tapi baru pertama kali untung.
- Rp1,4 triliun dana IPO masih parkir di instrumen pasar uang.
- Ekspansi kredit 50% jadi tantangan Superbank menjaga kualitas aset.
Superbank membukukan laba sebelum pajak Rp143,3 miliar dan laba komprehensif tahun berjalan Rp176,4 miliar pada 2025.
Perseroan memang berhasil melampaui sejumlah target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2025. Laba sebelum pajak mencapai 144% dari target, laba bersih 129%, total aset 105%, dan pendapatan bunga bersih atau NII 102%.
Namun, capaian tersebut perlu dilihat bersama dengan besarnya ekspansi neraca. Dengan aset yang sudah mencapai Rp21,28 triliun, laba bersih Rp99,68 miliar masih menunjukkan bahwa profitabilitas bank berada pada tahap awal.
Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mengubah rugi menjadi laba, melainkan membuktikan bahwa laba tersebut dapat tumbuh secara konsisten tanpa harus mengandalkan ekspansi neraca yang terlalu agresif.
Apalagi, Superbank tengah menargetkan pertumbuhan lebih jauh dengan memanfaatkan ekosistem Grab, OVO, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS.
Sekitar 60% akuisisi nasabah sepanjang 2025 berasal dari integrasi dengan ekosistem mitra strategis. Volume transaksi harian bahkan melonjak dari sekitar 131 ribu transaksi pada akhir 2024 menjadi 1,2 juta transaksi per hari pada Desember 2025.
Reporter: Esther Nadya