- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026, menyebabkan penutupan enam bandara.
- Dampak penutupan enam bandara tersebut mengganggu 467 penerbangan serta merugikan sekitar 150.000 penumpang.
- Pemerintah berfokus meminta maskapai menjamin hak pengembalian dana tiket dan menyampaikan informasi pembatalan penerbangan.
Suara.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak besar terhadap sektor penerbangan.
Kementerian Perhubungan mencatat sekitar 467 penerbangan terganggu dengan jumlah penumpang terdampak mencapai 150.000 orang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan gangguan tersebut terjadi setelah enam bandara ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Enam bandara yang ditutup yakni Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Pondok Cabe, Bandara Budiarto Curug, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.
"Sejauh ini 150.000 (penumpang) dampak penerbangan yang terdampak sekitar 460-an, 467 (penerbangan) kalau tidak salah," kata Dudy kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
![Abu vulkanik yang terbawa hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), membuat sejumlah kendaraan warga tertutup endapan abu cukup tebal. [Dok @txtdrjkt]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/06/37387-abu-vulkanik-anak-krakatau.jpg)
Dudy mengatakan pemerintah saat ini masih fokus menangani para penumpang yang penerbangannya terdampak.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah memastikan maskapai memenuhi hak penumpang, termasuk proses pengembalian dana atau refund tiket.
"Kami sudah menyampaikan kepada airline bahwa karena ini merupakan pembatalan, jadi hak-hak penumpang untuk melakukan refund itu harus dijamin," ujarnya.
Kemenhub juga meminta maskapai segera menyampaikan informasi pembatalan kepada penumpang agar mereka tidak perlu datang ke bandara di tengah penutupan sementara operasional penerbangan.
Menurut Dudy, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penumpukan penumpang di bandara.
Pemerintah meminta maskapai mempercepat proses pemberian informasi dan pengembalian dana kepada penumpang.
"Kami sudah sampaikan kepada airline supaya penumpang tidak datang ke bandara karena dilakukan penutupan sementara ini, kemudian dilakukan proses pengembalian tiket yang sudah dibayarkan oleh para penumpang," katanya.
Dudy mengatakan dampak finansial akibat gangguan penerbangan tersebut belum dihitung.
Pemerintah dan pemangku kepentingan penerbangan saat ini masih memprioritaskan penanganan terhadap penumpang.
"Belum dihitung. Jadi kita fokusnya sekarang ini adalah bagaimana kita menangani penumpang supaya hak-haknya bisa dijamin pengembalian tiketnya," ujar Dudy.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk menentukan kelanjutan operasional sejumlah bandara yang terdampak.
"Setiap 4 jam akan melakukan update terkait dengan kondisi penanganan dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau," pungkas Dudy.